Gus Ipul Tegaskan Penyaluran Bansos Harus Akurat, Transisi ke Himbara Terus Dipercepat

Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Wamensos Agus Jabo.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Wamensos Agus Jabo. Source: (kemensos.go.id)

Nasional, gemasulawesi - Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya ketepatan sasaran dalam penyaluran bantuan sosial (bansos).

Untuk itu, berbagai langkah dilakukan, salah satunya menjalin kerja sama dengan PPATK dan lembaga penyalur guna menyelesaikan kendala yang berkaitan dengan rekening milik keluarga penerima manfaat (KPM).

“Kami sudah melapor ke Presiden, dan beliau memberi izin agar kami berkoordinasi dengan PPATK demi memastikan bansos benar-benar masuk ke rekening milik penerima yang sah,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam konferensi pers usai membuka retret tahap II Kepala Sekolah Rakyat di Puslitbangprof Kemensos.

Gus Ipul menjelaskan, langkah ini merupakan respons terhadap aspirasi masyarakat yang menginginkan agar bansos disalurkan dengan lebih tepat.

Baca Juga:
Fitur Baru Gmail di Web Membantu Anda Memilah Email yang Tak Diperlukan dan Berhenti Berlangganan Seketika, Ini Cara Kerjanya

“Strategi awal adalah memperbaiki data. Setelah itu, kami cek rekening penerima bersama Himbara mulai dari yang namanya tidak sesuai NIK sampai yang tidak aktif, semua diperbaiki dulu. Setelah itu baru kami teruskan ke PPATK. Semua ini bagian dari proses perbaikan agar bantuan lebih tepat sasaran,” jelasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif menyampaikan kritik maupun laporan jika menemukan persoalan terkait bansos, dengan memanfaatkan berbagai kanal yang telah disiapkan oleh Kemensos.

“Setiap ada laporan atau keluhan, kami respons melalui call center dan langsung tindak lanjuti,” katanya.

Saat ini, Kemensos menerima sejumlah laporan terkait bantuan yang belum dicairkan, terutama yang sebelumnya disalurkan lewat PT Pos.

Baca Juga:
Komdigi Pastikan Layanan Internet Tersedia di Sekolah Rakyat untuk Dukung Pendidikan Inklusif Digital

Gus Ipul menjelaskan bahwa sebagian KPM yang sebelumnya menerima bantuan melalui PT Pos khususnya yang berada di wilayah non-3T  kini dialihkan ke Himbara.

“Kenapa dialihkan ke Himbara? Karena ada aturan yang menyebutkan bahwa hanya KPM tertentu yang masih bisa menerima lewat PT Pos. Misalnya yang tinggal di wilayah 3T, lansia dengan keterbatasan, penyandang disabilitas berat, dan kelompok rentan lainnya,” jelasnya.

Pengalihan ini mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2017 yang mewajibkan penyaluran bansos secara non-tunai lewat Himbara.

PT Pos hanya boleh digunakan dalam kondisi tertentu seperti tidak adanya akses perbankan atau bagi penerima yang benar-benar tidak memungkinkan untuk datang ke bank.

Baca Juga:
Aiptu Zulham Raih Umroh dari Kapolres Parigi Moutong Berkat Dedikasi Luar Biasa dalam Tugas dan Pengabdian Sosial

“Karena aturannya begitu, jumlah KPM yang menerima lewat PT Pos dikurangi. Dulu hampir 5 juta, sekarang tinggal di bawah 1 juta. Selain itu, penyaluran lewat PT Pos ada biaya tambahan, sedangkan lewat Himbara tidak dikenakan biaya,” tambah Gus Ipul.

Ia pun menegaskan bahwa prinsip utama dalam penyaluran bansos adalah tepat sasaran dan sesuai ketentuan.

“Saya minta maaf jika ada keterlambatan bagi yang menerima lewat PT Pos, karena memang sedang dalam masa transisi,” ucapnya.

Keterlambatan pencairan bansos juga disebabkan oleh proses pembukaan rekening baru bagi KPM yang sebelumnya belum memiliki rekening.

Baca Juga:
Seorang Pesepakbola Terkenal Palestina Tewas Akibat Serangan Udara Penjajah Israel di Jalur Gaza Tengah

Saat ini, sekitar 3,6 juta KPM masih dalam proses Buka Rekening Kolektif (Burekol) di Himbara.

“Proses Burekol ini tidak bisa selesai dalam satu atau dua bulan. Butuh waktu, bisa sampai tiga bulan,” katanya.

Meski begitu, progresnya terus berjalan. Dari 3,6 juta KPM yang sedang Burekol, sebanyak 600 ribu sudah berhasil dibukakan rekening dan bantuan pun telah disalurkan.

“Jadi tetap ada jalannya untuk percepatan,” tutupnya. (*/Zahra)

...

Artikel Terkait

wave

Gubernur Papua Tengah dan Wali Kota Sibolga Temui Wamensos, Usulkan Sekolah Rakyat di Daerahnya

Papua Tengah dan Sibolga ajukan pendirian Sekolah Rakyat untuk memberi harapan pendidikan bagi anak terdampak konflik dan kemiskinan.

Komdigi Pastikan Layanan Internet Tersedia di Sekolah Rakyat untuk Dukung Pendidikan Inklusif Digital

Komdigi RI menegaskan komitmennya dalam menjamin ketersediaan internet untuk proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat

DPR RI akan Bentuk Tim Khusus untuk Supervisi Penulisan Ulang Sejarah, Sufmi Dasco Ahmad Ungkap Alasannya

DPR RI berencana membentuk tim khusus untuk melakukan supervisi terhadap penulisan ulang sejarah Indonesia yang dilakukan Kementerian Budaya

Menko Airlangga Pastikan Bantuan Beras untuk 18 Juta Keluarga Siap Disalurkan, Cek Jadwal Penyalurannya

Pemerintah Indonesia disebut bersiap untuk segera menggelar penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat, begini kata Menko Airlangga

Kementerian Imipas Pindahkan 921 Napi yang Berisiko Tinggi ke Nusakambangan, Ternyata Begini Alasannya

Imipas pindahkan 921 narapidana dari berbagai wilayah di Indonesia ke lembaga pemasyarakatan yang berada di Pulau Nusakambangan

Berita Terkini

wave

Gencar Usut Dugaan Pungli Barcode Solar Petani, Jurnalis Malah Diancam Polisikan oleh Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong

Bukannya Tertibkan Administrasi, Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong Malah Serang Balik Pers Pakai Ancaman Lapor Polisi.

Jaringan Gurita Barcode Solar Bersubsidi, "Uang Pelicin" Diduga Jadi Budaya di Dinas TPHP Parigi Moutong

Bisnis barcode dinas TPHP Parigi moutong diduga sudah sejak lama menggurita, praktek pungli penerbitan barcode disebut sudah menjadi budaya.

Bau Menyengat Transaksi Barcode Solar: Sektor Pertanian Parigi Moutong Kembali Digerogoti Oknum

Dugaan permainan dalam penerbitan barcode solar untuk petani di Parigi moutong, disebut menjadi ladang cuan oknum pejabat.

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.


See All
; ;