Dinilai Tak Sopan, Polwan Ini Viral Usai Tegur Pria yang Sedang Makan di Warung Pinggir Jalan, Begini Kronologinya

Polwan ini viral karena tegur pria makan di warung pinggir jalan.
Polwan ini viral karena tegur pria makan di warung pinggir jalan. Source: Foto/Tangkap layar Twitter @DivHumas_Polri

Nasional, gemasulawesi - Sebuah video yang menunjukkan seorang polisi wanita (polwan) menegur seorang pria yang sedang makan di warung pinggir jalan telah menjadi viral di media sosial. 

Dalam video tersebut, polwan tersebut menegur pria itu dengan pernyataan yang dianggap tidak sopan oleh sebagian penonton. 

“Kalau diajak ngobrol tuh emang sopan ya sambil makan?” ujar polwan, menyebabkan pria tersebut langsung berhenti makan dan menatap petugas.

Di dalam video itu, terlihat pula dua polisi lainnya yang mendampingi polwan. 

Baca Juga:
Gegerkan Warga! Detik-Detik Pengumuman Darurat melalui Toa Masjid Akibat Tawuran Antar Kelompok Remaja di Deli Serdang Viral

Momen ini menarik perhatian publik karena dianggap mengganggu ketenangan pria yang sedang makan. 

Reaksi beragam dari netizen muncul, banyak yang menilai bahwa tindakan polwan tersebut terlalu mengganggu dan tidak perlu.

"Yang ditanya apa, jawabnya apa? Sopan ga gangguin orang lagi makan?" komentar akun @re***.

Menanggapi viralnya video tersebut, Divisi Humas Polri memberikan klarifikasi mengenai konteks rekaman.

Baca Juga:
Viral Dugaan Polisi Halangi Advokat untuk Beri Bantuan Hukum kepada Pendemo yang Ditangkap Gegara Bertindak Anarkis, Begini Faktanya

Mereka menjelaskan bahwa video itu diambil dari program televisi “The Police”. Program ini menampilkan berbagai situasi penegakan hukum oleh polisi, termasuk interaksi antara petugas dan masyarakat di lapangan.

Pada hari yang sama dengan tayangnya program, polwan dan rekannya berada di lokasi untuk melaksanakan operasi penegakan hukum. 

Mereka menghadapi sejumlah orang yang sedang mengonsumsi minuman keras di tempat umum, serta perilaku tidak sopan seperti menaikkan kaki ke kursi dan membuang puntung rokok ke arah petugas. 

Polwan yang terlihat dalam video bertugas menegur mereka yang tidak mematuhi aturan.

Baca Juga:
Viral di Media, Sejumlah Orang dari Komunitas Mobil Geber Knalpot Brong Mobilnya di Halaman Masjid Agung Jeneponto

"Dalam cuplikan video tersebut, kami memberikan teguran kepada lima orang yang sedang mengonsumsi minuman keras di lokasi itu dalam upaya , untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," jelasnya melalui cuitan di akun Twitter @DivHumas_Polri.

Divisi Humas Polri menekankan bahwa meskipun teguran tersebut tampak keras, tujuannya adalah untuk menjaga ketertiban dan mengingatkan masyarakat tentang pentingnya berperilaku sopan. 

Mereka juga mengakui bahwa video ini mungkin menimbulkan berbagai reaksi, namun klarifikasi ini dimaksudkan untuk memberikan konteks yang lebih jelas mengenai situasi tersebut. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Viral Dugaan Polisi Halangi Advokat untuk Beri Bantuan Hukum kepada Pendemo yang Ditangkap Gegara Bertindak Anarkis, Begini Faktanya

Polda Metro Jaya buka suara terkait narasi viral yang menyebut menghalang-halangi advokat yang akan beri bantuan hukum kepada para pendemo.

Buntut Aksi Demo Tolak Revisi UU Pilkada yang Digelar Serentak di 15 Kota Besar, DPR RI Akhirnya Setujui Perubahan PKPU Sesuai Putusan MK

Gelombang aksi demo yang menolak revisi UU Pilkada 2024 menjadi viral di berbagai kota besar, mendorong DPR untuk menyetujui Putusan MK.

Detik-detik Anggota Satpol PP Tanah Abang Selamatkan Bayi yang Jatuh di Sekitar Jembatan Stasiun Karet Jakarta Pusat Viral di Media Sosial

Aksi heroik anggota Satpol PP Tanah Abang yang menyelamatkan bayi jatuh di sekitar Jembatan Stasiun Karet menjadi viral di media sosial, men

Bertindak Anarkis, 19 Orang yang Ikut dalam Aksi Demo Tolak Revisi UU Pilkada di Depan Gedung DPR RI Ditetapkan sebagai Tersangka

Polisi menetapkan 19 dari 50 peserta kerusuhan demo UU Pilkada sebagai tersangka. Semua tersangka dipulangkan dengan wajib lapor.

Untuk Mengawal Unjuk Rasa KSPI di KPU, Sekitar 1676 Personel Dikerahkan Polda Metro Jaya

Sekitar 1676 personel dikerahkan Polda Metro Jaya untuk melakukan pengawalan unjuk rasa KSPI di KPU atau Komisi Pemilihan Umum hari ini.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;