Industri Lokal Terancam! 72 Ribu Kontainer Tekstil Ilegal dari China Membanjiri Pasar Indonesia

Ilustrasi. Tekstil ilegal China masuk RI, ancam industri lokal. Sebanyak 72 ribu kontainer impor ilegal ditemukan, pemerintah diminta bertindak.
Ilustrasi. Tekstil ilegal China masuk RI, ancam industri lokal. Sebanyak 72 ribu kontainer impor ilegal ditemukan, pemerintah diminta bertindak. Source: Foto/Pixabay

Nasional, gemasulawesi - Masuknya puluhan ribu kontainer tekstil ilegal dari China ke Indonesia menjadi ancaman serius bagi industri tekstil dalam negeri. 

Berdasarkan laporan terbaru, sekitar 72 ribu kontainer tekstil ilegal telah memasuki pasar Indonesia sepanjang tahun ini. 

Hal ini semakin memperburuk situasi industri tekstil nasional yang sebelumnya telah menghadapi tantangan berat akibat pandemi, lonjakan harga bahan baku, dan persaingan harga dengan produk impor murah.  

Cucun Ahmad Syamsurijal, Pimpinan Bidang Koordinator Kesejahteraan Rakyat DPR, menyebut bahwa tekstil ilegal yang masuk secara masif tidak hanya merugikan pelaku usaha lokal tetapi juga berdampak pada peningkatan angka pengangguran. 

Baca Juga:
Bongkar Modus Baru! Sabu 130 Gram Diselundupkan Lewat Kandang Burung di Lapas Tangerang

"Industri tekstil kita sedang berada di ujung tanduk. Jika tekstil ilegal ini terus dibiarkan masuk tanpa pengawasan ketat, maka kita akan kehilangan salah satu sektor padat karya yang sangat penting," ujar Cucun.  

Keberadaan tekstil ilegal tersebut membuat produk lokal sulit bersaing. 

Dengan harga yang jauh lebih murah, produk ilegal ini menguasai pasar, memukul para pelaku usaha lokal yang sudah tertekan oleh tingginya biaya produksi. 

"Barang-barang impor ilegal ini dijual dengan harga yang tidak wajar sehingga para pelaku usaha nasional sulit untuk bersaing," jelas Cucun.  

Baca Juga:
Viral Pengendara Motor Hampir Tertabrak Kereta Api di Bandung, Namun Justru Marah-marah Saat Coba Diselamatkan

Ia menambahkan, kebijakan Permendag Nomor 8/2024 turut memperparah situasi. Kebijakan ini mempermudah masuknya barang impor dengan harga murah tanpa kontrol yang ketat. 

"Kami mendesak pemerintah untuk segera merevisi Permendag ini, karena jika tidak, maka industri tekstil dalam negeri akan semakin terpuruk," tegasnya.  

Dampak nyata dari maraknya tekstil ilegal adalah meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor ini. 

Data Kementerian Ketenagakerjaan mencatat, hingga Oktober 2024, hampir 60 ribu pekerja tekstil telah kehilangan pekerjaannya. 

Baca Juga:
DPR Sentil Kapolrestabes Semarang Karena Kasus Polisi Tembak Siswa, Habiburokhman: Saya Telepon Nggak Angkat

DKI Jakarta menjadi provinsi dengan angka PHK tertinggi, mencapai 14.501 orang, meningkat hingga 94 persen dibandingkan bulan sebelumnya.  

Di sisi lain, angka PHK di Jawa Tengah tercatat menurun sebesar 23,8 persen menjadi 11.252 orang, sedangkan Banten mencatat kenaikan 15,47 persen dengan total 10.524 pekerja yang kehilangan pekerjaan. 

Lonjakan angka PHK ini menunjukkan bahwa industri tekstil sedang dalam kondisi yang sangat kritis.  

Cucun menegaskan, diperlukan langkah cepat dan tegas dari pemerintah untuk mengatasi masuknya tekstil ilegal ini. 

Baca Juga:
3 Warga Palestina Tewas dalam Aksi Saling Dorong untuk Mendapatkan Roti di Jalur Gaza

Salah satu upaya yang disarankan adalah meningkatkan pengawasan di jalur masuk barang impor, terutama di pelabuhan. 

"Pemerintah harus lebih ketat dalam mengawasi barang masuk ke Indonesia, terutama melalui jalur yang sering digunakan untuk penyelundupan," katanya.  

Selain itu, ia juga mendorong pemerintah untuk segera berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan guna menekan peredaran barang ilegal ini. 

"Pemerintah harus melibatkan semua pihak, termasuk asosiasi industri, aparat penegak hukum, dan pemerintah daerah, agar masalah ini dapat diatasi secara menyeluruh," ujarnya.  

Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) merupakan salah satu sektor strategis yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. 

Baca Juga:
Pemukim Penjajah Israel Dilaporkan Menyerang Penggembala Palestina di Hebron Tepi Barat

Sektor ini menyerap hampir 4 juta tenaga kerja dan berkontribusi signifikan terhadap produk domestik bruto (PDB). 

Jika tidak segera diatasi, krisis ini dapat berdampak panjang pada perekonomian Indonesia.  

"Daya beli masyarakat akan semakin turun jika industri ini mati, dan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen yang dicanangkan pemerintah akan sulit tercapai," kata Cucun.  

Ia juga mengingatkan bahwa jika masalah ini dibiarkan berlarut-larut, bukan tidak mungkin kelas menengah yang selama ini menopang konsumsi domestik akan merosot menjadi kelas bawah atau bahkan jatuh ke jurang kemiskinan.  

Baca Juga:
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Barang Ilegal Senilai Rp 2,9 Miliar, Ini Temuan Terbesar di Bandara Soekarno Hatta

Maraknya tekstil ilegal dari China menjadi ancaman nyata bagi keberlangsungan industri tekstil nasional. 

Dengan pengawasan yang lemah dan kebijakan impor yang kurang ketat, industri lokal semakin tertekan. 

Untuk itu, diperlukan langkah nyata dari pemerintah, termasuk merevisi kebijakan yang merugikan, meningkatkan pengawasan, dan menindak tegas para pelaku penyelundupan. 

Hanya dengan langkah yang tegas, industri tekstil nasional dapat kembali bangkit dan memberikan kontribusi besar bagi perekonomian Indonesia. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Polri Ungkap Fakta Baru! Buronan Kelas Kakap Fredy Pratama Ternyata Masih Aktif Kirim Narkoba ke Indonesia dan Malaysia, Kok Bisa?

Polri ungkap fakta baru tentang Fredy Pratama yang masih aktif kirim narkoba ke Indonesia dan Malaysia.

Cak Imin Sebut Pemerintah Berupaya Bantu Korban Judol Pakai BPJS, Said Didu: Tidak Masuk Akal, Penjudi Makin Banyak

Said Didu menanggapi keterangan Cak Imin yang menyebut bahwa pemerintah sedang berupaya mencari solusi bantu korban judol pakai BPJS

Soroti Tas Bantuan Korban Banjir Berlabel Wapres Gibran yang Viral, Dokter Tifa: Apakah Bikinnya Pakai Uang Pajak Saya?

Dokter Tifa mengomentari tas bantuan korban banjir yang viral karena ada tulisan bantuan Wapres Gibran, begini kata Dokter Tifa

Resmi Dibuka! Begini Cara Daftar Seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Tahun 2025, Lengkapi Syarat-syarat Berikut

Pendaftaran seleksi PPIH 2025 telah dibuka. Simak panduan lengkap cara daftar dan syaratnya di sini.

Upaya Pencarian Buron Kelas Kakap Harun Masiku Makin Intens, Menteri Maruarar Tawarkan Sayembara Rp8 Miliar Bagi yang Menemukannya

Menteri Maruarar Sirait tawarkan hadiah Rp8 Miliar untuk penangkapan Harun Masiku, buron kelas kakap.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;