Pejabat PBB Sebut Diperlukan Lebih Banyak Dana untuk Gaza Guna Mempertahankan Aliran Bantuan

Ket. Foto: PBB Menyampaikan Gaza Memerlukan Lebih Banyak Dana untuk Mempertahankan Aliran Bantuan
Ket. Foto: PBB Menyampaikan Gaza Memerlukan Lebih Banyak Dana untuk Mempertahankan Aliran Bantuan Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Muhannad Hadi, pejabat PBB yang merupakan koordinator kemanusiaan PBB untuk wilayah Palestina yang diduduki, mengatakan kekurangan dana dapat memengaruhi kemampuan PBB untuk mempertahankan aliran bantuan pada tingkat target sepanjang kesepakatan gencatan senjata Gaza.

Muhannad Hadi menyampaikan kepada media pada tanggal 24 Januari 2025 waktu setempat bahwa dia sangat senang dengan bagaimana beberapa hari pertama berjalan tetapi dia juga melihat pendanaan sebagai suatu kekhawatiran.

Menurut data PBB, pengiriman harian melonjak sepuluh kali lipat sejak kesepakatan gencatan senjata hari Minggu melampaui target 600 truk per hari.

“Kami membutuhkan pendanaan segera untuk memastikan bahwa kami terus menyediakan bantuan selama 42 hari tetapi juga setelah 42 hari, karena kami berharap dapat beralih dari tahap pertama ke tahap kedua,” ujarnya.

Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Mengepung dan Menembaki Rumah di Kota Qabatiya Tepi Barat

Dia menggambarkan pemandangan kegembiraan dan kelegaan yang tersebar luas di wilayah Jalur Gaza dengan banyak orang yang tersenyum dan bersemangat untuk kembali ke sisa-sisa rumah mereka dan mencari pekerjaan.

“Saya telah menerima pesan yang jelas dari masyarakat, mereka tidak ingin terus bergantung pada bantuan kemanusiaan,” ucapnya.

Dia menambahkan mereka ingin membangun kembali kehidupan mereka. Kita tidak boleh mengecewakan mereka.

PBB sedang mencari dana sebesar 4,1 miliar USD untuk wilayah Palestina yang diduduki tahun ini, dengan hampir 90 persen akan diberikan ke Jalur Gaza dan sekitar 10 persen ke Tepi Barat.

Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Dilaporkan Menghancurkan Fasilitas SOS Children’s Village di Rafah Jalur Gaza

Saat ini, baru 3,6 persen yang didanai.

Di sisi lain, sejauh ini, banyak truk yang diizinkan untuk masuk ke Jalur Gaza selama gencatan senjata telah memasuki wilayah tengah dan selatan Jalur Gaza.

Untuk saat ini, truk-truk tersebut akan memasuki gudang-gudang yang tersebar di seluruh wilayah Deir el-Balah, Khan Younis, dan bagian barat Rafah, sebagai persiapan untuk titik-titik distribusi yang akan didirikan dalam beberapa hari mendatang.

Tetapi menemukan tempat yang cukup untuk menyimpan bantuan sangatlah sulita dan menjadi masalah besar.

Baca Juga:
Warga Palestina Temukan Sejumlah Barang Milik Mantan Pemimpin Hamas Yahya Sinwar yang Tewas Dibunuh

Militer penjajah Israel telah menghancurkan banyak infrastruktur di Jalur Gaza termasuk gudang dan tempat penyimpanan yang besar.

Oleh karena itu, banyak truk yang menghabiskan waktu berjam-jam menunggu area yang disiapkan agar dapat membongkar muatan. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Pasukan Penjajah Israel Mengepung dan Menembaki Rumah di Kota Qabatiya Tepi Barat

Rumah yang terletak di Qabatiya, Tepi Barat, dilaporkan dikepung dan ditembaki oleh pasukan pendudukan penjajah Israel.

Pasukan Penjajah Israel Dilaporkan Menghancurkan Fasilitas SOS Children’s Village di Rafah Jalur Gaza

Fasilitas SOS Children’s Village yang melayani anak-anak tanpa pengasuhan orang tua ditemukan hancur setelah perang Gaza.

Warga Palestina Temukan Sejumlah Barang Milik Mantan Pemimpin Hamas Yahya Sinwar yang Tewas Dibunuh

Sejumlah barang milik Yahya Sinwar, mantan pemimpin Hamas yang dibunuh penjajah Israel, ditemukan oleh warga Palestina.

Kementerian Kesehatan Gaza Sebut Tidak Ada Rumah Sakit yang Beroperasi Penuh di Jalur Gaza

Disebutkan Kementerian Kesehatan Gaza bahwa tidak ada rumah sakit yang beroperasi penuh di Jalur Gaza, Palestina.

Pemukim Penjajah Israel Bertopeng Serbu Desa Palestina dan Melukai Sedikitnya 12 Orang

Desa Palestina Jinsafut dan Funduq di dekat Yerusalem diserbu oleh pemukim penjajah Israel yang mengenakan topeng.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;