Brigade Al-Qassam Umumkan Menargetkan dan Menghancurkan 5 Tank Penjajah Israel di Jalur Gaza Utara

Ket. Foto: Brigade Al-Qassam Menargetkan dan Menghancurkan 2 Tank Penjajah Israel
Ket. Foto: Brigade Al-Qassam Menargetkan dan Menghancurkan 2 Tank Penjajah Israel Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Sayap bersenjata Hamas, Brigade Al-Qassam, mengumumkan bahwa mereka telah menargetkan dan menghancurkan 5 tank tentara penjajah Israel di Jalur Gaza utara, yang telah dilanda perang genosida penjajah Israel selama lebih dari 15 bulan.

Dalam sebuah pernyataan, Brigade Al-Qassam menyampaikan para pejuangnya menargetkan tank Merkava dengan alat peledak di daerah Al-Saftawi, sebelah barat Kamp Pengungsi Jabalia.

Dalam perrnyataan yang kedua, Brigade Al-Qassam menyebutkan para pejuangnya menargetkan 4 tank lagi dalam alat peledak di kota Jabalia timur.

“Para pejuang kami menargetkan helikopter Apache penjajah Israel dengan roket SAM di timur Kamp Pengungsi Al-Bureij di Jalur Gaza tengah,” kata mereka dalam pernyataan terpisah.

Baca Juga:
Serangan Pemukim Penjajah Israel di Tepi Barat Sebabkan Seorang Pria Tua Palestina Menderita Cedera Kepala

Tentara penjajah Israel belum mengomentari pernyataan Hamas.

Sementara itu, negara Malaysia diketahui dengan tegas memberikan kutukanm serangan penjajah Israel yang terus-menerus dan terarah terhadap warga sipil di Jalur Gaza.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri menyampaikan penargetan rumah sakit secara sengaja, termasuk dengan serangan dahsyat terbaru di Rumah Sakit Kamal Adwan, tempat pasien dan staf medis dipindahkan secara paksa, jelas melanggar hukum humaniter internasional dan resolusi PBB.

“Serangan udara yang tidak henti-hentinya, evakuasi paksa, dan penargetan sistematis wilayah pemukiman dan zona aman yang ditetapkan adalah tindakan genosida yang jelas,” tutur pernyataan tersebut.

Baca Juga:
Aktivis Desak Kongres AS untuk Loloskan Undang-Undang yang Larang Penggunaan Istilah Tepi Barat

Ditambahkan juga bahwa taktik penghalang Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah menghambat kemajuan yang berarti dalam negosiasi gencatan senjata dan memperburuk penderitaan warga Palestina.

Kementerian itu mengimbau masyarakat internasional untuk melaksanakan tanggung jawab kolektif dalam mengakhiri kekejaman serta melindungi kehidupan warga sipil.

“Perdamaian, keadilan, dan penghormatan terhadap hukum internasional harus ditegakkan dimana pun,” ungkap pernyataan tersebut yang menyerukan diakhirinya segera pendudukan wilayah Palestina dan memastikan keanggotaan sah Palestina di PBB.

Hingga kini, perang penjajah Israel di Jalur Gaza telah menewaskan lebih dari 45.550 korban dengan mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Serangan Pemukim Penjajah Israel di Tepi Barat Sebabkan Seorang Pria Tua Palestina Menderita Cedera Kepala

Seorang pria tua Palestina menderita cedera kepala setelah diserang oleh pemukim penjajah Israel di Tepi Barat di selatan Hebron.

Aktivis Desak Kongres AS untuk Loloskan Undang-Undang yang Larang Penggunaan Istilah Tepi Barat

Kongres AS didesak oleh para aktivis untuk meloloskan UU yang melarang penggunaan istilah Tepi Barat dalam pernyataan resmi AS.

Pasukan Penjajah Israel Membakar Rumah-Rumah di Sekitar RS Al-Awda di Jalur Gaza Utara

Rumah-rumah di sekitar RS Al-Awda yang terletak di Jalur Gaza utara dibakar oleh penjajah Israel melalui pesawat tak berawak.

2 Mayat Warga Palestina Ditemukan setelah Serangan Penjajah Israel di Jalur Gaza Selatan

Badan Pertahanan Sipil mengatakan tim mereka menemukan 2 mayat warga Palestina setelah serangan penjajah Israel di Gaza selatan.

Sebabkan 2 Orang Tewas, Serangan Pesawat Nirawak Penjajah Israel Hantam Kawasan Remal di Kota Gaza

Serangan pesawat tak berawak penjajah Israel menghantam kawasan Remal yang terletak di Kota Gaza dan menyebabkan 2 orang tewas.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;