Luhut Sebut Pemerintah Akan Luncurkan GovTech dan Wajibkan Setiap Keluarga Punya Rekening Bank, Begini Tujuannya

Potret tengkorak primata yang berhasil disita Ditjen Gakkum Kehutanan Kementerian Kehutanan RI
Potret tengkorak primata yang berhasil disita Ditjen Gakkum Kehutanan Kementerian Kehutanan RI Source: (Foto/Instagram/@luhut.pandjaitan)

Nasional, gemasulawesi - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan mengabarkan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan meluncurkan digitalisasi pemerintahan melalui integrasi Government Technology (GovTech) pada 17 Agustus mendatang.

Program ini diharapkan dapat menyatukan berbagai aplikasi dari kementerian dan lembaga, menciptakan efisiensi, serta mengurangi potensi korupsi dalam birokrasi pemerintahan.

Luhut menyampaikan bahwa digitalisasi ini juga akan mewajibkan setiap keluarga untuk memiliki rekening bank guna memastikan penyaluran bantuan sosial lebih tepat sasaran.

Dengan adanya sistem ini, pemerintah dapat langsung mentransfer bantuan sosial kepada penerima manfaat tanpa perantara, sehingga meminimalisasi penyimpangan dan meningkatkan transparansi distribusi dana bantuan.

Baca Juga:
Politikus PDIP Guntur Romli Nilai Pemerintah Perlu Diprotes Terlebih Dahulu Baru Bisa Mendengar Keluhan Rakyat

Dalam rapat yang digelar pada Rabu, 19 Maret 2025, Luhut menjelaskan bahwa GovTech akan menjadi terobosan baru dalam sistem administrasi negara.

Seluruh layanan publik dari berbagai kementerian dan lembaga akan diintegrasikan dalam satu sistem, sehingga masyarakat dapat mengaksesnya dengan lebih mudah.

Selain itu, sistem ini dirancang untuk menutup celah penyalahgunaan anggaran serta mengurangi beban administrasi yang berbelit-belit.

"Presiden 17 Agustus (mendatang) ingin meresmikan atau launching nanti program government technology yang akan nanti menyatukan semua 'apps' yang ada di kementerian/lembaga, sehingga dengan demikian akan terjadi efisiensi dan juga pengurangan korupsi," jelas Luhut di Jakarta.

Baca Juga:
Ketua KPU RI Pastikan PSU di 4 Wilayah Siap Dilaksanakan pada Sabtu 22 Maret 2025, Berikut ini Daftar Wilayahnya

Penerapan GovTech ini diyakini dapat meningkatkan efektivitas dalam penyelenggaraan pemerintahan. Proses administrasi yang selama ini sering kali lambat dan kurang transparan diharapkan dapat berubah menjadi lebih cepat dan efisien.

Dengan digitalisasi ini, interaksi antara pemerintah dan masyarakat juga menjadi lebih langsung, sehingga bisa mengurangi birokrasi yang berbelit serta mempercepat pengambilan keputusan dalam berbagai sektor.

Di sisi lain, kewajiban bagi setiap keluarga untuk memiliki rekening bank menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperbaiki sistem penyaluran bantuan sosial.

Melalui sistem ini, data penerima manfaat akan lebih akurat, menghindari praktik perantara yang dapat menyebabkan penyimpangan dana bantuan.

Baca Juga:
Soroti Penangkapan Oknum TNI Terduga Penembak 3 Polisi di Lampung, Umar Hasibuan: Semoga Dihukum Mati

Langkah ini juga bertujuan untuk mendorong inklusi keuangan di Indonesia, mengingat masih banyak masyarakat yang belum memiliki akses perbankan.

Luhut menambahkan bahwa dengan implementasi GovTech, negara dapat menghemat anggaran dalam jumlah besar.

Perhitungan awal menunjukkan bahwa penghematan yang dihasilkan bisa mencapai puluhan hingga ratusan triliun rupiah dalam beberapa tahun ke depan.

Dengan berkurangnya biaya administrasi dan efisiensi sistem kerja, dana yang selama ini dialokasikan untuk pengelolaan layanan publik bisa digunakan lebih optimal untuk program-program prioritas lainnya.

Baca Juga:
Hasan Nasbi Tanggapi Kekhawatiran Publik soal RUU TNI Hasilkan Dwifungsi ABRI: 71 Persen Rakyat Tak Punya Pengalaman

"Ini kita kira-kira sudah menghitung, bisa berapa besar yang kita hemat mungkin hampir Rp100 triliun dan seterusnya, nanti secara bertahap angka-angkanya nanti saya kira bisa diberi tahu kemudian," kata Luhut.

Pemerintah menaruh harapan besar pada digitalisasi ini sebagai langkah strategis menuju tata kelola pemerintahan yang lebih modern dan efisien. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Politikus PDIP Guntur Romli Nilai Pemerintah Perlu Diprotes Terlebih Dahulu Baru Bisa Mendengar Keluhan Rakyat

Guntur Romli menilai pemerintah Indonesia perlu diprotes terlebih dahulu untuk bisa mendengarkan keluhan dari rakyat

Ketua KPU RI Pastikan PSU di 4 Wilayah Siap Dilaksanakan pada Sabtu 22 Maret 2025, Berikut ini Daftar Wilayahnya

Ketua KPU Mochammad Afifuddin mengabarkan bahwa ada empat wilayah di Indonesia yang akan menggelar PSU pada Sabtu 22 Maret 2025

Soroti Penangkapan Oknum TNI Terduga Penembak 3 Polisi di Lampung, Umar Hasibuan: Semoga Dihukum Mati

Pegiat media sosial, Umar Hasibuan menilai bahwa hukuman mati layak diberikan kepada oknum TNI yang diduga menembak 3 polisi Lampung

Nilai Presiden Prabowo Belum Perbaiki Ekonomi dalam 5 Bulan Memimpin, Said Didu: Dampak Melanjutkan Rezim Jokowi

Pegiat media sosial, Said Didu menilai Presiden Prabowo belum beri dampak baik pada ekonomi di Indonesia selama memimpin

Hasan Nasbi Tanggapi Kekhawatiran Publik soal RUU TNI Hasilkan Dwifungsi ABRI: 71 Persen Rakyat Tak Punya Pengalaman

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi menanggapi kekhawatiran publik terkait munculnya dwifungsi ABRI akibat RUU TNI

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;