Pemerintah Percepat Operasional Koperasi Desa Merah Putih dengan Dukungan PPPK dan Program Penguatan

Pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) sedang merapikan berbagai produk yang dipajang di Gerai Koperasi Kelurahan Merah Putih.
Pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) sedang merapikan berbagai produk yang dipajang di Gerai Koperasi Kelurahan Merah Putih. Source: (Foto/ANTARA)

Nasional, gemasulawesi - Pemerintah berencana menugaskan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Koperasi Desa Merah Putih.

Setiap koperasi nantinya akan mendapat dukungan tenaga sebanyak dua hingga tiga orang pegawai sesuai kebutuhan.

Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat kegiatan operasional dan membantu kelancaran pengelolaan koperasi.

Deputi Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kemenko Pangan, Tatang Yuliono, menyampaikan alasan di balik kebijakan ini.

Baca Juga:
Mushalla di Bekasi Roboh Akibat Gempa Magnitudo 4,9, Warga Diminta Tetap Waspada

Menurutnya, langkah tersebut dimaksudkan untuk membantu mengurangi beban operasional yang ditanggung koperasi.

Fokus utamanya adalah menekan biaya yang berkaitan dengan kebutuhan sumber daya manusia (SDM).

Tatang menegaskan, “KemenPAN-RB sudah memastikan komitmennya menyalurkan dua hingga tiga PPPK, sehingga biaya SDM tidak lagi ditanggung koperasi karena sudah dibiayai negara.”

Sebelumnya, pemerintah telah melaksanakan rapat koordinasi antar kementerian dan lembaga.

Baca Juga:
Wamenkop Dorong 80 Ribu KDMP untuk Serap Produk Desa dan Perkuat Ekonomi Masyarakat

Pertemuan tersebut difokuskan pada konsolidasi teknis yang melibatkan berbagai pihak terkait.

Agenda rapat itu membahas langkah percepatan pembentukan Satgas Nasional Kopdes Merah Putih.

Rapat koordinasi itu dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Percepatan Pembentukan Kopdes Merah Putih.

Pemerintah menetapkan target agar sebanyak 15 ribu koperasi bisa mulai beroperasi pada bulan ini.

Baca Juga:
Klarifikasi Bupati Pati: Kenaikan PBB Tak Diberlakukan untuk Semua Wajib Pajak

Zulkifli menegaskan bahwa berbagai kementerian dan lembaga telah siap mendukung pencapaian target tersebut.

Selain itu, pemerintah daerah juga dipastikan ikut berperan aktif dalam mempercepat realisasi program koperasi ini.

Ia mengatakan, “Sekarang perhatian utama Presiden adalah bagaimana mempercepat operasional Kopdes, karena menurut beliau, salah satu cara untuk menjadikan negara kuat dan mampu menjaga ketahanan pangan adalah lewat Koperasi Desa ini.”

Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi menuturkan bahwa penguatan lembaga koperasi terus dilakukan pemerintah melalui berbagai program.

Baca Juga:
Kemenkes Waspadai Lonjakan Kasus Suspek Chikungunya di Indonesia, Fokus Pengendalian Vektor dan Pencegahan Penyebaran

Upaya tersebut diarahkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang terlibat dalam koperasi.

Tidak hanya itu, langkah digitalisasi koperasi juga menjadi bagian penting dalam strategi yang dijalankan.

Kementerian Koperasi tidak bekerja sendiri, melainkan melibatkan sejumlah kementerian terkait, seperti Kementerian Ketenagakerjaan.

Dukungan juga datang dari Kementerian Komunikasi dan Digital, kalangan swasta, hingga asosiasi yang ikut berperan dalam proses ini.

Baca Juga:
Mendagri Tegaskan Kenaikan PBB-NJOP Kewenangan Daerah, Ribuan Warga Pati Protes hingga Kebijakan Dicabut

Budi Arie menyampaikan, “Ke depannya kami menyiapkan program lanjutan berupa sertifikasi bagi para pengurus koperasi. Tujuannya agar setiap pengurus Koperasi Desa benar-benar memiliki kemampuan yang layak sehingga koperasi bisa dikelola secara profesional dan mampu bersaing.” (ANTARA)

...

Artikel Terkait

wave

LPSK Dampingi Keluarga Prada Lucky dan Dorong Pengungkapan Fakta Kasus Penganiayaan

LPSK memberikan perlindungan hukum, pendampingan psikologis, dan dorongan mekanisme JC bagi saksi kasus kematian Prada Lucky.

KPAI Dorong Pemblokiran Roblox Jika Terbukti Langgar Perlindungan Anak Sesuai UU ITE 2024

KPAI minta pemerintah blokir Roblox jika melanggar hak anak, sesuai UU ITE 2024 dan perlindungan anak dalam platform digital.

Komisi Yudisial Resmi Usulkan 16 Calon Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc HAM ke DPR

KY tetapkan 16 calon hakim MA, jalani seleksi ketat, dan serahkan usulan ke DPR untuk persetujuan pengangkatan resmi.

Evaluasi Mendalam Diperlukan untuk Pemindahan Ibu Kota ke IKN agar Tak Bebani Masyarakat

Bambang Haryo minta kajian serius soal infrastruktur dan biaya akses IKN agar pemindahan ibu kota tak memberatkan rakyat.

Sekolah Rakyat Terapkan Kurikulum MEME dengan Sistem SKS dan Hidden Curriculum

Sekolah Rakyat terapkan kurikulum fleksibel berbasis SKS dan hidden curriculum untuk mendukung pembelajaran formal maupun nonformal.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;