Ribuan WBP Sulawesi Tengah Dapat Remisi di Idul Fitri 2022

<p>Ket Foto: Kepala Kanwil Kemenkum HAM Sulteng, Budi Argap Situngkir. (Foto/Istimewa)</p>
Ket Foto: Kepala Kanwil Kemenkum HAM Sulteng, Budi Argap Situngkir. (Foto/Istimewa)

Berita Sulawesi Tengah, gemasulawesi – Ribuan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terdiri dari Narapidana dan tahanan di Sulawesi tengah (Sulteng) mendapatkan remisi di hari Raya Idul Fitri tahun 2022 dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM Sulteng.

Keringanan bagi WBP di Sulteng ini diberikan sesuai dengan ketentuan UU No. 12 Tahun 1995 tentang Penyesuaian, PP no. 32 Tahun 1999 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pelaksanaan Hak WBP, yang telah diubah dengan PP No. 99 Tahun 2012 dan Perpres no. 174 tahun 1999 tentang pengurangan masa tahanan.

Baca: KKB Berulah Lagi Serang Prajurit TNI, 2 Orang Terluka

Kepala Bagian Lapas Kanwil Kemenkumham Sulteng, Sunar Agus sabtu, 30 April 2022mengatakan, ada 3 remisi yang diberikan pada 3.237 napi dan 496 tahanan dengan total 3.733 WBP di Sulawesi Tengah.

 “Khusus 3.237 WBP yang mendapat remisi khusus  Idul Fitri 1443H ada 2.260 orang yang terdiri dari 2.258 orang mendapat remisi khusus sebagian (RK I) atau pengurangan  hukuman,” terangnya.

Baca: Gunung Anak Krakatau Naik Status Menjadi Siaga!

Sementara itu, 2 orang mendapat remisi gratis (RK II) atau dinyatakan bebas 1 narapidana asal Lapas Parigi dan 1 Narapidana dari Lapas Luwuk. Lanjut dia, saat ini kondisi Lapas atau Rutan di Sulawesi tengah telah melebihi kapasitas dalam masa pandemik.

Pihaknya juga kata dia, akan terus meningkatkan pelayanan dan rujukan Warbinpas serta mengubah paradigma pemasyarakatan menjadi lebih cepat dan tepat sasaran dengan melaksanakan pelayanan berbasis teknologi informasi.

Baca: BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi 7-8 Mei 2022

Tidak lupa pada kesempatan itu, Kepala Kanwil Kemenkum HAM Sulteng, Budi Argap Situngkir, menghimbau Warbinpas berperan aktif mengikuti seluruh pembinaan program di Lapas atau Rutan dan mematuhi semua peraturan yang berlaku. (*)

Baca: Kanwil Kemenkumham Sulteng Laksanakan Seleksi CPNS Hari Pertama

...

Artikel Terkait

wave

Marak Kasus Korupsi Kepala Daerah, Partai Politik Segera Benahi Diri

Bagi partai politik sudah seharusnya membenahi diri terkait maraknya kepala daerah yang korupsi. Kondisi ini membuktikan parpol lemah.

KPK Tangkap Tangan Bupati Bogor Ade Yasin

Tim Satgas KPK menangkap Bupati Bogor Ade Yasin dan sejumlah pihak terkait kasus dugaan korupsi. KPK berhasil menyita sejumlah uang.

Ferdinand Hutahean Tersangka Penodaan Agama Islam Minta Dibebaskan

Ferdinand Hutahean meminta majelis hakim Pengadilan negeri Jakarta Pusat membebaskannya dari segala tuntutan.

M Kece Terdakwa Kasus Penistaan Agama Islam di Vonis 10 Tahun

M Kece terdakwa kasus penistaan agama di vonis 10 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Ciamis.

DKPP Berhentikan Abd Chair Sebagai Anggota KPU Parigi Moutong

Anggota KPU Kabupaten Parigi Moutong, Abd Chair resmi diberhentikan oleh DKPP karena dinilai terbukti melanggar kode etik.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;