Agar Dapat Berkembang di Daerah, Mendagri Dorong Kalangan Swasta Diberikan Kemudahan saat Masa Awal Membangun Usaha

Ket. Foto: Menteri Dalam Negeri Mendorong Kalangan Swasta Diberikan Kemudahan saat Masa Awal Membangun Usaha
Ket. Foto: Menteri Dalam Negeri Mendorong Kalangan Swasta Diberikan Kemudahan saat Masa Awal Membangun Usaha Source: (Foto/Instagram/@titokarnavian)

Nasional, gemasulawesi – Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, turut mendorong agar kalangan swasta diberikan kemudahan saat masa awal membangun usaha.

Menurut Tito Karnavian, hal tersebut agar swasta dapat berkembang di daerah.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengatakan untuk tidak memberi pajak retribusi.

Baca Juga:
Tangisnya Pecah! Ibu Pegi Setiawan Lega Mendengar Putusan Hakim yang Membatalkan Status Tersangka Sang Anak, Akui Akan Segera Melakukan Ini

“Setelah maju, lalu diberikan pajak,” katanya.

Hal tersebut disampaikan oleh Tito Karnavian saat memberikan sambutan dalam acara Rapat Koordinasi Nasional atau Rakornas Penguatan Komitmen Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dalam Pemberantasan Korupsi di gedung KPK pada hari Senin, tanggal 8 Juli 2024.

Menteri Dalam Negeri juga menekankan kepada para kepala daerah untuk tidak melakukan pemalakan terhadap kalangan swasta yang sedang membuka usaha.

Baca Juga:
Hakim PN Bandung Putuskan Penetapan Pegi Setiawan sebagai Tersangka dalam Kasus Pembunuhan Vina Tidak Sah, Begini Tanggapan Polda Jabar

“Kalangan swasta dapat memberikan dampak positif untuk pendapatan daerah,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga mengungkit kasus mantan Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, yang diketahui diproses hukum oleh KPK untuk kasus dugaan suap perizinan pembangunan cabang Alfamidi di Ambon.

Dia mengatakan oleh karena itu, langkah-langkah KPK seperti melakukan OTT, di Ambon pihaknya terus terang akan membangun minimarket di Ambon.

Baca Juga:
Gugatan Praperadilan Dikabulkan! Hakim PN Bandung Batalkan Status Tersangka Pegi Setiawan dalam Kasus Pembunuhan Vina, Ini Alasannya

“Jejaring minimarket telah dipalakin dahulu sekian puluh miliar dan wali kotanya ketangkap oleh KPK,” ucapnya.

Dia melanjutkan jika langkah KPK itu menjadi pembelajaran tersendiri untuk kepala daerah lainnya.

“Hidupkan swasta dan jangan matikan mereka,” tandasnya.

Baca Juga:
Tuai Sindiran hingga Candaan, Poster Korupsi Adalah Maut dari Kementan Viral di Media Sosial, Ungkit Kasus Syahrul Yasin Limpo?

Mendagri juga mengendus permasalahan anggaran di daerah.

Tito Karnavian menilai penggunaan anggaran di daerah masih belum efisien.

Dia mengatakan belanja yang dlihat kerawanan yang tertinggi, tidak efisien dalam menyusun postur anggaran belanja.

Baca Juga:
Langsung Menyapa Wartawan, Prabowo Kunjungi Istana Kepresidenan Pertama Kali Seusai Pemulihan Operasi Kaki Kiri

“Belanja habis untuk belanja pegawai, tambahan penghasilan lainnya dan gaji,” pungkasnya.

Menurutnya, belanja daerah habis untuk kegiatan yang tidak perlu dan ujungnya, penggunaan anggaran menjadi tidak efisien.

Dia juga mencontohkan saat anggaran program inti lebih rendah dibandingkan dengan perjalanan dinas.

Baca Juga:
Agar Pemerintah Berjalan Lebih Efektif, Presiden Jokowi Minta Melanjutkan Penyederhanaan Prosedur

Tito menilai fenomena itu sebagai suatu kerawanan. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Kedua Orangtuanya Tunanetra, Anak di Semarang Ini Ditolak PPDB SMA Negeri Jalur Afirmasi hingga Terancam Tak Bisa Sekolah, Begini Ceritanya

Sedih, anak pasutri tunanetra di Semarang ini tak lolos PPDB SMA melalui jalur afirmasi. Begini kisahnya yang kini viral.

Ancam Pegawai dengan Golok! Detik-Detik Perampokan Gerai BRILink di Lampung Timur Ini Viral di Media Sosial, Gasak Uang Rp12,5 Juta

Perampok bertopeng dan mengenakan jas hujan hitam beraksi di kios BRI-Link di Lampung Timur, uang sebesar Rp12,5 juta raib.

Tangis SYL Pecah Saat Bacakan Pledoi, Tetap Bersikeras Sebut Dirinya Tak Bersalah hingga Bongkar Bukti Video saat Bersama Presiden Jokowi

Tangis Eks Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) pecah saat bacakan pleidoi (nota pembelaan), minta dibebaskan dan nangis saat ceritakan hal ini.

Demi Pastikan Pemenuhan Hak Perempuan dan Anak, Menteri Bintang Sebut Sinergi serta Kolaborasi Berbagai Pihak Dibutuhkan

Menurut Menteri Bintang, sinergi dan kolaborasi berbagai pihak dibutuhkan demi memastikan pemenuhan hak perempuan dan anak.

Buntut Viralnya Aksi Pungli 3 Polisi Jalan Raya di Tol Halim Perdanakusuma, Dirlantas Polda Metro Jaya Minta Maaf, Tegaskan Hal Ini

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya meminta maaf perihal viral pungli anggota Patroli Jalan Raya (PJR) terhadap pengendara mobil.

Berita Terkini

wave

Dugaan Skandal Bisnis Solar Ilegal Seret Nama Kasatreskrim Parigi Moutong

Nama Kasatreskrim Parigi moutong, Anugerah Tarigan terseret dalam pusaran isu dugaan bisnis solar ilegal.

Berebut Dana Pusat, Kabid SD Ingatkan Masalah Hibah Tanah Hambat Perbaikan Sekolah di Parimo

Ratusan sekolah di Parigi Moutong terancam gagal revitalisasi akibat sengketa lahan. Disdikbud minta kepsek percepat urus dokumen hibah.

Parigi Moutong dan Minahasa Tenggara Rancang Koalisi Pertanian, Fokus ke Inovasi Bibit dan Durian

Wakil Bupati Minahasa Tenggara pimpin rombongan kunker ke Parigi Moutong guna pelajari inovasi pusat bibit dan pengembangan sektor pertanian

Jason Statham Kembali dengan Film Thriller Penuh Aksi Lainnya, Mutiny! Berikut Sinopsisnya

Jason Statham akan kembali dengan film laga thriller baru berjdulu Mutiny, penuh dengan adegan aksi yang mendebarkan

Dugaan Skandal Tambang PT Pantas Indomining Pagimana: "Mafia Koordinat" dan Mandulnya Penegakan Hukum

Beroperasi sejak tahun 2012 sebagai pemegang IUP tidak menjamin PT Pantas Indomining tidak melanggar aturan mengelola lahan di luar konsesi.


See All
; ;