Jelang Nataru, Wapres Minta BNPB dan Pemda Antisipasi Bencana

waktu baca 3 menit
Ket Foto: Wapres Ma’ruf Amin.

Berita nasional, gemasulawesi – Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin minta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Daerah (Pemda) menjelang libur Natal dan Tahun Baru () 2022/2023.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan terjadi peningkatan kondisi cuaca ekstrem selama liburan Natal dan Tahun Baru ().

“Saya kira pemerintah terus mengingatkan baik lembaga di pusat BNPB maupun pemda, terutama daerah-daerah yang sering dilanda bencana. Banjir dan tanah longsor juga gempa, sehingga terus lakukan antisipasi,” kata Ma’ruf dalam siaran pers di Nusa Dua, Bali, Jumat, 23 Desember 2022.

Ma’ruf mengatakan, BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan pemerintah daerah yang mengalami kerugian akibat bencana sudah melakukan langkah mitigasi atau pencegahan.

Baca: Upaya Mitigasi Bahaya Tsunami, BNPB Ajak Tanam Mangrove

Oleh karena itu, saat ini antisipasi harus diperhatikan jika terjadi bencana.

“Kami sudah melakukannya berkali-kali, kami sudah memiliki petanya. Jadi yang disiapkan antisipasinya,” kata Ma’ruf.

Ma’ruf mengatakan, kawasan bencana di zona merah lebih baik tidak ditempati warga.

Baca: BNPB Sebut Frekuensi Banjir Sudah Mulai Berkurang

Karena jika wilayah tersebut ditinggali akan membahayakan masyarakat.

Untuk itu, dia meminta pemerintah daerah melakukan pencegahan terlebih dahulu.

“Pasti direlokasi, kalau tidak korban akan terulang lagi, di tempat yang lebih amanlah, agar tidak ada lagi korban, karena bukan mendadak, lebih banyak dilakukan sistematis terencana,” katanya.

Baca: BNPB Sebut Letusan Gunung Semeru Tak Sebabkan Tsunami

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memperingatkan kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem pada perayaan Natal dan Tahun Baru 2023 ().

Dwikorita Kepala BMKG mengatakan ada beberapa wilayah yang berpotensi siaga yang perlu dipantau pada periode 21-23 Desember 2022.

Diantaranya bagian dari 12 provinsi yaitu Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan Utara, Maluku dan Papua.

Baca: BNPB Tinjau Lokasi Relokasi Korban Gempa Cianjur

Kemudian, hingga 24 Desember 2022, potensi siaga prakiraan berbasis dampak di beberapa wilayah: Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan.

Sementara itu, perlu diperhatikan potensi hujan dengan intensitas signifikan selama periode 25 Desember sd 1 Januari 2023 di beberapa wilayah, yaitu potensi hujan lebat hingga sangat lebat berikut wilayah: Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku.

“Kemudian potensi hujan sedang hingga lebat di Aceh, Lampung, Sumsel, DKI Jakarta, Kalteng, Kalsel, Maluku Utara, Papua Barat, Papua,” katanya.

Baca: Data terbaru BNPB Terkait Korban Gempa Cianjur, dari Orang Hilang hingga Jumlah Pengungsi

Lanjut Dwikorita, ada kemungkinan terjadinya cumolonimbus selama 7 hari ke depan yang berlangsung pada 21 hingga 27 Desember 2022 di wilayah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, Sulawesi Selatan.

Ia mengatakan, potensi pertumbuhan awan cumulonimbus di wilayah udara Indonesia terkait dengan rute penerbangan dengan persen cakupan ruang sebesar 75 persen selama 7 hari ke depan berlaku mulai 21 hingga 27 Desember 2022. (*/Ikh)

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.