Seorang Komandan Hamas yang Sebelumnya Dilaporkan Tewas Muncul Kembali dalam Keadaan Hidup

Ket. Foto: Seorang Komandan Hamas Muncul Kembali dalam Keadaan Hidup setelah sebelumnya Dilaporkan Tewas
Ket. Foto: Seorang Komandan Hamas Muncul Kembali dalam Keadaan Hidup setelah sebelumnya Dilaporkan Tewas Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Seorang komandan Hamas, Hussein Fayyad, yang sebelumnya dilaporkan tewas oleh militer penjajah Israel setelah operasi di Jabalia pada bulan Mei 2024 tampaknya telah muncul kembali dalam keadaan hidup.

Media penjajah Israel melaporkan pada 24 Januari 2025 waktu setempat bahwa Hussein Fayyad, yang diduga merupakan seorang komandan Batalyon Beit Hanoon, terlihat hidup dalam sebuah video, menghadiri pemakaman di Jalur Gaza utara di mana dia menyampaikan pidato tentang kemenangan atas penjajah Israel dalam perang itu.

“Jalur Gaza muncul sebagai pemenang yang tidak terkalahkan dan dengan kepala tegak,” katanya.

Intelijen militer penjajah Israel sebelumnya melaporkan Fayyad telah terbunuh di sebuah terowongan di Jabalia.

Baca Juga:
Pejabat PBB Sebut Diperlukan Lebih Banyak Dana untuk Gaza Guna Mempertahankan Aliran Bantuan

Penjajah Israel menyalahkan Komandan Hamas atas serangan roket selama perang di Jalur Gaza dan di pemukiman penjajah Israel di dekat perbatasan dengan Jalur Gaza.

Tentara penjajah Israel mengakui bahwa informasi intelijennya tentang kematian Fayyadh tidak akurat.

Di sisi lain, keluarga tawanan penjajah Israel menuntut penerapan kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza.

Menurut media penjajah Israel, keluarga tawanan penjajah Israel yang ditahan di Jalur Gaza telah mendesak pemerintah penjajah Israel untuk segera bertindak guna memastikan pemulangan semua tawanan.

Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Mengepung dan Menembaki Rumah di Kota Qabatiya Tepi Barat

Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan di Tel Aviv, Ella Ben Ami, yang ayahnya menjadi salah satu tawanan tersebut, mengatakan keluarga akan berjuang hingga tawanan terakhir dibebaskan.

“Ketika saya mendengar perdana menteri saya dan para menteri di bawahnya, saya dipenuhi dengan kecemasan bahwa ini tidak akan menjadi kesepakatan semua orang,” ujarnya.

Pernyataan tersebut muncul menjelang tahap kedua kesepakatan pembebasan tawanan. 3 warga penjajah Israel dibebaskan pada tahap pertama awal bulan ini.

Di sisi lain, pasukan penjajah Israel telah mendirikan 898 pos pemeriksaan dan gerbang militer di luar desa, kota kecil, dan kota besar Palestina di Tepi Barat.

Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Dilaporkan Menghancurkan Fasilitas SOS Children’s Village di Rafah Jalur Gaza

Amir Daoud, Direktur Jenderal Publikasi dan Dokumentasi di Komisi Perlawanan Tembok dan Pemukiman, menyampaikan kepada media bahwa dari 898 penghalang militer dan gerbang besi, 18 gerbang besi dipasang oleh pendudukan penjajah Israel sepanjang tahun ini. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Pejabat PBB Sebut Diperlukan Lebih Banyak Dana untuk Gaza Guna Mempertahankan Aliran Bantuan

Lebih banyak dana diperlukan untuk Jalur Gaza guna mempertahankan aliran bantuan agar tetap mengalir ke wilayah mereka.

Pasukan Penjajah Israel Mengepung dan Menembaki Rumah di Kota Qabatiya Tepi Barat

Rumah yang terletak di Qabatiya, Tepi Barat, dilaporkan dikepung dan ditembaki oleh pasukan pendudukan penjajah Israel.

Pasukan Penjajah Israel Dilaporkan Menghancurkan Fasilitas SOS Children’s Village di Rafah Jalur Gaza

Fasilitas SOS Children’s Village yang melayani anak-anak tanpa pengasuhan orang tua ditemukan hancur setelah perang Gaza.

Warga Palestina Temukan Sejumlah Barang Milik Mantan Pemimpin Hamas Yahya Sinwar yang Tewas Dibunuh

Sejumlah barang milik Yahya Sinwar, mantan pemimpin Hamas yang dibunuh penjajah Israel, ditemukan oleh warga Palestina.

Kementerian Kesehatan Gaza Sebut Tidak Ada Rumah Sakit yang Beroperasi Penuh di Jalur Gaza

Disebutkan Kementerian Kesehatan Gaza bahwa tidak ada rumah sakit yang beroperasi penuh di Jalur Gaza, Palestina.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;