Target Capaian 95 Persen untuk Setiap Daerah, Dinkes Sulteng Sebut Pelaksanaan PIN Polio Harus Dijalankan di Semua Wilayah Kerja Puskesmas

Ket. Foto: Disampaikan Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah, di Semua Wilayah Kerja Puskesmas, Pelaksanaan PIN Polio Harus Dijalankan Source: (Foto/ANTARA/HO-Dinkes Sulteng)

Palu, gemasulawesi – Menurut laporan, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah, Jumriani, menyatakan pelaksanaan PIN atau Pekan Imunisasi Nasional Polio harus dijalankan pada semua wilayah kerja puskesmas di Provinsi Sulawesi Tengah.

Jumriani mengatakan itu dengan target capaian 95 persen untuk masing-masing wilayah yang ditujukan untuk pembentukan kekebalan kelompok dari virus polio yang ditemukan sekarang ini.

Jumriani menyampaikan untuk itu, maka masing-masing kabupaten atau kota dan juga puskesmas perlu untuk mulai melakukan persiapan untuk memastikan seluruh sasaran dapat dijangkau di saat pelaksanaan PIN Polio.

Baca Juga:
Pasca Penertiban PKL, Pengendara Ini Bongkar Maraknya Aksi Juru Parkir Liar di Kawasan Puncak Bogor, Begini Kronologinya

“Program imunisasi rutin sekarang ini juga telah mewajibkan untuk pemberian imunisasi bOPV/Polio tetes sebanyak 4 dosis dan juga imunisasi IPV 2 dosis,” katanya pada tanggal 4 Juli 2024.

Dia menambahkan hal itu dilakukan untuk memberikan perlindungan penuh dari virus polio.

“bOPV atau polio tetes untuk mencegah penyakit polio tipe 1 dan tipe 3, serta IPV untuk mencegah tipe polio 1, 2 dan 3,” ujarnya.

Baca Juga:
Detik-Detik Minibus Dihantam KA Babaranjang di OKU Sumatera Selatan Saat Melewati Jalur Kereta Api Viral, Begini Kondisi Penumpang dan Sopir

Dikutip dari Antara, Jumriani mengungkapkan jika Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah menargetkan sebanyak 434.587 anak menerima imunisasi polio pada PIN Polio yang tersebar di 13 kabupaten atau kota.

Dia menyatakan untuk mencegah penyebaran dan juga memutus transmisi virus polio sekarang ini, pemerintah telah menetapkan pelaksanaan PIN Polio di 27 provinsi lainnya, yang termasuk juga dengan Provinsi Sulawesi Tengah.

Dia menyampaikan PIN Polio akan diadakan di tanggal 23 Juli 2024 sebanyak 2 putaran.

Baca Juga:
Gunakan GPS Palsu, 588 ASN Kota Baubau di Sulawesi Tenggara Terdeteksi Memanipulasi Absensi Kehadiran, Begini Kata Kepala Dinas Kominfo

“Untuk sasarannya anak usia 0 hingga 7 tahun,” ucapnya.

Jumriani memaparkan pemerintah telah menetapkan status kejadian luar biasa atau KLB polio sebagai respon dari penemuan kasus lumpuh layu yang penyebanya adalah Polio Tipe cVPDV2 dalam kurun waktu tahun 2022 hingga saat ini.

“Tersebar di beberapa wilayah Indonesia, yakni Aceh, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur dan juga Regional Papiua,” ungkapnya.

Baca Juga:
Sempat Viral dan Tuai Kecaman, Ternyata Ini Alasan Petugas Dishub Hapus Tulisan Parkir Gratis di Minimarket Lombok Barat

Jumriani menyebutkan jika vaksin yang digunakan dalam program PIN Polio adalah vaksin buatan dalam negeri yang diproduksi Biofarma yang telah dinyatakan aman dan juga melalui uji klinis dan juga efektif untuk mencegah terjadinya penyakit polio. (Antara)

Bagikan:

Artikel Terkait

Berita Terkini