Fiskal di Simpang Jalan, Siasat Bapenda Parigi Moutong Hadapi Transisi

Ket Foto: Kepala Bapenda Parigi Moutong, Moh Yasir
Ket Foto: Kepala Bapenda Parigi Moutong, Moh Yasir Source: (Foto/Firman)

Parigi moutong, gemasulawesi – Kabut ketidakpastian sering kali menyelimuti meja birokrasi saat pucuk pimpinan berganti. Namun, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Parigi Moutong emoh terjebak dalam kelesuan transisi.

‎Lewat Rancangan Akhir Rencana Strategis (Renstra) 2024-2026, instansi ini memasang kuda-kuda agar pundi-pundi daerah tak ikut "pensiun" pasca-berakhirnya masa jabatan bupati pada 2023.

Masa transisi kepemimpinan daerah—sebagaimana diatur dalam Instruksi Mendagri Nomor 70 Tahun 2021—menjadi ujian nyali bagi para pengumpul pajak di Bumi Khatulistiwa. Tanpa nakhoda definitif saat itu, kebijakan fiskal daerah rawan kehilangan arah dan daya gedor.

Baca Juga:
Polda Bali Hentikan Penyelidikan Kasus Royalti Mie Gacoan, Diselesaikan Lewat Keadilan Restoratif

Menjaga Suhu Pendapatan

‎Bapenda menyadari bahwa stagnasi adalah ancaman nyata. Dalam dokumen setebal puluhan halaman tersebut, ditekankan bahwa stabilitas pendapatan harus dijaga lewat sistem yang mapan, bukan sekadar bergantung pada kebijakan politik sesaat.

‎Strateginya: memperkuat kemandirian fiskal melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang selama ini masih "jauh panggang dari api".

‎"Renstra ini menjadi pedoman agar tidak terjadi kekosongan arah pembangunan, khususnya dalam penggalian sumber-sumber pendapatan," ungkap Kepala Bapenda, Moh Yasir.

‎Dengan kata lain, Bapenda sedang membangun benteng agar ritme pengumpulan pajak dan retribusi tetap panas meski suhu politik sedang mendingin.

Baca Juga:
Doktrin Baru Pendapatan Parigi Moutong, Menakar Kompas Fiskal 2024-2026

Otonomi di Tengah Ketidakpastian

‎Salah satu poin krusial dalam masa transisi ini adalah memastikan integrasi data melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

‎Bapenda memacu digitalisasi agar transparansi tetap terjaga dan ruang-ruang gelap yang rawan kebocoran fiskal bisa ditutup rapat.

‎Namun, menggerakkan mesin birokrasi di tengah ketidakpastian jabatan bukanlah perkara mudah. Tantangan sesungguhnya adalah moralitas dan konsistensi aparat di lapangan. Jika para juru pungut ikut-ikutan "wait and see" melihat arah angin politik, maka target kemandirian daerah bakal meleset jauh.

‎Renstra 2024-2026 kini menjadi satu-satunya pegangan agar kas daerah Parigi Moutong tidak ikut-ikutan lesu di tengah hajatan transisi. (adv)

...

Artikel Terkait

wave

Pagar Hukum Pundi Daerah, Harmonisasi Perda di Meja Bapenda

Bapenda Parigi moutong menegaskan pentingnya harmonisasi regulasi sebagai fondasi utama penarikan pajak dan retribusi daerah.

TNI AL dan BI Resmi Lepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2025 di Sulawesi Tengah

Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2025 memastikan distribusi rupiah layak edar di wilayah 3T, wujud sinergi TNI AL dan BI.

Sekretariat Bapenda, Dirigen di Balik Dapur Fiskal Parigi Moutong

Di balik agresifnya perburuan pajak di lapangan, ada mesin administratif yang bekerja senyap namun vital.

Gantikan Beny Suharsono, Ni Made Jadi Sekda Perempuan Pertama DIY

Sri Sultan lantik Ni Made sebagai Sekda DIY, soroti isu strategis daerah seperti sampah, kemiskinan, dan kemandirian fiskal.

Kiamat Laporan Manual, Bapenda Parigi Moutong Migrasi ke SIPD

Bapenda Kabupaten Parigi Moutong kini memacu integrasi data ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

Berita Terkini

wave

Cegah Banjir Susulan, Pemda Parigi Moutong Salurkan Ratusan Geobag ke Desa Moutong

Bupati Parigi Moutong salurkan bantuan geobag dan bronjong di Kecamatan Moutong guna memperkuat mitigasi darurat terhadap banjir susulan.

Pemda Parigi Moutong Gandeng UNU, Janjikan Asrama Mahasiswa di Gorontalo

Pemda Parigi Moutong gandeng UNU Gorontalo buat program beasiswa. Bupati Erwin Burase juga janjikan pembangunan asrama bagi mahasiswa.

Parigi Moutong-Gorontalo Perkuat Kerja Sama, Fokus Durian hingga Asrama Mahasiswa

Pemkab Parigi Moutong dan Pemprov Gorontalo perkuat kerja sama sektor pertanian, peternakan, hingga rencana pembangunan asrama mahasiswa.

Legislator PKS Parigi Moutong Guyur Bantuan Tunai dan Bibit Cokelat saat Reses

Legislator PKS Muhammad Basuki salurkan bantuan tunai lansia & 1.000 bibit cokelat saat reses di Parigi Moutong. Serap aspirasi warga Kampal

Warga Gio Terancam Banjir, Selpina Basrin Kawal Pembangunan Tanggul di DPRD

Anggota DPRD Parigi Moutong Selpina Basrin kawal pembangunan tanggul dan drainase di Desa Gio demi cegah banjir yang resahkan warga setempat


See All
; ;