Politikus Gerindra Nilai Beberapa Menteri Kurang Paham dengan Perintah Presiden Prabowo Soal Efisiensi Anggaran

Potret Dahnil Anzar Simanjuntak selaku anggota dewan pembina Partai Gerindra yang baru-baru ini menyoroti perintah efisiensi anggaran dari Presiden Prabowo
Potret Dahnil Anzar Simanjuntak selaku anggota dewan pembina Partai Gerindra yang baru-baru ini menyoroti perintah efisiensi anggaran dari Presiden Prabowo Source: (Foto/Instagram/@dahnil_anzar_simanjuntak)

Nasional, gemasulawesi - Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyoroti tanggapan beberapa menteri terhadap perintah Presiden Prabowo Subianto mengenai efisiensi anggaran.

Menurut Dahnil, beberapa menteri di Kabinet Merah Putih kurang seksama dalam memahami arahan Presiden, sehingga mereka memberikan komentar yang tidak tepat terkait dampak kebijakan tersebut.

Dahnil menilai bahwa perintah yang diberikan Presiden Prabowo sudah sangat jelas, yakni efisiensi dilakukan pada alokasi anggaran yang tidak tepat serta tidak berkaitan langsung dengan pelayanan publik atau pengembangan sumber daya manusia.

Oleh karena itu, ia mengingatkan agar para menteri lebih cermat dalam menanggapi kebijakan efisiensi yang telah ditetapkan.

Baca Juga:
Ringkas Diklat Kemendagri dan Lemhannas, Istana Sebut Retret Kepala Daerah di Magelang Lebih Efisien

Melalui akun X resminya @Dahnilanzar pada Kamis, 13 Februari 2025, Dahnil meminta para menteri untuk mendengarkan kembali arahan Presiden dengan lebih teliti agar tidak terjadi kesalahpahaman.

"Baiknya Menteri (Kabinet Merah Putih) yang komentar terkait efisiensi bisa berdampak pada beasiswa, biaya sekolah, biaya kuliah, gaji honorer, PHK dll. Mendengarkan lagi dengan seksama perintah Presiden," tulis Dahnil Anzar.

Lebih lanjut, Dahnil menegaskan bahwa kebijakan efisiensi ini tidak akan mengganggu anggaran yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat luas.

Menurutnya, Presiden Prabowo sudah memastikan bahwa efisiensi hanya menyasar anggaran yang tidak tepat sasaran serta tidak berkaitan langsung dengan kesejahteraan publik.

Baca Juga:
Lantik Deddy Corbuzier Sebagai Stafsus Menhan di Masa Efisiensi Anggaran, Kemenhan: Tidak Menyalahi Aturan

"Efisiensi (anggaran) dilakukan hanya terhadap alokasi anggaran yang tidak tepat dan tidak terkait langsung pelayanan publik atau SDM. Perintah Presiden (Prabowo) sangat jelas dan terang. Bahkan telah dilakukan restrukturisasi kalau-kalau masih ada yang salah sasaran," lanjut Dahnil dalam cuitannya.

Diketahui bahwa kebijakan efisiensi anggaran ini merupakan bagian dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 yang dikeluarkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Inpres tersebut mengamanatkan pemangkasan anggaran pemerintah dalam APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp306,69 triliun.

Rinciannya, anggaran kementerian dan lembaga (K/L) diminta untuk diefisiensikan sebesar Rp256,1 triliun, sementara transfer ke daerah (TKD) dikurangi sebesar Rp50,59 triliun.

Baca Juga:
Terapkan Efisiensi, KPK Pangkas Anggaran 2025 Senilai Rp 201 Miliar, Belanja Barang dan Modal Terdampak

Pemangkasan ini dilakukan untuk memastikan bahwa anggaran negara digunakan secara optimal dan tepat sasaran.

Meskipun kebijakan ini mendapat berbagai tanggapan dari beberapa pihak, pemerintah meyakinkan bahwa efisiensi anggaran tidak akan menghambat pelayanan kepada masyarakat. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Ringkas Diklat Kemendagri dan Lemhannas, Istana Sebut Retret Kepala Daerah di Magelang Lebih Efisien

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan RI, Hasan Nasbi menjelaskan bahwa retret kepala daerah di Magelang adalah hal yang efisien

Lantik Deddy Corbuzier Sebagai Stafsus Menhan di Masa Efisiensi Anggaran, Kemenhan: Tidak Menyalahi Aturan

Kemenhan RI menyebut bahwa pelantikan staf khusus Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin tidak menyalahi aturan

Terapkan Efisiensi, KPK Pangkas Anggaran 2025 Senilai Rp 201 Miliar, Belanja Barang dan Modal Terdampak

Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK melakukan pemangkasan anggaran 2025 guna tindak lanjut Instruksi Presiden terkait efisiensi

Anggaran Pendidikan Dipotong di Era Presiden Prabowo, Joko Anwar: Adakah Harapan yang Masih Tersisa?

Sutradara Indonesia, Joko Anwar menyoroti pemotongan anggaran pendidikan di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto

Soroti Program MBG Hingga CKG, Politikus Demokrat Nilai Presiden Prabowo Sedang Berupaya Tepati Janjinya

Politikus Partai Demokrat, Andi Arief menyebut Presiden RI, Prabowo Subianto sedang berusaha menepati janji kampanyenya

Berita Terkini

wave

Menyingkap Tabir PETI Mentawa: Saat Solar Subsidi SPBU Sausu Mengalir ke Kantong Tambang Ilegal Oknum Polisi

SPBU Sausu Diduga menjadi pemasok utama solar subsidi ke kantong tambang ilegal yang ada di wiayah Mentawa Sausu Torono.

Aroma Pungli di Balik Perusakan Alam Sausu Torono: Wakapolsek Diduga Sering Palak Pengusaha Emas Ilegal

Keterlibatan Wakapolsek Sausu Nur Kamiden dalam membekingi aktifitas tambang ilegal mencuat bahkan disebut turut menerima jatah.

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali

Muhaimin Hadi Desak Audit SPBU: Bongkar Gurita Mafia Solar di Poso!

Ketua Forum Pembela Cinta Damai Kabupaten Poso, Muhaimin Hadi, mengkritik keras kelangkaan solar bersubsidi yang melanda wilayah Poso.

Di Balik Sidak Dispenser BBM Parigi: Menantang Nyali Satreskrim Tangkap Aktor Intelektual Penimbun Solar Subsidi

Polres Parigi Moutong lakukan uji tera dan Sidak sejumlah SPBU di Parigi moutong, sehubungan dengan gencarnya kritikan berkaitan BBM Ilegal


See All
; ;