Terkait Aturan Baru Pembuatan SIM, Polisi Tegaskan Tunggakan BPJS Kesehatan Tak Akan Jadi Penghalang, Begini Aturannya

Ada aturan baru terkait pembuatan SIM, begini kata polisi soal peserta yang masih punya tunggakan BPJS Kesehatan.
Ada aturan baru terkait pembuatan SIM, begini kata polisi soal peserta yang masih punya tunggakan BPJS Kesehatan. Source: Foto/Dok. Humas Polri

Nasional, gemasulawesi - Mulai Juli 2024, Korlantas Polri akan mengharuskan pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM) memiliki BPJS Kesehatan aktif.

Namun, bagaimana nasib peserta BPJS Kesehatan yang memiliki tunggakan pembayaran?

Menurut Kasubdit SIM Ditregident Korlantas Polri, Kombes Pol Heru Sutopo, pemohon SIM yang memiliki tunggakan BPJS Kesehatan masih bisa melanjutkan proses pengurusan dengan beberapa syarat tertentu.

Bagi mereka yang belum mampu melunasi tunggakan secara penuh, Heru mengatakan tersedia opsi cicilan iuran melalui pendaftaran daring.

Baca Juga:
Pro Kontra Nasib Security Plaza Indonesia yang Dipecat Imbas Videonya Saat Memukul Anjing Viral di Media Sosial, Alasannya Cukup Mengejutkan

Cukup dengan bukti pendaftaran dalam program cicilan, pemohon sudah memenuhi syarat untuk pembuatan SIM.

"Kemudian bagi yang belum mampu melunasi, kami juga menyediakan fasilitas kemudahan melalui program cicilan iuran (pendaftaran melalui daring) dan bukti pendaftaran program cicilan iuran sudah cukup menjadi bukti," ujar Heru seperti dikutip pada Sabtu (8/7/2024).

Untuk memeriksa status kepesertaan aktif BPJS Kesehatan, pemohon dapat menggunakan layanan Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) di nomor 08118165165 atau melalui Aplikasi Mobile JKN.

Bagi pemohon yang masih memiliki tunggakan, mereka dapat melampirkan bukti pelunasan tunggakan atau mengikuti Program Rencana Pembayaran Bertahap (REHAB).

Baca Juga:
Misteri Puluhan Kambing Mati yang Ditemukan di Sungai Jurang Jalur Gumitir Jember Banyuwangi Akhirnya Terungkap, Polisi Beberkan Penyebabnya

Kewajiban memiliki BPJS Kesehatan sebagai syarat pengurusan SIM diatur dalam Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia nomor 2 tahun 2023, yang merupakan perubahan atas peraturan tahun 2021 tentang penerbitan dan penandaan SIM.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam rangka memperkuat partisipasi masyarakat dalam program BPJS Kesehatan, Korlantas Polri akan menguji coba aturan baru terkait pembuatan SIM.

Pada periode 1 Juli hingga 30 September 2024, uji coba ini akan dilakukan di tujuh wilayah di Indonesia, antara lain Polda Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Metro Jaya, Kalimantan Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur.

Kasi Binyan Subdit SIM DIT-Regident Korlantas Polri, AKBP Faisal Andri Pratomo, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden yang menegaskan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam BPJS Kesehatan.

Baca Juga:
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemkot Palu dan Aspeta Lakukan Kegiatan Penghijauan agar Lingkungan Semakin Asri

Meskipun demikian, aturan ini tidak akan memberatkan masyarakat.

Sebaliknya, aturan ini bertujuan untuk memastikan bahwa peserta BPJS Kesehatan yang ingin membuat SIM benar-benar aktif dalam program tersebut.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PMK, Nunung Nuryartono, menekankan bahwa implementasi aturan baru ini tidak akan menyulitkan masyarakat. Sebaliknya, aturan ini akan mempercepat proses identifikasi peserta aktif BPJS Kesehatan, sehingga manfaat dari program JKN dapat dirasakan secara lebih luas dan merata.

Dengan adanya opsi cicilan dan program pembayaran bertahap, diharapkan pemohon yang memiliki tunggakan BPJS Kesehatan tetap dapat mengurus SIM mereka tanpa kendala berarti.

Ini juga menunjukkan upaya Korlantas Polri untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat agar tetap mematuhi peraturan tanpa membebani mereka secara berlebihan secara finansial. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Potong Gaji Pekerja Sebanyak 3 Persen! Kemenkeu Janji Peserta Tapera Akan Mendapat Insentif Pajak dan Bantuan Administrasi

Banyak dikeluhkan masyarakat, Kementerian Keuangan berjanji akan memberikan insentif kepada para peserat Tapera.

Ungkap Penyesalannya Terkait Program Tapera yang Kini Tuai Pro dan Kontra, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono: Kenapa Harus Terburu-Buru

Begini kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono terkait program Tapera yang belakangan ini banyak dikeluhkan masyarakat.

Lautan Merah Hitam Padati Kawasan Patung Kuda Gambir! Ribuan Buruh Gelar Demo Tolak Kebijakan Tapera, Ini 5 Tuntutan yang Disampaikan

Selain menolak Tapera, ribuan buruh yang menggelar demo di Istana Negara hari ini juga menuntut 4 hal lainnya, simak apa saja.

Singgung Temuan BPK Terkait Dana dari Ratusan Ribu Pensiunan yang Tidak Jelas, Rieke Diah Pitaloka Minta Kebijakan Tapera Dibatalkan

Rieke Diah Pitaloka menyinggung temuan BPK terkait dana dari ratusan ribu pensiunan yang tidak jelas, minta agar kebijakan Tapera dibatalkan

Beda Suara dengan Para Menteri Jokowi, Menparekraf Sandiaga Uno Justru Menolak Tapera bagi Pekerja, Begini Alasannya

Tanggapi polemik Tapera, begini kata Menparekraf Sandiaga Uno yang punya pandangan berbeda dengan para menteri Jokowi lainnya.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;