Kementrian Kelautan Optimalkan Legalitas Aset Pulau Terluar

<p>Foto: Aset pulau terluar.</p>
Foto: Aset pulau terluar.

Gemasulawesi– Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan terus optimal dalam legalitas aset di pulau terluar Indonesia, karena selain sebagai batas negara tapi juga merupakan zona ekonomi.

“Kami berharap bagaimana Penetapan Pulau-Pulau Kecil Terluar (PPKT) ini sebagai sabuk pengaman dan ekonomi bisa kita berdayakan,” ungkap Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut dari KKP, Pamuji Lestari , Jumat 3 September 2021.

Menurut dia, pihaknya telah melakukan beberapa kegiatan di PPKT untuk membangun ekosistem, batas-batas secara biologis, guna mengantisipasi hilangnya pulau-pulau kecil seperti dulu.

Baca juga: Prediksi Cuaca Pulau Sulawesi Awal Tahun 2021

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Kepulauan Riau, Askani mengatakan, dari total 22 pulau terluar, sebanyak 21 di antaranya sudah dilakukan penataan aset.

“Satu pulau belum dilaksanakan penataan asetnya yaitu Pulau Sentut karena masih berstatus kawasan hutan,” kata Askani dalam keterangannya, Jumat.

Berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 6 Tahun 2017 tentang PPKT, telah ditetapkan 111 Pulau sebagai PPKT.

PPKT memiliki fungsi strategis, karena dengan legalisasi aset pulau-pulau ini menjadi bukti hadirnya pemerintah dalam memperjuangkan kepastian hukum.

Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Marlin Agustina Rudi menjelaskan, legalitas aset pulau terluar menjadi perbatasan negara sangat penting dilakukan.

Hal ini juga sekaligus menjadi upaya penguatan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca: Menteri Sosial: Bantuan Sosial Bisa Diwariskan

“Saya terima kasih kepada ATR/BPN karena telah mensertipikatkan Pulau Batu Berhanti dan Pelampong, ini suatu progres yang luar biasa dan kami siap mendukung program-program dari ATR/BPN,” terang Marlin.

Sertifikat tanah hasil dari program redistribusi tanah

Sebelumnya, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Surya Tjandra juga telah menyerahkan sertifikat tanah hasil dari program redistribusi tanah kepada masyarakat di Desa Lancang Kuning, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau pada Selasa 31 Agustus 2021.

Penyerahan sertifikat tanah seluas 18,88 hektar ini dibagikan secara simbolis kepada empat orang perwakilan masyarakat Desa Lancang Kuning. (***)

Baca juga: DPR Ingatkan Pemerintah Terkait Kebijakan Utang hingga Pajak 

...

Artikel Terkait

wave

Menteri Sosial: Bantuan Sosial Bisa Diwariskan

Menteri Sosial Tri Rismaharini, menegaskan bantuan sosial tidak akan hilang jika penerima manfaat meninggal dunia, bisa diwariskan.

PT Angka Pura II Patok Tarif Antigen di Bandara Udara Soekarno-Hatta Rp85 Ribu

PT Angkasa Pura II menurunkan tarif antigen di Bandar Udara Soekarno-Hatta dan lainnya dengan harga Rp85.000 per 2 September 2021.

Anggota DPR Effendi Simbolon: Jenderal Andika Perkasa Bakal Jadi Panglima TNI

Anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon menyebut, Kepala staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal Andika Perkasa akan menjadi Panglima TNI.

Mahkamah Agung: Persidangan Pidana Secara Online Masih Efektif

Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Mahkamah Agung RI (Karo Hukum dan Humas MA RI) Sobandi menilai, persidangan pidana secara online.

Mahkamah Agung: Media dan LSM Pilar Kekuasaan ke-4

Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Mahkamah Agung RI, Sobandi menegaskan, media dan LSM adalah pilar kekuasaan keempat.

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;