Mendagri Tegaskan Kenaikan PBB-NJOP Kewenangan Daerah, Ribuan Warga Pati Protes hingga Kebijakan Dicabut

Pembahasan mengenai RAPB dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2026.
Pembahasan mengenai RAPB dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2026. Source: (Foto/ANTARA)

Nasional, gemasulawesi - Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, memberikan penjelasan mengenai isu kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di sejumlah daerah.

Menurutnya, penyesuaian tarif pajak tersebut bukanlah kebijakan yang diarahkan langsung oleh pemerintah pusat.

Tito menekankan, kenaikan PBB maupun NJOP tidak memiliki kaitan dengan langkah efisiensi anggaran yang saat ini ditempuh pemerintah.

Ia memastikan bahwa kebijakan tersebut sepenuhnya merupakan kewenangan pemerintah daerah sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing wilayah.

Baca Juga:
Transaksi Belanja Online Naik, Airlangga: Daya Beli Masyarakat Tetap Kuat di Tengah Tantangan Ekonomi

Tito menjelaskan bahwa beberapa daerah sudah lebih dulu menerapkan kenaikan tarif PBB sejak tahun 2022.

Selain itu, ada pula daerah lain yang baru mulai menerapkan kebijakan serupa pada tahun berjalan.

Ia menyebut, setidaknya terdapat lima daerah yang tercatat baru memberlakukan kenaikan pajak PBB pada tahun ini.

Ia mengatakan, “Kami sudah meninjau sejumlah daerah, ada yang menaikkan tarif sebesar 5 persen, ada pula yang 10 persen, bahkan ada yang kenaikannya lebih dari 100 persen. Totalnya ada sekitar 20 daerah.”

Baca Juga:
Rencana Evakuasi Warga Gaza Dinilai Berisiko Ganggu Perjuangan Palestina, DPR Minta Hati-hati

Tito menyebut, sebanyak 15 daerah telah menetapkan aturan kenaikan pajak itu sejak tahun 2022, 2023, hingga 2024.

Sementara itu, terdapat lima daerah lain yang baru mulai memberlakukan regulasi serupa pada tahun 2025.

Dari data yang ada, Tito menegaskan bahwa mayoritas aturan daerah terkait kenaikan PBB dan NJOP telah dikeluarkan lebih dulu.

Kebijakan itu sudah berlaku bahkan sebelum pemerintah pusat di bawah Presiden Prabowo Subianto menetapkan program efisiensi anggaran.

Baca Juga:
Transaksi Belanja Online Naik, Airlangga: Daya Beli Masyarakat Tetap Kuat di Tengah Tantangan Ekonomi

Ia menambahkan, kebijakan efisiensi tersebut baru resmi diberlakukan pada awal tahun 2025.

“Saat ini, Perkada dari lima daerah disusun pada tahun 2025, sedangkan yang lain sudah ditetapkan sejak 2022, 2023, dan 2024. Dengan begitu, kenaikan PBB dan NJOP di 15 daerah tersebut tidak ada kaitannya dengan kebijakan efisiensi,” ucap Mendagri.

Dari total 20 daerah yang sempat menaikkan tarif PBB dan NJOP, tercatat dua daerah kemudian memutuskan untuk membatalkan kebijakan tersebut.

“Dari 20 daerah tersebut, dua di antaranya sudah mencabut aturan, yakni Kabupaten Pati dan Jepara,” ungkap Mendagri.

Baca Juga:
Patroli Gabungan Gagalkan Aksi Bom Ikan di Talatako, Dua Pelaku Ditangkap

Ia menjelaskan, kewenangan untuk menaikkan PBB dan NJOP memang berada di tangan pemerintah daerah, sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (UU HKPD).

“Namun ada ketentuan, pertama harus memperhatikan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Kedua, perlu melibatkan partisipasi publik, artinya kebijakan itu harus mendengarkan aspirasi warga,” jelas Mendagri.

Ribuan warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah, turun ke jalan menuntut Bupati Sudewo mundur dari jabatannya setelah muncul polemik kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen.

Akhirnya, kebijakan tersebut dicabut, dan tarif PBB-P2 diputuskan kembali ke besaran semula, sama seperti yang berlaku pada tahun 2024. (ANTARA)

...

Artikel Terkait

wave

KPK Segera Umumkan Tersangka Dugaan Korupsi Kuota Haji 2023-2024

KPK menargetkan pengumuman tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji 2023-2024, terkait penyelenggaraan ibadah haji Kemenag.

KPK Pastikan Pemanggilan Mantan Menag Yaqut Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2023-2024

KPK akan memanggil mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas terkait dugaan korupsi kuota haji 2023-2024, menunggu hasil penyidikan dan audit.

Pengelolaan Apartemen di Jakarta Dinilai Perlu Transparansi, Dorong Pembentukan PPPSRS

Bun Joi Phiau menekankan pentingnya PPPSRS agar kenaikan IPL transparan, mengurangi konflik, dan memberi hak pengelola mandiri.

Menteri LH Tekankan Peran Strategis Intelektual Menghadapi Polycrisis

Menteri LH Hanif Faisol dorong mahasiswa pascasarjana aktif berinovasi, berpikir kritis, dan adaptif hadapi polycrisis.

Kementerian Transmigrasi Luncurkan Ekspedisi Patriot dan Beasiswa Patriot Dorong Pembangunan Kawasan Transmigrasi

Menteri Transmigrasi dan pendidikan dukung Ekspedisi serta Beasiswa Patriot, memperkuat ekonomi, industrialisasi, dan penelitian.

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;