1 Keluarga Beranggotakan 15 Orang Hilang di bawah Reruntuhan Bangunan di Kota Gaza

Ket. Foto: 1 Keluarga Masih Hilang di bawah Reruntuhan Bangunan di Kota Gaza
Ket. Foto: 1 Keluarga Masih Hilang di bawah Reruntuhan Bangunan di Kota Gaza Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Menurut laporan, di sebelah barat laut Kota Gaza, 1 keluarga masih hilang dan terjebak di bawah reruntuhan pada tanggal 5 Januari 2025 waktu setempat.

Pertahanan sipil berusaha semaksimal mungkin untuk mengeluarkan jenazah dari bawah reruntuhan tetapi hanya 4 anggota keluarga yang berhasil diselamatkan.

“Diperkirakan ada sedikitnya 15 anggota keluarga dalam 1 keluarga di bawah bangunan 3 lantai yang rata dengan tanah,” ujar laporan tersebut.

Serangan berulang ini, yang disengaja terhadap keluarga, terus terjadi, menyebabkan lebih banyak tragedi di kalangan warga Palestina.

Baca Juga:
Seorang Dokter Gaza Kembali Bekerja setelah Diamputasi Menyusul Serangan Penjajah Israel

Di sisi lain, beberapa hari terakhir mengingatkan pada hari-hari awal perang genosida di Jalur Gaza.

Lebih dari 200 orang telah tewas dalam 3 hari terakhir akibat serangan yang terus berlanjut terhadap bangunan tempat tinggal, terhadap kelompok orang yang berkumpul di jalan, di pasar atau di dalam tempat penampungan mereka.

Sebelumnya, lebih dari 60 orang tewas. Ini bertentantan dengan pernyataan penjajah Israel yang mengklaim target mereka adalah anggota Hamas.

Semua orang melihat wanita dan anak-anak menjadi korban paling banyak.

Baca Juga:
Brigade Al-Qassam Umumkan Menargetkan dan Menghancurkan 5 Tank Penjajah Israel di Jalur Gaza Utara

Selain itu, pasukan penjajah Israel juga menyerang sekelompok orang di depan pusat evakuasi di Kamp Pengungsi Bureij yang merupakan sekolah UNRWA yang sedang membeli makana malam di toko falafel atau membeli minuman.

Serangan pesawat tak berawak itu menewaskan 4 orang dan melukai banyak orang lainnya.

Rumah sakit juga kewalahan. Di unit gawat darurat Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa, orang-orang ditinggalkan di lantai dan yang lainnya menunggu untuk dimasukkan ke ruang operasi.

Saat giliran mereka tiba, semuanya telah terlambat, mereka telah kehabisan darah. Luka bakar yang diderita cukup parah dan tidak ada obat pereda nyeri yang tersedia di rumah sakit.

Baca Juga:
Serangan Pemukim Penjajah Israel di Tepi Barat Sebabkan Seorang Pria Tua Palestina Menderita Cedera Kepala

Kematian yang senyap juga terjadi. Dalam beberapa pekan terakhir, karena serangan yang terus berlangsung, orang-orang meninggal secara diam-diam dikarenakan kurangnya pasokan medis. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Seorang Dokter Gaza Kembali Bekerja setelah Diamputasi Menyusul Serangan Penjajah Israel

Setelah diamputasi dan dipasangi kaki palsu, seorang dokter Palestina bernama Khaled al-Saidi dikabarkan kembali bekerja di rumah sakit.

Brigade Al-Qassam Umumkan Menargetkan dan Menghancurkan 5 Tank Penjajah Israel di Jalur Gaza Utara

2 tank yang merupakan penjajah Israel diketahui ditargetkan dan dihancurkan oleh sayap bersenjata Hamas, Brigade Al-Qassam, di Gaza utara.

Serangan Pemukim Penjajah Israel di Tepi Barat Sebabkan Seorang Pria Tua Palestina Menderita Cedera Kepala

Seorang pria tua Palestina menderita cedera kepala setelah diserang oleh pemukim penjajah Israel di Tepi Barat di selatan Hebron.

Aktivis Desak Kongres AS untuk Loloskan Undang-Undang yang Larang Penggunaan Istilah Tepi Barat

Kongres AS didesak oleh para aktivis untuk meloloskan UU yang melarang penggunaan istilah Tepi Barat dalam pernyataan resmi AS.

Pasukan Penjajah Israel Membakar Rumah-Rumah di Sekitar RS Al-Awda di Jalur Gaza Utara

Rumah-rumah di sekitar RS Al-Awda yang terletak di Jalur Gaza utara dibakar oleh penjajah Israel melalui pesawat tak berawak.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;