Resmi Jadi Tersangka! Mantan Pejabat MA Terlibat Dugaan Suap Miliaran Rupiah, Emas 51 Kilogram Turut Diamankan

Kepala Pusat Penerangan Kejaksaan Agung, Harli Siregar saat konferensi pers terkait penangkapan mantan pejabat MA.
Kepala Pusat Penerangan Kejaksaan Agung, Harli Siregar saat konferensi pers terkait penangkapan mantan pejabat MA. Source: Foto/YouTube Kejaksaan RI

Hukum, gemasulawesi - Kejaksaan Agung Republik Indonesia menghebohkan publik dengan pengumuman bahwa ZR, mantan pejabat Mahkamah Agung, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi. 

Kasus ini tidak hanya menarik perhatian karena melibatkan petinggi hukum, tetapi juga karena jumlah aset yang ditemukan sangat fantastis. 

Penangkapan ZR dilakukan oleh Tim Penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) di Bali. 

Kasus ini berkaitan dengan dugaan suap dalam penanganan perkara kasasi terdakwa Ronald Tannur yang menyeret ZR ke dalam pusaran hukum.

Baca Juga:
Bikin Karangan Bunga Satire untuk Prabowo Gibran, BEM FISIP Unair Dibekukan Dekanat, Kebebasan Berpendapat Terganjal?

Kepala Pusat Penerangan dan Humas Kejagung, Harli Siregar, menyebutkan bahwa bukti dugaan gratifikasi dan suap yang terkumpul menjadi alasan kuat untuk menetapkan ZR sebagai tersangka. 

"Kami telah menetapkan ZR sebagai tersangka karena bukti yang ditemukan terkait dugaan gratifikasi dan suap dalam penanganan perkara di Mahkamah Agung ini sudah cukup kuat," jelas Harli, dikutip pada Minggu, 27 Oktober 2024.

Menurutnya, proses penyelidikan yang panjang ini menghasilkan penemuan bukti fisik berupa sejumlah uang tunai dalam jumlah yang mencengangkan.

Dalam penggeledahan yang dilakukan di kediaman ZR di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Tim Penyidik menemukan uang dalam bentuk mata uang asing dan rupiah yang jika dikonversikan mencapai nilai sekitar Rp920 miliar. 

Baca Juga:
Masa Depan Teknologi AI: Berkah atau Ancaman?

Selain itu, ditemukan juga 51 kilogram emas batangan yang ditaksir bernilai sekitar Rp75 miliar. Temuan ini mengungkapkan betapa besarnya dugaan korupsi yang terlibat dalam kasus ini. 

Di lokasi lain, yaitu di Hotel Le Meridien Bali tempat ZR menginap, Tim Penyidik juga menemukan uang tunai sebesar Rp20.414.000 dalam berbagai pecahan.

ZR kini ditahan di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan untuk 20 hari pertama selama proses hukum berlanjut.

Dengan penangkapan ini, ZR menghadapi beberapa pasal dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi, yaitu Pasal 5 ayat (1) jo. Pasal 15 jo. Pasal 18, serta Pasal 12B jo. 

Baca Juga:
Viral Momen Mobil di Bintaro Jadi Sasaran Amukan Warga Usai Ingin Kabur Tidak Bayar di SPBU Hingga Tabrak Motor

Pasal 18 dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. Pasal-pasal tersebut menjerat ZR atas dugaan menerima gratifikasi dan suap.

Kasus ini membuka mata publik akan besarnya korupsi yang masih menjadi tantangan dalam sistem hukum di Indonesia. 

Kejaksaan Agung terus melakukan pengembangan kasus untuk menelusuri sumber dana dan potensi keterlibatan pihak lain.

Sementara itu, penahanan ZR diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pejabat lainnya serta menguatkan integritas hukum yang ada. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Usai Tangkap Tiga Pelaku, Polda Aceh Tetapkan 8 DPO dalam Kasus Penyelundupan Imigran Rohingya

Polda Aceh ungkap jaringan penyelundupan imigran Rohingya. Delapan terduga pelaku masuk daftar pencarian orang.

Kasus Jaringan Narkoba Besar-besaran di Jambi Terungkap, Lima Tersangka Terancam Penjara Seumur Hidup

Dittipidnarkoba Polri berhasil menangkap lima tersangka dalam pengungkapan jaringan narkotika terorganisir di Jambi.

Kerugian Capai Rp120 Miliar! Komplotan Pencuri Modul BTS Telkomsel Ditangkap, Polisi Bongkar Modus Operandi Pelaku

Lima tersangka ditangkap dalam kasus pencurian modul BTS, menyebabkan kerugian besar bagi Telkomsel dan Indosat.

Janggal Investasi Kelapa Sawit di Parigi Moutong, DLH Akui Pemda Lalai, Sebut Bupati Harus Cabut Izin Perusahaan

DLH Kabupaten parigi moutong akui kelalaian pemerintah daerah mengawasi aktifitas investasi perkebunan kelapa sawit yang diduga fiktif.

Bertambah! Polisi Tangkap Dua Tersangka Baru dalam Kasus Pembubaran Paksa Acara Diaspora di Kemang Jakarta Selatan

Polda Metro Jaya mengungkap penangkapan lima tersangka terkait pengerusakan dan penganiayaan di Jakarta Selatan.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;