Mengurai Benang Kusut Masalah Desa Nambaru, Dari Akses Tani Sampai Penanganan Stunting

Potensi wisata Desa Nambaru Parimo terancam krisis kebersihan. Warga mendesak pengadaan armada sampah dan pembenahan fasilitas Posyandu stunting.
Potensi wisata Desa Nambaru Parimo terancam krisis kebersihan. Warga mendesak pengadaan armada sampah dan pembenahan fasilitas Posyandu stunting.

Parigi moutong, Gemasulawesi - Potensi pariwisata pesisir Desa Nambaru di Kecamatan Parigi Selatan membentang indah, namun ancaman penumpukan sampah terus menghantui kawasan tersebut.

"Pengadaan armada sampah penunjang wisata dan penanganan stunting menjadi perhatian utama yang harus masuk skala prioritas daerah," ujar Anggota Komisi III DPRD Parigi Moutong, Muhammad Basuki, di Desa Nambaru, Parigi Moutong.

Kawasan yang menjadi salah satu magnet kedatangan pelancong luar daerah ini memendam kekhawatiran atas kebersihan lingkungan. Tanpa ketiadaan kendaraan khusus pengangkut sampah, citra destinasi unggulan daerah ini berisiko tercoreng secara perlahan.

Persoalan Nambaru tidak berhenti pada aspek estetika kawasan wisata semata. Akses transportasi hasil bumi para petani setempat juga masih memprihatinkan akibat kerusakan jalur produksi.

Baca Juga:
Belajar dari Bencana Avolua Parimo, Begini Cara Cepat Tangani Korban Banjir Bandang Lumpuh Total

Para petani terus menantikan dukungan infrastruktur penimbunan jalan poros serta distribusi bantuan bibit kakao dan mesin paras. Pembenahan rantai pasok pertanian ini menjadi kunci utama kebangkitan ekonomi warga desa.

Kondisi pemukiman warga pun memerlukan penanganan infrastruktur dasar secara mendasar. Penerangan jalan utama masih minim dan sistem saluran air di sekitar kawasan sekolah kerap tak berfungsi optimal.

Kebutuhan air bersih turut menjadi ganjalan harian warga. Pengadaan pipa induk ukuran besar sangat mendesak agar aliran air bersih bisa menjangkau pemukiman secara merata.

Sektor keagamaan juga memerlukan perhatian kelanjutan sarana ibadah. Masyarakat berharap ada percepatan pembangunan masjid serta penyediaan fasilitas saniter yang layak di area gereja.

"Seluruh usulan dari dinas teknis harus disinkronkan dengan program pembangunan daerah agar dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat," kata Basuki saat menanggapi keluhan warga.

Sektor pemberdayaan ekonomi perempuan lokal ikut membutuhkan suntikan modal kerja. Kelompok usaha kuliner dan kelompok keterampilan jahit memerlukan bantuan peralatan produksi untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

Baca Juga:
Nasib Gaji PPPK Menggantung, Parigi Moutong Tak Berani Hapus Alokasi APBD

Sisi pelayanan kesehatan masyarakat menunjukkan benteng defensif yang kian rapuh. Gedung pos pelayanan terpadu setempat sudah tak muat menampung antusiasme kehadiran ibu dan anak.

Keterbatasan fasilitas fisik gedung memperlambat ruang gerak kader kesehatan desa. Padahal, intervensi penanganan anak kerdil dan gizi buruk memerlukan tindakan cepat dan konsisten.

Pemerintah daerah kini dituntut mengintegrasikan penanganan kebersihan wisata dan penguatan sarana Posyandu ke dalam rencana strategis pembangunan jangka panjang.

"Pengawasan anggaran daerah harus memastikan kebutuhan dasar masyarakat desa benar-benar terealisasi secara berkelanjutan," tutup Basuki.

...

Artikel Terkait

wave

Belajar dari Bencana Avolua Parimo, Begini Cara Cepat Tangani Korban Banjir Bandang Lumpuh Total

Belajar dari bencana banjir bandang Desa Avolua Parimo pada 26 Agustus 2026, sinergi gotong royong dan bantuan pangan cepat jadi kunci pemul

Nasib Gaji PPPK Menggantung, Parigi Moutong Tak Berani Hapus Alokasi APBD

DPRD Parigi Moutong tetap mengalokasikan anggaran gaji PPPK Rp300 miliar pada APBD akibat belum terbitnya regulasi pengalihan ke APBN.

Ketua DPRD Parimo Temukan SDK Terpencil Singgonitu Terisolasi Tanpa Listrik dan Air

Ketua DPRD Parigi Moutong temukan fakta guru SDK Terpencil Singgonitu tidur di kelas dan bayar ojek Rp400 ribu demi mengajar.

Anggaran 2027 Diprediksi Makin Ketat, DPRD Parimo Nekat Patok Evaluasi Kinerja Per Semester

DPRD Parigi Moutong menetapkan rencana kerja 2027 dan empat rekomendasi strategis demi menghadapi tantangan anggaran daerah yang makin dinam

Aturan Baru Dikejar, Parigi Moutong Terancam Keteteran Biayai Standar Laboratorium RSUD

Dinas Kesehatan dan RSUD di Parigi Moutong bongkar krisis bank darah serta laboratorium medis yang bikin pasien anemia terus dirujuk.

Berita Terkini

wave

Minim Kontribusi Murni Akibat Ketiadaan Perda, Begini Carut-Marut Tata Kelola CSR Parimo

Carut-marut CSR Parimo akibat ketiadaan Perda. DPRD dorong Pansus dan Pemda siapkan aturan tegas demi cegah kebocoran dana sosial.

Aturan RTRW Parigi Moutong dikejar, Apa Dampaknya bagi Lahan Warga?

Penetapan Ranperda RTRW Parigi Moutong Sulawesi Tengah menjadi kunci utama kepastian tata ruang dan arah investasi masa depan masyarakat.

Risiko Panjang Lambatnya Pembahasan RTRW Parigi Moutong

Lambannya pembahasan revisi RTRW Parigi Moutong berpotensi memicu ketidakpastian hukum dan menghambat masuknya investasi daerah hingga tiga

Mengurai Benang Kusut Masalah Desa Nambaru, Dari Akses Tani Sampai Penanganan Stunting

Potensi wisata Desa Nambaru Parimo terancam krisis kebersihan. Warga mendesak pengadaan armada sampah dan pembenahan fasilitas Posyandu stun

Belajar dari Bencana Avolua Parimo, Begini Cara Cepat Tangani Korban Banjir Bandang Lumpuh Total

Belajar dari bencana banjir bandang Desa Avolua Parimo pada 26 Agustus 2026, sinergi gotong royong dan bantuan pangan cepat jadi kunci pemul


See All
; ;