Telah Berlangsung Menahun, Seorang Pakar Sebut Rakyat Palestina Miliki Hak Pertahanan yang Sah

Ket. Foto : Seorang Pakar Sebut Warga Palestina Mempunyai Hak Pertahanan yang Sah (Foto/X/@UNRWA)
Ket. Foto : Seorang Pakar Sebut Warga Palestina Mempunyai Hak Pertahanan yang Sah (Foto/X/@UNRWA) Source: (Foto/X/@UNRWA)

Internasional, gemasulawesi – Peristiwa yang terjadi di Gaza pada tanggal 7 Oktober 2023 membawa banjir berita palsu yang bias mengenai legitimasi operasi yang dilakukan oleh Gerakan Perlawanan Islam Hamas dan kekuatan perlawanan Palestina lainnya.

Seperti biasa, media mengumandangkan apa yang mereka sebut ‘hak Israel untuk mempertahankan diri’ dari ‘serangan teroris’ sambil memperlakukan kekuatan perlawanan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas agresi dan praktek terorisme.

Namun, tidak satupun media tersebut yang berbicara tentang alasan pemberontakan Palestina, yang berkaitan dengan berlanjutnya kekerasan dan agresi Zionis terhadap warga Palestina.

Baca Juga: Banyak yang Meninggal dan Cedera, Pakar Sebut Menjadi Seorang Anak di Gaza Berarti Hidup dalam Waktu Pinjaman

Ini dimulai sejak tahun 1917, ketika Inggris ‘menjanjikan’ tanah yang bukan milik kelompok zionis Eropa yang tidak memiliki hubungan leluhur dengan Palestina.

Dari sudut pandang hukum internasional, ‘hak pertahanan’ tidak berlaku bagi ‘Israel’ karena negara Zionis adalah kekuatan pendudukan dan agresif yang melakukan praktek apartheid dan pembersihan etnis.

Salah seorang pakar, Sayid Tenorio, menyatakan jika perlawanan rakyat Palestina terhadap pendudukan bukanlah terorisme melainkan hak pertahanan yang sah.

Baca Juga: Banyak Warga Tidak Punya Tempat Tinggal, Pakar Sebut Tidak Ada yang Menginginkan Auschwitz Lagi di Gaza

“Ini didasarkan pada Hukum Internasional dan Humaniter, Piagam PBB dan Resolusi PBB,” katanya.

Tenorio menekankan itu menegaskan kembali legitimasi perjuangan rakyat Palestina untuk melepaskan diri dari dominasi kolonial dan penaklukan asing dengan segala cara.

“Termasuk juga perjuangan bersenjata, baik dengan batu, senapan atau roket dan drone,” ujarnya.

Baca Juga: Perang Belum Berakhir, UNICEF Sebut Kaum Anak di Gaza Tidak Hanya Mengalami Cedera Namun Juga Kehilangan Segalanya

Dia membeberkan jika Hamas bukanlah sebuah gerakan teroris melainkan sebuah partai politik yang memiliki keberadaan legal yang diakui rakyat Palestina dan dunia internasional.

“Perlawanan bersenjata terhadap pendudukan Zionis adalah hak yang tidak boleh dilepaskan oleh rakyat Palestina dan ini merupakan hak sah warga Palestina,” ucapnya.

Dikatakannya jika hak tersebut adalah terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang berulang-ulang, serta kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan oleh Israel selama 75 tahun terakhir.

Baca Juga: Israel Gencar Menyerang, Ini Alasan Kenapa Israel Begitu Peduli dalam Menekan Solidaritas Palestina di Universitas Barat

“Dengan atau tanpa persetujuan media pro-Israel, rakyat Palestina mempunyai hak sah untuk hidup dan melawan pendudukan Zionis dan apartheid dengan segala cara dan metode yang mungkin dilakukan, termasuk senjata,” jelasnya. (*/Mey)

 

...

Artikel Terkait

wave
Perang Masih Belum Berakhir, Apakah Perang Gaza Menjadi Titik Balik Hubungan Yordania dan Penjajah Israel?

Berikut ini merupakan analisis dan pemaparan apakah perang Gaza menjadi titik balik untuk hubungan Yordania dan Israel.

AS Sebut Jalur Gaza dan Tepi Barat Harus Disatukan Kembali, Netanyahu Ungkap Tidak Akan Ada Otoritas Palestina di Gaza Sama Sekali Setelah Perang

PM Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan tidak akan ada Otoritas Palestina sama sekali di Gaza setelah perang selesai.

Protes Berbagai Pihak Tidak Diindahkan, PBB Perkirakan Skenario Lebih Buruk Ketika Penjajah Israel Hentikan Bantuan untuk Gaza

PBB dilaporkan memperkirakan skenario yang lebih buruk dan lebih mengerikan jika bantuan untuk Gaza dihentikan oleh Israel.

Agresi Masih Belum Berhenti, Ini Bagaimana Penjajah Israel Mengotomatiskan Pendudukan Palestina

Berikut ini adalah bagaimana Israel mengotomatiskan pendudukan Palestina yang dikatakan mencengkeram kebebasan rakyat Palestina.

Kembali Lanjutkan Serangan, Seorang Asisten Profesor Sebut Lelucon Kemanusiaan sedang Dimainkan oleh Penjajah Israel di Gaza

Seorang asisten profesor, Yara M.Asi, menyatakan lelucon kemanusiaan sedang dimainkan oleh Israel di Gaza, Palestina.

Berita Terkini

wave

Gencar Usut Dugaan Pungli Barcode Solar Petani, Jurnalis Malah Diancam Polisikan oleh Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong

Bukannya Tertibkan Administrasi, Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong Malah Serang Balik Pers Pakai Ancaman Lapor Polisi.

Jaringan Gurita Barcode Solar Bersubsidi, "Uang Pelicin" Diduga Jadi Budaya di Dinas TPHP Parigi Moutong

Bisnis barcode dinas TPHP Parigi moutong diduga sudah sejak lama menggurita, praktek pungli penerbitan barcode disebut sudah menjadi budaya.

Bau Menyengat Transaksi Barcode Solar: Sektor Pertanian Parigi Moutong Kembali Digerogoti Oknum

Dugaan permainan dalam penerbitan barcode solar untuk petani di Parigi moutong, disebut menjadi ladang cuan oknum pejabat.

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.


See All
; ;