Seorang Anak Palestina Dibunuh oleh Pasukan Penjajah Israel di Timur Rafah Selatan Jalur Gaza

Ket. Foto: Seorang Anak Palestina Tewas di Timur Rafah
Ket. Foto: Seorang Anak Palestina Tewas di Timur Rafah Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Seorang anak Palestina tewas pada hari Rabu pagi, tanggal 19 Februari 2025 waktu setempat oleh pasukan penjajah Israel di daerah al-Matar, timur Rafah, selatan Jalur Gaza.

Sumber-sumber medis mengumumkan bahwa jumlah korban tewas di Jalur Gaza telah meningkat menjadi 48.291 orang dengan sebagian besar di antaranya adalah anak-anak dan wanita sejak dimulainya agresi penjajah Israel di bulan Oktober 2023.

Di sisi lain, Hamas mengusulkan semua tawanan yang masih berada di Jalur Gaza sekaligus sebagai ganti gencatan senjata abadi dan penarikan penuh tentara penjajah Israel dari wilayah Jalur Gaza.

Dalam sebuah pernyataan pada tanggal 19 Februari 2025 waktu setempat, juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menguraikan visi Hamas untuk tahap kedua dari kesepakatan gencatan senjata yang mencakup pertukaran yang diusulkan.

Baca Juga:
Penjajah Israel Menyerbu Halaman Masjid Al Aqsa di bawah Perlindungan Pasukan Penjajah Israel

“Kami siap untuk tahap kedua dari kesepakatan gencatan senjata di mana para tahanan akan dipertukarkan sekaligus dengan kriteria tercapainya kesepakatan yang mengarah pada gencatan senjata permanen dan penarikan penuh dari Jalur Gaza,” katanya.

Hamas juga menolak seruan penjajah Israel agar penjajah Israel melucuti senjatanya dan mengusirnya dari Jalur Gaza.

Dia menambahkan syarat pendudukan untuk mengusir Hamas dari Jalur Gaza adalah perang psikologis yang tidak masuk akal dan penarikan atau pelucutan senjata perlawanan dari Jalur Gaza tidak dapat diterima.

Dia juga menanggapi keputusan Hamas untuk menambah jumlah tawanan yang akan dibebaskan selama pertukaran tawanan berikutnya pada hari Sabtu dari 3 menjadi 6.

Baca Juga:
Penjajah Israel Menyerang Rumah dan Properti Warga Palestina di Provinsi Nablus

Keputusan itu diumumkan oleh pemimpin Hamas, Khalil al-Hayya, sehari sebelumnya dalam upaya yang tampaknya dilakukan untuk mempercepat pelaksanaan tahap kedua kesepakatan itu.

“Penggandaan jumlah tahanan yang akan dibebaskan dilakukan sebagai respons atas permintaan mediator dan untuk membuktikan keseriusan kami dalam melaksanakan semua ketentuan perjanjian,” ungkapnya.

Usulan itu muncul setelah Donald Trump menentang pembebasan bertahap setiap minggu terhadap tawanan yang diambil dari penjajah Israel dan setelah keluarga dari mereka yang tersisa di Jalur Gaza menyerukan agar mereka semua dibebaskan bersama-sama. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Penjajah Israel Menyerbu Halaman Masjid Al Aqsa di bawah Perlindungan Pasukan Penjajah Israel

Halaman Masjid Al Aqsa diserbu oleh penjajah Israel yang melakukannya di bawah perlindungan pasukan pendudukan penjajah Israel.

Penjajah Israel Menyerang Rumah dan Properti Warga Palestina di Provinsi Nablus

Rumah dan properti warga Palestina di Desa Duma, Aqraba, dan Jurish di Provinsi Nablus diserang oleh para penjajah Israel.

Militer Penjajah Israel Gunakan Seorang Pria Palestina Berusia 80 Tahun Sebagai Tameng Manusia di Jalur Gaza

Seorang pria Palestina yang berusia 80 tahun digunakan oleh militer penjajah Israel sebagai tameng manusia di Jalur Gaza.

Usut Kasus Penembakan APMM terhadap Pekerja Migran Indonesia, Mendagri Malaysia Ungkap Fakta Baru

Kasus penembakan APMM terhadap PMI di Selangor sedang diselidiki untuk mengetahui pelanggaran prosedur dan hukum lebih dalam.

Pasukan Penjajah Israel Menghancurkan Beberapa Rumah di Kamp Pengungsi Nour Shams

Beberapa rumah yang terletak di kamp pengungsi Nour Shams dilaporkan dihancurkan oleh pasukan penjajah Israel.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;