Tuai Pro Kontra di Masyarakat! Cak Imin Ungkap Fakta Baru Terkait Rencana Kenaikan PPN 12 Persen Mulai Tahun 2025

Cak Imin buka suara terkait rencana kenaikan PPN 12 persen yang belakangan jadi polemik.
Cak Imin buka suara terkait rencana kenaikan PPN 12 persen yang belakangan jadi polemik. Source: Foto/Instagram @kemenkopmri

Nasional, gemasulawesi - Rencana kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang akan diterapkan pemerintah menjadi 12 persen pada 2025 menuai berbagai perhatian dari masyarakat dan para pejabat negara. 

Salah satu yang memberikan respons adalah Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Cak Imin. 

Ia menegaskan bahwa hingga saat ini, pemerintah belum membahas secara khusus terkait pemberian bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat yang akan terdampak akibat kebijakan kenaikan PPN tersebut.

"Belum ada pembahasan terkait pemberian bansos," ungkap Cak Imin, dikutip pada Minggu, 1 Desember 2024.

Baca Juga:
Tragis! Pekerja Kabel Bawah Tanah di Jakarta Barat Meninggal Dunia setelah Tenggelam di Proyek Saluran Air, Ini Sosoknya

Pernyataan ini menegaskan bahwa, meskipun ada wacana untuk memberikan bantuan kepada masyarakat, pemerintah belum mengambil langkah konkret terkait hal tersebut.

Cak Imin menyebutkan bahwa, meskipun pemerintah belum membahas secara rinci mengenai bansos, ia memahami bahwa kenaikan PPN 12 persen berpotensi mempengaruhi daya beli masyarakat. 

Oleh karena itu, bantuan sosial dapat dipertimbangkan sebagai bentuk antisipasi bagi masyarakat yang rentan terhadap dampak dari kenaikan pajak tersebut. 

Namun, dia juga menekankan bahwa keberhasilan program bantuan sosial ini sangat tergantung pada ketersediaan anggaran negara yang bisa dialokasikan untuk keperluan tersebut.

Baca Juga:
Geger! Oknum Mandor SPBU di Kediri Gelapkan 16.000 Liter BBM Bersubsidi, Begini Modus Operandi Pelaku

"Kita tentu ingin agar bansos bisa menjadi bantalan bagi mereka yang terkena dampak. Namun, perlu dipastikan ada anggaran yang cukup untuk itu," jelas Cak Imin. 

Ia juga menambahkan bahwa pemberian bansos akan diprioritaskan kepada masyarakat yang termasuk dalam kategori miskin ekstrem, miskin, dan miskin relatif. 

Meskipun belum dijelaskan lebih lanjut mengenai bentuk bantuan yang dimaksud, Cak Imin menegaskan bahwa bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan solusi untuk masyarakat yang terancam terjerumus lebih dalam ke dalam kemiskinan akibat kenaikan PPN.

Mengenai pembahasan internal pemerintah terkait masalah ini, Cak Imin mengungkapkan bahwa ia belum mendapatkan informasi yang lebih rinci. 

Baca Juga:
Surat Edaran KPU Kebiri Hak Konstitusional 600.000-an Warga Sulawesi Tengah pada Pemilihan Kepala Daerah 2024

Ia bahkan menyarankan agar masalah ini langsung ditanyakan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani, yang lebih mengetahui rincian anggaran dan kebijakan terkait kenaikan PPN. 

"Jika ingin mengetahui lebih lanjut soal ini, sebaiknya tanyakan langsung ke Bu Sri Mulyani," ujar Cak Imin dengan tegas.

Cak Imin juga menekankan bahwa kebijakan bansos harus lebih dari sekedar pemberian bantuan langsung, melainkan harus memiliki dampak yang lebih luas dan menyentuh kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan. 

Dalam hal ini, pemahaman terhadap kondisi ekonomi masyarakat sangat diperlukan untuk menentukan bentuk bantuan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Baca Juga:
Polres Konawe Perketat Pengawalan Kotak Suara Hasil Pemungutan dan Perhitungan Suara dari PPK ke Gudang Logistik KPU

Rencana kenaikan PPN menjadi 12 persen ini sendiri tidak hanya menuai perhatian dari pejabat pemerintahan, tetapi juga dari berbagai elemen masyarakat, khususnya kalangan pelaku usaha dan masyarakat kelas bawah. 

Banyak yang khawatir bahwa kebijakan ini akan semakin memberatkan biaya hidup sehari-hari, apalagi bagi mereka yang berada di lapisan ekonomi menengah ke bawah.

Sejumlah kalangan bahkan meminta agar kebijakan tersebut ditunda, mengingat daya beli masyarakat yang dinilai belum sepenuhnya pulih pasca-pandemi COVID-19. 

Peningkatan harga barang dan jasa akibat kenaikan pajak diprediksi akan lebih memberatkan mereka yang sudah berjuang dengan inflasi dan kondisi ekonomi yang tidak stabil. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Fenomena Food Loss dan Food Waste sedang Menjadi Ancaman Serius untuk Ketahanan Pangan Secara Global

Untuk ketahanan pangan secara global, fenomena food loss dan food waste dikabarkan sedang menjadi ancaman yang serius.

Komentari Kabar Effendi Simbolon Dipecat PDI Perjuangan, Said Didu ke PDIP: Berani Pecat Jokowi dan Keluarganya?

Pegiat medsos Said Didu mengomentari kabar PDI Perjuangan yang pecat Effendi Simbolon karena mendukung Ridwan Kamil di Pilkada Jakarta

Bertambah Jadi 26 Orang, Polisi Tangkap 2 Tersangka Baru Kasus Judol Pegawai Komdigi, Ada yang Berperan Sebagai Agen

Kasus judol yang melibatkan Komdigi RI kembali dikembangkan Polda Metro Jaya, diketahui bahwa dua tersangka baru berhasil ditangkap

Presiden Prabowo Potong Anggaran Makan Bergizi Gratis Jadi Rp 10 Ribu per Porsi, Denny Siregar: Sampai ke Siswa Berapa?

Pegiat media sosial, Denny Siregar turut mengomentari kabar Presiden Prabowo yang menurunkan anggaran program makan bergizi gratis

Turun dari Rencana Awal! Anggaran Makan Siang Bergizi Gratis Kini Jadi Rp10.000 per Hari, Prabowo Beberkan Alasannya

Program makan bergizi gratis untuk anak dan ibu hamil kini dipatok Rp 10.000 per hari, turun dari rencana awal Rp15 ribu.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;