Fadli Zon Geram Garuda dan PLN Utang Menggunung

<p>Foto: Anggota DPR-RI, Fadli Zon.</p>
Foto: Anggota DPR-RI, Fadli Zon.

Berita nasional, gemasulawesiAnggota DPR-RI Fadli Zon mengaku geram dengan Garuda dan PLN miliki utang menggunung hingga terancam bangkrut.

“Utang Garuda mencapai Rp 70 Triliun dan PLN Rp 500 Triliun,” ungkapnya melalui pesan tertulis di Jakarta, Kamis 10 Juni 2021.

Ia mengatakan, saat ini tercatat utang Garuda meningkat sekitar Rp 1 triliun setiap bulannya. Jika Garuda terus menunda pembayaran kepada pemasok atau lessor.

Selain utang menggunung, Garuda juga terlilit kerugian yang cukup besar. Saat ini, operational cost Garuda tiap bulan mencapai USD 150 juta.

“Pendapatan Garuda hanya tinggal USD 50 juta. Artinya, tiap bulan perusahaan pelat merah ini merugi sekitar USD 100 juta,” jelasnya.

Selain Garuda, Fadli Zon juga menyikapi permasalahan keuangan dari PT PLN (Persero). Ia merasa heran PLN bisa mempunyai utang mencapai Rp 500 triliun.

Ia menyebut, enam tahun lalu utang PLN hanya di bawah Rp 20 triliun. Namun, hanya dalam satu periode kekuasaan, meroket menjadi Rp 500 triliun.

Fadli Zon mengakui permasalahan keuangan kedua perusahaan itu juga terimbas pandemi covid 19.

“Pandemi tidak bisa sepenuhnya dijadikan alasan atas menggunungnya utang perusahaan milik negara itu,” tegasnya.

Baca juga: DKP dan Untad Gali Potensi Sidat di Parigi Moutong

Lainnya Merugi, Lima BUMN Malah Sumbang Deviden

Sebanyak lima BUMN berkontribusi dengan memberikan sumbangan dividen kepada negara sebesar Rp 90,6 persen di tahun 2020.

“Secara total, pemerintah mendapatkan setoran dividen sebesar Rp 45 triliun dari BUMN pada 2020,” ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR, Kamis 10 Juni 2021.

Lima BUMN tersebut yakni, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dengan kontribusi sebesar 26,4 persen dari total dividen BUMN. Kemudian, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar 22,2 persen.

Selanjutnya, PT Pertamina (Persero) dengan kontribusi 19,1 persen. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dengan kontribusi 17,8 persen. Serta, PT BNI (Persero) Tbk dengan kontribusi 5,2 persen.

Namun, sumbangan dividen BUMN pada 2020 lalu mengalami penurunan dari tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp 51 Triliun. Hal ini tidak lepas dari dampak pandemi covid-19 yang menekan kinerja perusahaan pelat merah itu. (**)

Baca juga: Kasus PT Garuda Indonesia, KPK Tetapkan Tiga Tersangka Baru

...

Artikel Terkait

wave

Lima BUMN Sumbang Deviden 90,6 Persen ke RI Tahun 2020

Sebanyak lima BUMN sumbang deviden kepada negara sebesar Rp 90,6 persen di tahun 2020, dua BUMN bertutang hingga puluhan triliun rupiah.

Harga Sapi Hidup Diprediksi Naik Jelang Idul Adha

Diprediksi harga sapi hidup akan mengalami kenaikan Rp4.000-Rp5.000 per kilogram jelang Lebaran Idul Adha tahun ini.

PT Asabri Tagih Kemenkeu Hutang 6,4 Triliun Rupiah

PT Asabri tagih Kemenkeu untuk membayar hutang dana Unfunded Past Service Liability atau UPSL mencapai Rp 6,4 Triliun dengan mengirimkan surat

Pembelian Sembako Akan Dikenakan Pajak

Pemerintah berencana mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada pembelian Sembako, dalam draft RUU Perubahan Kelima Atas UU 6 Tahun 1983

Pemerintah Akan Kembali Bubarkan Lembaga Non Struktural

Dipertengahan hingga akhir tahun 2021, akan diajukan ke DPR usulan Lembaga Nonstruktural untuk dibubarkan, untuk birokrasi yang efisien

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;