Buntut Kematian Wanita Asal Medan Usai Sedot Lemak, Polisi Panggil Kepala Dinas Kesehatan Kadinkes Depok, Usut Dugaan Malpraktik

Polisi bakal meminta keterangan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Depok, Mary Liziawati seputar perizinan dari klinik kecantikan WSJ Beauty.
Polisi bakal meminta keterangan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Depok, Mary Liziawati seputar perizinan dari klinik kecantikan WSJ Beauty. Source: Foto/dok. PMJ News

 

Nasional, gemasulawesi - Dugaan malpraktik di klinik kecantikan WSJ Beauty, yang terletak di kawasan Beji, Kota Depok, mengundang perhatian publik.

Hal ini mencurat setelah kematian selebgram Ella Nanda Sari Hasibuan (30) usai menjalani prosedur sedot lemak di klinik kecantikan WSJ Beauty tersebut.

Kasus ini menimbulkan kekhawatiran mengenai kualitas dan keamanan praktik medis di klinik-klinik kecantikan yang sering kali menjadi alternatif populer untuk prosedur kosmetik, seperti di klinik kecantikan WSJ Beauty.

Ella Nanda Sari Hasibuan, seorang selebgram asal Medan, dilaporkan meninggal dunia setelah menjalani sedot lemak di klinik tersebut. 

Baca Juga:
Heboh Protes Sopir JakLingko Terkait Dugaan Adanya Diskriminasi dalam Pembagian Kuota hingga Gaji yang Tak Diterima Full, Cek Faktanya

Kematian Ella menimbulkan spekulasi mengenai kemungkinan malpraktik yang mungkin terjadi selama prosedur tersebut. 

Pihak berwenang, termasuk Polres Metro Depok, kini tengah mendalami kasus ini secara mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kematian Ella dan untuk menentukan apakah ada pelanggaran terhadap standar medis.

Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Arya Perdana, mengungkapkan bahwa pemeriksaan akan dilakukan terhadap Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Depok, Mary Liziawati, untuk menyelidiki perizinan klinik WSJ Beauty. 

Arya Perdana menjelaskan bahwa klinik tersebut hanya memiliki izin sebagai klinik pratama, yang diperbolehkan untuk melakukan tindakan medis dasar, bukan prosedur medis yang lebih kompleks seperti sedot lemak.

Baca Juga:
Usut Misteri Penemuan Mayat di TPST Bantargebang Bekasi dalam Kondisi Tak Wajar, Polisi Periksa Saksi yang Terakhir Kali Ditemui Korban

“Kalau keterangan dari Dinas Kesehatan sendiri adalah bahwa klinik hanya diberikan izin untuk klinik pratama,” ujarnya pada Rabu, 31 Juli 2024.

Menurut Arya, izin klinik pratama hanya mencakup tindakan medis dasar, sedangkan prosedur seperti sedot lemak biasanya memerlukan fasilitas dan izin khusus yang lebih tinggi. 

Oleh karena itu, penyidik perlu memastikan apakah klinik WSJ Beauty telah melakukan pelanggaran terhadap ketentuan izin yang berlaku dan apakah prosedur yang dilakukan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Penyidikan juga mencakup pemeriksaan terhadap Rumah Sakit Bunda, tempat Ella dibawa setelah mengalami masalah selama prosedur di klinik. 

Baca Juga:
Digelar Besar-Besaran! Bea Cukai Musnahkan Ratusan Ribu Barang Ilegal Senilai Rp165 Miliar di 3 Lokasi Berbeda, Ini Rincian Detailnya

“Kita belum melakukan pemanggilan saksi secara resmi; saat ini masih dalam tahap interogasi. Keterangan dari pihak klinik menyebutkan bahwa korban dibawa ke rumah sakit saat tindakan bermasalah,” jelas Arya.

Pihak rumah sakit akan diminta untuk memberikan penjelasan mengenai kondisi korban saat tiba di rumah sakit serta hasil pemeriksaan medis yang dilakukan.

Sejauh ini, penyidik telah memeriksa empat orang dari pihak rumah sakit, namun jumlah saksi yang diperiksa mungkin akan bertambah. 

Arya menambahkan, “Sejauh ini kalau nanti dari pihak rumah sakit jadi totalnya empat ya. Yang pasti akan bertambah karena kita ingin mendapatkan keterangan yang detail.” 

Baca Juga:
Ditantang Hotman Paris untuk Bongkar Makam Eky, Jawaban Iptu Rudiana Bikin Kaget, Akui Keberatan Karena Hal Ini

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai penyebab kematian dan untuk menentukan apakah ada unsur kelalaian atau pelanggaran dalam prosedur yang dilakukan.

Kasus ini menyoroti pentingnya pengawasan yang ketat terhadap praktik medis di klinik kecantikan dan perlunya kepatuhan terhadap regulasi perizinan untuk melindungi keselamatan pasien. (*/Shofia)

 

...

Artikel Terkait

wave
Dalami Kasus Kematian Wanita Asal Medan Usai Sedot Lemak di Depok, Polisi Temukan Fakta Baru Terkait Status Dokter yang Menangani

Dokter yang menangani wanita asal Medan saat operasi sedot lemak di klinik kecantikan di Depok, telah diperiksa. Hasilnya mengejutkan.

Baru Terungkap! Wanita yang Meninggal Dunia Usai Jalani Prosedur Sedot Lemak di Depok Ternyata Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit Bunda

Polisi periksa pihak RS Bunda yang jadi rujukan klinik WSJ Beauty & Skincare usai tangani wanita asal Medan hingga berujung meninggal.

Diduga Malpraktik, Polisi Bakal Periksa Dokter yang Tangani Wanita Asal Medan hingga Meninggal Usai Sedot Lemak di Depok

Wanita asal medan meninggal usai menjalani prosedur sedot lemak di sebuah klinik di Depok, Jawa Barat. Polisi bakal periksa dokter.

Innalillahi! Wanita Asal Medan Ini Meninggal Dunia Usai Jalani Prosedur Sedot Lemak di Depok, Polisi Lakukan Penyelidikan

Polisi lakukan penyelidikan terkait seorang wanita yang dikabarkan meninggal dunia setelah melakukan sedot lemak di Depok.

Heboh Soal Denda Rp50 Juta Bagi Warga yang di Rumahnya Ditemukan Jentik Nyamuk Aedes Aegypti, Dinas Kesehatan DKI Jakarta Tegaskan Hal Ini

Dinas Kesehatan DKI Jakarta buka suara terkait denda sebesar Rp50 juta bagi warga yang di rumahnya ditemukan jentik nyamuk aedes aegypti.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;