KEK Palu Perlu Sosialisasi Untuk Tarik Investor

waktu baca 3 menit
Ket Foto: Gedung Administrator KEK Palu (Foto/kek.go.id)

Berita , gemasulawesi – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) , Provinsi perlu yang masif di tingkat nasional maupun internasional, agar menarik minat menanamkan modalnya di kawasan itu.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Hadianto Rasyid saat menghadiri fasilitas dan kemudahan investasi di KEK diinisiasi oleh Badan Administrator KEK di , , Selasa 22 November 2022.

“Berinvestasi di KEK memudahkan dalam urusan administrasi, salah satunya perizinan. Peluang bisnis mudah terbuka bagi ,” ucap Hadianto Rasyid.

Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Elen Setiadi, dan Wakil Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK, Budi Santoso, juga turut serta dalam kegiatan tersebut.

Baca: Dinkes Kota Palu Intervensi Ratusan Ibu Hamil KEK

Hadianto menyampaikan bahwa sebagai kawasan industri strategis dengan pemberlakuan pemerintahan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat.

Kawasan seluas 1.500 hektar ini telah beroperasi sejak tahun 2017, dimana pengelolaannya dilakukan oleh PT Bangun Perusahaan Daerah (Prusda) Sulawesi Tengah (BPST) dan badan pengelola yang bertindak sebagai pengatur izin kawasan menarik minat jumlah area dari penyewa.

“Melalui ini, kami berharap para pemangku kepentingan dan pengusaha dapat membagikan informasi ini kepada pelaku usaha lainnya sehingga perlu lebih masif agar dapat terus berkembang di masa mendatang,” kata Hadianto.

Baca: Pemkot Palu Galang Dana Bagi Korban Gempa Cianjur

Ia mengatakan penyewa yang telah berinvestasi di area khusus ini termasuk PT Hongthai International, yang telah berinvestasi dalam getah pinus untuk ekspor ke India dan China, dan PT Asbuton Jaya Abadi, yang telah berinvestasi ready mix aspal untuk domestik.

Kemudian PT Ganda Parade Artana berinvestasi campuran beton untuk pemakaian sendiri, PT Sentosa Utama Lestari yang mengolah jagung untuk pakan ternak yang juga memasok kebutuhan domestik, PT Sulawesi Global Commodity berinvestasi kelapa untuk domestik dan PT Sulawesi Centeral Commodity, investasi biji kakao untuk domestik.

“Sebagai Pemerintah Daerah, Pemerintah Kota , Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan terus berusaha menarik melalui promosi, kami juga ingin para tenant yang telah berinvestasi di untuk mendorong rekan-rekannya untuk berinvestasi di kawasan ini,” harapnya.

Baca: Kemenkop UKM Gandeng Pemkot Palu Perluas Lapangan Kerja

Dalam hal investasi, Sulawesi Tengah mengalami pertumbuhan positif atau masuk dalam dua besar investasi nasional setelah Provinsi Jawa Tengah.

Pada triwulan II tahun 2022, nilai investasi Sulawesi Tengah tercatat sebesar Rp 71 miliar dari berbagai sektor dan pertumbuhan ekonomi sebesar 11,7 persen, menempati peringkat ketiga sebagai pertumbuhan ekonomi nasional terbaik. (Dn)

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.