Serangan Udara Penjajah Israel Sebabkan Kerusakan Parah pada Beberapa Bangunan di Universitas Lebanon

Ket. Foto: Serangan Udara Penjajah Israel Mengakibatkan Kerusakan Parah pada Universitas Lebanon
Ket. Foto: Serangan Udara Penjajah Israel Mengakibatkan Kerusakan Parah pada Universitas Lebanon Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Media pemerintah melaporkan serangan udara penjajah Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, menyebabkan kerusakan parah pada beberapa bangunan di Universitas Lebanon.

Kantor Berita Nasional pada hari Sabtu, tanggal 9 November 2024, mengatakan beberapa bangunan fakultas dan laboratorium di kampus Rafik Hariri di daerah Hadath mengalami kerusakan yang parah.

“Institusi ini akan tetap tanggauh dalam menghadapi mesin perang penjajah Israel,” ujar Bassam Badran, yang merupakan Presiden Universitas tersebut.

Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Dilaporkan Menyerbu Desa Marda di Tepi Barat yang Diduduki

Dia menambahkan serangan-serangan ini tidak akan menghalangi mereka untuk melanjutkan misi pendidikan dan juga pelayanan masyarakat.

Badran menyebutkan universitas itu memulai tahun akademik 2024-2025 beberapa hari yang lalu, menawarkan pembelajaran jarak jauh di semua cabang dan juga institutnya.

Kampus Rafik Hariri merupakan salah satu kompleks terbesar Universitas Lebanon yang menampung banyak fakultas, termasuk sains, teknik, farmasi, kedokteran, dan yang lainnya.

Baca Juga:
Penjajah Israel Loloskan Undang-Undang yang Izinkan Penahanan Anak-Anak Palestina di Bawah Usia 14 Tahun

Kampanye udara besar-besaran penjajah Israel di Lebanon telah berlangsung sejak akhir September terhadap apa yang diklaimnya sebagai target Hizbullah, sebuah peningkatan dalam perang lintas perbatasan selama setahun sejak dimulainya perang Gaza.

Hingga kini, lebih dari 3.100 orang tewas dan lebih dari 13.800 orang terluka dalam serangan penjajah Israel sejak bulan Oktober 2024.

Hal tersebut disampaikan oleh otoritas kesehatan Lebanon.

Baca Juga:
Tentara Penjajah Israel Memanggil Ratusan Guru Sekolah untuk Berperang di Gaza dan Lebanon

Penjajah Israel melancarkan serangan ke Lebanon selatan pada tanggal 1 Oktober 2024.

Antony Blinken, yang merupakan Menteri Luar Negeri AS, dan mitranya dari Uni Emirat Arab, Abdullah bin Zayed Al Nahyan, membahas peningkatan upaya untuk mencapai gencatan senjata di Jalur Gaza dan Lebanon lewat panggilan telepon pada hari Sabtu, tanggal 9 November 2024, waktu setempat.

Al Nahyan dan Blinken bertukar pandangan mengenai perkembangan terkini di Timur Tengah, khususnya situasi kemanusiaan di Jalur Gaza.

Baca Juga:
Seorang Pria Palestina dengan Down Syndrome Terluka Parah dalam Serangan Pesawat Nirawak Penjajah Israel di Tepi Barat

Hal tersebut disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri UEA dalam sebuah pernyataan.

Kemenlu UEA melanjutkan panggilan telepon itu difokuskan pada upaya mengintensifkan untuk mencapai gencatan senjata segera dan mengakhiri bencana kemanusiaan di Jalur Gaza dan perkembangan terkini di Lebanon. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Pasukan Penjajah Israel Dilaporkan Menyerbu Desa Marda di Tepi Barat yang Diduduki

Desa Marda di sebelah utara kota Salfit, Tepi Barat, diserbu oleh pasukan pendudukan penjajah Israel sambil menembakkan bom suar.

Penjajah Israel Loloskan Undang-Undang yang Izinkan Penahanan Anak-Anak Palestina di Bawah Usia 14 Tahun

Undang-Undang yang mengizinkan penahanan anak di bawah umur Palestina di bawah usia 14 tahun diloloskan penjajah Israel.

Tentara Penjajah Israel Memanggil Ratusan Guru Sekolah untuk Berperang di Gaza dan Lebanon

Ratusan guru sekolah telah dipanggil oleh tentara pendudukan penjajah Israel untuk berperang di Jalur Gaza dan Lebanon.

Seorang Pria Palestina dengan Down Syndrome Terluka Parah dalam Serangan Pesawat Nirawak Penjajah Israel di Tepi Barat

Dalam serangan pesawat nirawak penjajah Israel di Tepi Barat, seorang pria Palestina dengan down syndrome terluka parah.

Brigade Al-Qassam Membunuh dan Melukai Tentara Penjajah Israel dalam Serangan di Jalur Gaza Utara

Tentara penjajah Israel dibunuh dan dilukai oleh Brigade Al-Qassam dalam serangan di Jalur Gaza bagian utara, Palestina.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;