Soroti Polemik Penjualan LPG 3 Kg, Hilmi Firdausi Tantang Bahlil Lahadalia untuk Mundur dari Jabatan Menteri ESDM

Potret Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia yang belakangan ini jadi sorotan akibat polemic penjualan LPG 3 Kg
Potret Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia yang belakangan ini jadi sorotan akibat polemic penjualan LPG 3 Kg Source: (Foto/Instagram/@melangkahdaritimur.id)

Nasional, gemasulawesi - Pendakwah Ustadz Hilmi Firdausi baru-baru ini menantang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia, untuk mundur dari jabatannya. 

Tantangan ini muncul sebagai buntut dari polemik kebijakan penjualan LPG 3 Kg yang menyebabkan kelangkaan di beberapa daerah dan menyulitkan masyarakat kecil untuk mendapatkan gas bersubsidi tersebut.

Kebijakan ini sebelumnya ditetapkan oleh pemerintah untuk mengalihkan penjualan LPG 3 Kg dari pengecer ke pangkalan resmi guna menekan harga jual yang lebih tinggi di tingkat pengecer.

Namun, kebijakan tersebut justru menimbulkan dampak yang tidak diharapkan.

Baca Juga:
Pertamina Temukan Pelanggaran Penggunaan LPG 3 Kg Bersubsidi untuk Restoran dan Hotel, Sanksi Berat Siap Diberikan

Beberapa daerah di Indonesia mengalami kelangkaan LPG 3 Kg, sehingga banyak masyarakat kecil kesulitan mendapatkan gas untuk kebutuhan sehari-hari.

Situasi ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk Hilmi Firdausi, yang melalui akun X resminya @Hilmi28 pada Rabu, 5 Februari 2025, secara terbuka menantang Bahlil Lahadalia untuk mundur dari jabatannya sebagai Menteri ESDM.

Hilmi menilai bahwa kebijakan yang diterapkan telah menyebabkan kesulitan bagi rakyat dan harus disertai dengan pertanggungjawaban dari pejabat yang membuatnya.

Dalam cuitannya, Hilmi menyebut bahwa jika Bahlil berani mengundurkan diri, hal itu akan menjadi contoh yang baik bagi para pejabat lain di Indonesia yang membuat kesalahan dalam menjalankan tugasnya.

Baca Juga:
Polemik Impor Daging dari India! DPR Kritik Kebijakan Pemerintah yang Dinilai Bisa Perburuk Wabah PMK di Indonesia

"Berani mundur nggak? Bagus buat jadi contoh pejabat Indonesia," tulis Hilmi dalam cuitannya sembari mengunggah ulang berita terkait Bahlil.

Pernyataan tersebut pun mengundang beragam reaksi dari warganet, dengan beberapa di antaranya mendukung kritik Hilmi dan lainnya memberikan pandangan berbeda mengenai kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah.

Di sisi lain, Bahlil Lahadalia telah memberikan tanggapan atas polemik yang terjadi akibat kebijakan tersebut.

Ia memastikan bahwa pengecer kini bisa kembali menjual LPG 3 Kg setelah mendapatkan instruksi dari Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga:
Polemik Impor Daging dari India! DPR Kritik Kebijakan Pemerintah yang Dinilai Bisa Perburuk Wabah PMK di Indonesia

Hal ini diharapkan dapat mengatasi kelangkaan yang terjadi di berbagai daerah dan mempermudah masyarakat dalam mendapatkan gas bersubsidi.

Selain itu, pemerintah juga akan menaikkan status pengecer menjadi subpangkalan sebagai langkah pengawasan agar tidak terjadi penyimpangan atau lonjakan harga yang tidak wajar.

"Menteri Bahlil menegaskan bahwa penjualan gas LPG 3 Kg sudah bisa kembali normal dilakukan oleh pengecer-pengecer. Kendati begitu, pemerintah akan menaikkan status pengecer menjadi subpangkalan agar tidak terjadi penyelewengan maupun kenaikan harga," kata Bahlil dalam pernyataannya pada Selasa, 4 Februari 2025.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah kompromi antara kebijakan awal pemerintah dan kebutuhan masyarakat, yang sebelumnya mengalami kesulitan akibat pembatasan penjualan di pengecer. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Pertamina Temukan Pelanggaran Penggunaan LPG 3 Kg Bersubsidi untuk Restoran dan Hotel, Sanksi Berat Siap Diberikan

Pertamina akan tindak tegas penggunaan LPG 3 kg oleh usaha besar, agen yang melanggar siap diberi sanksi berat.

Polemik Impor Daging dari India! DPR Kritik Kebijakan Pemerintah yang Dinilai Bisa Perburuk Wabah PMK di Indonesia

DPR kritik kebijakan pemerintah untuk impor daging India yang dinilai berisiko bagi kesehatan dan peternakan.

Kelangkaan LPG 3 Kg di Berbagai Daerah Kian Meresahkan, Dirtipideksus dan Kasatgas Pangan Polri Bongkar Penyebabnya

Kelangkaan LPG 3 kg disebabkan penurunan pasokan dan kebijakan baru. Polisi bongkar penyebab utama dan dampaknya.

Kemenlu Benarkan Ada Lagi WNI yang Meninggal Akibat Penembakan Aparat Malaysia, Tidak Tertolong Meski Sempat Operasi

Kementerian Luar Negeri RI mengabarkan bahwa ada lagi WNI yang meninggal dunia karena insiden penembakan yang dilakukan aparat Malaysia

Mahfud MD Ungkap Kecemasannya, Sebut Sedikit Orang Kampus yang Bersikap Kritis dan Politisi Tidak Tegas

Mantan Menko Polhukam RI, Mahfud MD baru-baru ini menyampaikan kecemasannya mengenai kondisi Indonesia baru-baru ini

Berita Terkini

wave

10 HP Terbaik yang Akan Hadir di 2026: Spesifikasi, Fitur AI, dan Perbandingan Lengkap

Sedang mencari HP terbaik 2026? Simak daftar 10 smartphone terbaru dari Samsung, Xiaomi, Google, Vivo hingga OPPO lengkap dengan fitur AI

Skandal Galian C Sausu Taliabo: Keruk Bumi Pakai Solar Subsidi, Dewo Satria Kebal Hukum?

Aktivitas tambang galian C ilegal diduga milik Dewo Satria beraktifitas lancar dan lolos dari pantauan Unit Tipidter Polres Parigi moutong.

Menyingkap Tabir PETI Mentawa: Saat Solar Subsidi SPBU Sausu Mengalir ke Kantong Tambang Ilegal Oknum Polisi

SPBU Sausu Diduga menjadi pemasok utama solar subsidi ke kantong tambang ilegal yang ada di wiayah Mentawa Sausu Torono.

Aroma Pungli di Balik Perusakan Alam Sausu Torono: Wakapolsek Diduga Sering Palak Pengusaha Emas Ilegal

Keterlibatan Wakapolsek Sausu Nur Kamiden dalam membekingi aktifitas tambang ilegal mencuat bahkan disebut turut menerima jatah.

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali


See All
; ;