Viral! Poster ‘All Eyes On Papua’ Ramai Disuarakan di Berbagai Media Sosial, Apa Itu? Begini Makna dan Tujuannya

Ramai poster ‘All Eyes On Papua’ beredar luas di Media Sosial, ini artinya.
Ramai poster ‘All Eyes On Papua’ beredar luas di Media Sosial, ini artinya. Source: Foto/Tiktok @ulin.nuhaaa_

Nasional, gemasulawesi – Sebuah poster yang bertuliskan "All Eyes On Papua" tengah ramai diperbincangkan di media sosial.

Adapun seruan "All Eyes On Papua" itu sendiri merupakan sebuah kampanye yang mendukung perjuangan masyarakat adat Papua dalam mempertahankan hutan adat mereka.

Perjuangan ini mencuat melalui aksi damai yang digelar oleh perwakilan suku Awyu dan suku Moi di depan gedung Mahkamah Agung di Jakarta Pusat. Dari sini lah seruan "All Eyes On Papua" muncul.

Dengan mengenakan busana tradisional, mereka melakukan doa dan ritual adat, didukung oleh mahasiswa Papua dan berbagai organisasi masyarakat sipil.

Baca Juga:
Tuai Pro dan Kontra! Presiden Jokowi Izinkan Ormas Keagamaan untuk Kelola Tambang di Indonesia, Menteri Investasi Tegaskan Hal Ini

Masyarakat adat suku Awyu dan suku Moi berharap agar Mahkamah Agung memberikan putusan yang melindungi hutan adat mereka.

"Kami datang menempuh jarak yang jauh, rumit, dan mahal dari Tanah Papua ke Ibu Kota Jakarta, untuk meminta Mahkamah Agung memulihkan hak-hak kami yang dirampas dengan membatalkan izin perusahaan sawit yang kini tengah kami lawan ini," ujar Hendrikus Woro, pejuang lingkungan hidup dari suku Awyu.

Saat ini, masyarakat adat suku Awyu di Boven Digoel, Papua Selatan, dan suku Moi di Sorong, Papua Barat Daya, tengah terlibat dalam gugatan hukum melawan pemerintah dan perusahaan sawit untuk mempertahankan hutan adat mereka. Gugatan mereka kini telah mencapai tahap kasasi di Mahkamah Agung.

Hendrikus Woro menggugat Pemerintah Provinsi Papua karena mengeluarkan izin kelayakan lingkungan hidup untuk PT Indo Asiana Lestari (IAL), yang memiliki izin lingkungan seluas 36.094 hektare di hutan adat marga Woro, bagian dari suku Awyu.

Baca Juga:
Mengenai Putusan MA, Pengamat Ungkap Diduga Telah Disiapkan Sejak Lama untuk Memberi Jalan Kaesang Pangarep di Pilkada 2024

Gugatan Hendrikus sebelumnya ditolak di pengadilan tingkat pertama dan kedua.

Kini, kasasi di Mahkamah Agung menjadi harapan terakhirnya untuk mempertahankan hutan adat yang menjadi warisan leluhurnya.

Selain itu, masyarakat adat Awyu juga mengajukan kasasi atas gugatan terhadap PT Kartika Cipta Pratama dan PT Megakarya Jaya Raya, dua perusahaan sawit yang berencana berekspansi di Boven Digoel. Perusahaan-perusahaan ini sebelumnya menang dalam banding di Pengadilan Tinggi TUN Jakarta setelah kalah di PTUN Jakarta.

Perwakilan masyarakat adat Moi Sigin juga tengah berjuang melawan PT Sorong Agro Sawitindo (SAS) yang berencana membuka 18.160 hektare hutan adat Moi Sigin untuk perkebunan sawit.

Baca Juga:
Sempat Viral Usai Kejar-Kejaran dengan Petugas, Pengemudi Pajero Sport Berplat Palsu Berhasil Diamankan, Dijerat UU ITE

Setelah pemerintah pusat mencabut izin pelepasan kawasan hutan PT SAS, perusahaan tersebut menggugat pemerintah ke PTUN Jakarta.

Masyarakat adat Moi Sigin kemudian mengajukan diri sebagai tergugat intervensi dan kini kasus tersebut dalam tahap kasasi di Mahkamah Agung.

Hutan adat bagi masyarakat Awyu dan Moi adalah sumber kehidupan, pangan, obat-obatan, serta budaya dan pengetahuan.

Kehadiran perusahaan sawit dikhawatirkan akan merusak hutan tersebut, yang juga merupakan habitat bagi flora dan fauna endemik Papua serta penyimpan cadangan karbon besar.

Baca Juga:
Kembali Melakukan Serangan, Pasukan Penjajah Israel Dikabarkan Menghancurkan Pusat Dialisis di Rumah Sakit Indonesia

Operasi PT IAL dan PT SAS berpotensi memicu deforestasi dan melepaskan 25 juta ton CO2e ke atmosfer, memperparah krisis iklim.

"Kami meminta Mahkamah Agung cermat memeriksa perkara gugatan suku Awyu dan Moi, melihat kepentingan perlindungan lingkungan dan hak-hak masyarakat adat," kata Tigor Hutapea, anggota tim kuasa hukum suku Awyu dan Moi.

Perjuangan suku Awyu dan Moi mendapatkan dukungan luas dari Koalisi Selamatkan Hutan Adat Papua dan Greenpeace Indonesia, yang mengajak publik untuk terus mendukung upaya penyelamatan hutan Papua. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Serukan Penyelamatan Hutan Adat Papua yang Mulai Dirampas, Suku Awyu dan Moi Gelar Aksi Damai di Mahkamah Agung

Gelar aksi damai di Mahkamah Agung, Suku Awyu dan Moi menyuarakan penyelamatan hutan adat Papua yang kini mulai dirampas.

Viral di Media Sosial! Pemuda di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya Ini Rusak Mesin ATM Gegara Tak Bisa Mengambil Uang, Begini Kronologinya

Momen pria di Sorong, Papua Barat Daya yang rusak mesin ATM ini viral di media sosial. Padahal uang tak bisa diambil karena saldo kosong.

Situasi Keamanan Masih Relatif Dinamis, Hadi Tjahjanto Sebut Penyelenggaraan Pilkada di Papua Perlu Menjadi Perhatian Khusus

Menko Polhukam, Hadi Tjahjanto, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Pilkada di Papua perlu menjadi perhatian khusus.

Sosok Jose Nerotou, Siswa Kelas 6 SD di Jayapura Papua Ini Jadi Sorotan Gegara Isi Mata Kuliah Kalkulus di Universitas Cenderawasih

Viral di media sosial. Jose Nerotou, siswa kelas 6 SD Jayapura yang mengisi mata kuliah di Universitas Cenderawasih ini bikin kagum.

Menguak Pesona Air Terjun Kiti Kiti, Intiplah Destinasi Wisata Eksotis dengan Keajaiban Alam di Papua Barat

Menjelajahi keindahan eksotis Air Terjun Kiti Kiti di Papua Barat, destinasi wisata alam yang menawarkan pengalaman tak terlupakan.

Berita Terkini

wave

Dugaan Kerabat Dekat Kasatreskrim Parigi Moutong Terlibat PETI Kebal Hukum, Propam Polda Turun Tangan

Kabid Propam Polda Sulteng Roy Satya Putra, S.I.K. berikan perhatian khusus terkait dugaan skandal Kasatreskrim Parigi moutong, Tarigan.

Dugaan Skandal Bisnis Solar Ilegal Seret Nama Kasatreskrim Parigi Moutong

Nama Kasatreskrim Parigi moutong, Anugerah Tarigan terseret dalam pusaran isu dugaan bisnis solar ilegal.

Berebut Dana Pusat, Kabid SD Ingatkan Masalah Hibah Tanah Hambat Perbaikan Sekolah di Parimo

Ratusan sekolah di Parigi Moutong terancam gagal revitalisasi akibat sengketa lahan. Disdikbud minta kepsek percepat urus dokumen hibah.

Parigi Moutong dan Minahasa Tenggara Rancang Koalisi Pertanian, Fokus ke Inovasi Bibit dan Durian

Wakil Bupati Minahasa Tenggara pimpin rombongan kunker ke Parigi Moutong guna pelajari inovasi pusat bibit dan pengembangan sektor pertanian

Jason Statham Kembali dengan Film Thriller Penuh Aksi Lainnya, Mutiny! Berikut Sinopsisnya

Jason Statham akan kembali dengan film laga thriller baru berjdulu Mutiny, penuh dengan adegan aksi yang mendebarkan


See All
; ;