Harga Obat RI Dapat Lebih Mahal Dibandingkan Negara Lain di Asia, KAMPAK Sebut Karena Faktor Biaya Iklan yang Dibebankan kepada Konsumen

Ket. Foto: KAMPAK Menyatakan Harga Obat di Indonesia Dapat Lebih Mahal Dibanding Negara Lain di Asia Karena Faktor Biaya Iklan yang Dibebankan kepada Konsumen
Ket. Foto: KAMPAK Menyatakan Harga Obat di Indonesia Dapat Lebih Mahal Dibanding Negara Lain di Asia Karena Faktor Biaya Iklan yang Dibebankan kepada Konsumen Source: (Foto/Unsplash/@myriamzilles)

Nasional, gemasulawesi – Kesatuan Aksi Memperjuangkan Profesi Apoteker Kuat atau KAMPAK menyampaikan harga obat di Indonesia dapat 5 hingga 6 kali lebih mahal dibandingkan negara lain di Asia karena faktor promosi obat atau biaya iklan yang dibebankan kepada konsumen.

Dalam keterangannya pada hari Minggu, tanggal 14 Juli 2024, Koordinator KAMPAK, Merry Patrilinilla Chresna, mengakui sebenarnya mahalnya harga obat adalah masalah klasik yang telah menjadi rahasia umum di kalangan farmasi maupun dunia kesehatan.

Hanya saja, inti persoalan selama ini menjadi tabu untuk dilakukan pengeksposan dan kemungkinan juga dikarenakan takut.

Baca Juga:
Untuk Membantu Masyarakat dengan Risiko Tinggi Penyakit Jantung, Kemenkes Dilaporkan Meluncurkan Program FASTEMI

Merry menyatakan sebetulnya Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, juga dahulu pernah membuka hal ini ke publik.

“Tetapi, tampaknya mendapatkan sorotan dan mungkin juga tekanan, sehingga sekarang dia tampaknya tidak berani lagi membuka hal tersebut ke publik,” katanya.

Dia mengatakan masalah klasik ini dapat selesai atau normal jika dapat menghapus mata rantainya, yaitu gratifikasi oknum dokter.

Baca Juga:
Terkait Kesetaraan Gender dan Memberdayakan Perempuan, Menteri Bintang Mengajak Mahasiswa untuk Ikut Berperan dalam Mempromosikan

Dia memaparkan ini karena pihak yang dihadapi adalah orang-orang yang jumlahnya banyak bertindak sebagai leader atau pemimpin dalam terapi dan telah menikmati banyak keuntungan atau fasilitas dari pabrikan obat melalui sales-sales obat.

“Gratifikasi yang diberikan sangat besar dan sebagian besar diberikan kepada oknum-oknum dokter spesialis,” ujarnya.

Dia menyatakan jadi notabene pasien spesialis lebih menjangkau obat mahal dibandingkan pasien dokter umum.

Baca Juga:
Tanggapi Viralnya Kasus Puluhan Warga yang Masuk Rumah Sakit Jiwa Akibat Mabuk Kecubung, Polda Kalimantan Selatan Lakukan Investigasi

Merry Patrilinilla Chresna berharap ini harus ada yang berani memulai membongkar ini semua.

“Karena telah menjadi lingkaran hitam yang sangat lama eksis,” pungkasnya.

Dia juga mengakui sebenarnya SDM maupun SDA di Indonesia tidak kurang.

Baca Juga:
Terungkap! Ternyata Ini Motif Mantan Pegawai Bank Jago Bobol Rekening Ratusan Nasabah Hingga Mendapat Keuntungan Rp1,4 Miliar

Terkait pengadaan bahan baku lokal di industri farmasi dalam negeri, dia menyampaikan kurang memahami detailnya.

Tetapi, memang saat ini sebagian besar masih didominan impor bahan bakunya.

“Apabila ke depan nanti pemerintah serius berniat atau memiliki niat baik untuk kemandirian bahan baku obat lokal, mohon diwaspadai dari pihak-pihak rente impor,” ucapnya.

Baca Juga:
Memprihatinkan! Penyalahgunaan Data Pelamar Kerja untuk Pinjaman Online Semakin Merajalela, Polda Metro Jaya Imbau Warga Waspadai Hal Ini

Merry Patrilinilla Chresna menyampaikan ini dimungkinkan menjaga kenikmatan dari proses impor dengan bagi-bagi uang pula kepada pihak-pihak yang memiliki kewenangan terkait obat. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Aksi Pria Arogan Gegara Tak Terima Kena Pantulan Sinar Matahari dari Spion Pengendara Motor Ini Viral di Media Sosial, Begini Kronologinya

Bapak-bapak ini viral usai emosi karena tidak terima matanya terkena pantulan sinar matahari dari spion pengendara motor.

Dikenal Sebagai Sarang Narkoba, 200 Personel Gerebek Kampung Bahari di Jakarta Utara, 31 Orang dan Ratusan Gram Sabu Diamankan

Viral momen penggerebekan Kampung Bahari di Jakarta Utara yang dikenal sebagai kampung narkoba. 31 orang diamankan polisi.

Diduga Gegara Telat Bayar Angsuran, Debt Collector Ini Tendang Wajah Pengemudi Ojek Online di Bekasi, Polisi Buru Korban dan Pelaku

Pengemudi ojek online (ojol) menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh kelompok debt collector. Polisi lakukan penyelidikan.

Innalillahi! Kecelakaan Maut Minibus Isuzu Elf Tabrak Truk di Tol Solo Ngawi Sebabkan 6 Orang Meninggal Dunia, Polisi Lakukan Penyelidikan

Sebanyak enam orang meninggal dunia pada kecelakaan di Tol Solo-Ngawi tepatnya di KM 498+800 jalur B.

Ambil Langkah Tegas, Polda Metro Jaya Akhirnya Mutasi Oknum Petugas yang Viral Usai Melakukan Pungli Receh pada Pengemudi di Ruas Tol Halim

Polda Metro Jaya memberikan tindakan tegas kepada jajarannya yang kedapatan melakukan pungutan liar (pungli) di Tol Halim.

Berita Terkini

wave

Dugaan Skandal Bisnis Solar Ilegal Seret Nama Kasatreskrim Parigi Moutong

Nama Kasatreskrim Parigi moutong, Anugerah Tarigan terseret dalam pusaran isu dugaan bisnis solar ilegal.

Berebut Dana Pusat, Kabid SD Ingatkan Masalah Hibah Tanah Hambat Perbaikan Sekolah di Parimo

Ratusan sekolah di Parigi Moutong terancam gagal revitalisasi akibat sengketa lahan. Disdikbud minta kepsek percepat urus dokumen hibah.

Parigi Moutong dan Minahasa Tenggara Rancang Koalisi Pertanian, Fokus ke Inovasi Bibit dan Durian

Wakil Bupati Minahasa Tenggara pimpin rombongan kunker ke Parigi Moutong guna pelajari inovasi pusat bibit dan pengembangan sektor pertanian

Jason Statham Kembali dengan Film Thriller Penuh Aksi Lainnya, Mutiny! Berikut Sinopsisnya

Jason Statham akan kembali dengan film laga thriller baru berjdulu Mutiny, penuh dengan adegan aksi yang mendebarkan

Dugaan Skandal Tambang PT Pantas Indomining Pagimana: "Mafia Koordinat" dan Mandulnya Penegakan Hukum

Beroperasi sejak tahun 2012 sebagai pemegang IUP tidak menjamin PT Pantas Indomining tidak melanggar aturan mengelola lahan di luar konsesi.


See All
; ;