Kondisi Lokasi Tangkap Gurita Touna Pasca Penutupan Sementara, Hasil Tangkap Nelayan Bertambah

waktu baca 4 menit
Pembukaan Lokasi Tangkap Gurita Touna Pasca Penutupan Sementara, Hasil Tangkap Nelayan Bertambah

Tojo Unauna, gemasulawesi.com – Setelah tiga bulan ditutup sejak 17 Oktober 2022 akhirnya dibuka pada 17 Januari 2023 di Desa Kadoda, Kecamatan Talatako, Kabupaten Tojo Una-Una, .

Metode buka tutup sementara baru pertama kali dilakukan.

Dampaknya pun sangat positif dirasakan para nelayan di daerah itu.

BACA: Pria Berzodiak Leo Mempunyai Beberapa Sifat Buruk, Salah Satunya Senang Memerintah

Informasi dihimpun, tangkapan nelayan dengan cuaca tak begitu bagus selama setengah hari, mencapai 185,4 kilogram.

Ramsi Akarim, salah seorang nelayan mengatakan, per orang bisa menangkap gurita 6 ekor hingga 11 ekor.

Ditambah dengan ukuran gurita yang besar alias size A dan B itu dengan rata-rata berat 1 Kg – 2 Kg.

BACA: Bupati Parimo Bertemu PPK, Singgung Panitia Berstatus ASN dan PPPK

Menurut nelayan, tangkapan itu naik signfikan, tidak seperti sebelum penerapan sistem buka tutup Lokasi Tangkap Gurita.

“Kami senang dan bersemangat pergi menangkap gurita walaupun harganya rendah,” kata Ramsi yang juga merupakan anggota kelompok Nelayan Kogito.

Arif, nelayan lainnya juga bersyukur lokasi itu sudah dibuka untuk nelayan .

BACA: Pria Asal Sulsel Diduga Lecehkan Wanita Saat Umroh Divonis 2 Tahun Penjara

Menurutnya, sistem buka tutup sementara itu memberikan hasil memuaskan pada nelayan, karena jumlah dan bobot tangkapannya naik dibanding sebelumnya.

Arif pernah mengalami hal unik pasca pembukaan lokasi tangkap gurita itu.

Saat menangkap gurita dengan alat gara-gara, dia dibuat kelabakan dengan 3 ekor gurita ukuranjumbo.

BACA: IDI Parimo Gelar Symposium Medical Emergenc and Medical Legal Protection

Itu momen kali pertama dalam hidupnya, sehingga membuatnya senang sekaligus takjub.

“Kaget juga saat lihat gurita ukuran seperti itu, padahal yang ditutup itu tidak luas, bagaimana kalau lebih luas?” ungkap Arif membayangkan jika lokasinya penutupan diperluas.

Sementara itu Ketua Kelompok Nelayan Kogito, Sardin Matorang mengatakan, kegiatan yang telah diinisiasi oleh JAPESDA dengan metode buka tutup itu telah memberikan kesadaran kepada nelayan maupun kelompok dalam mengelola sumber daya alam yang ada di desa.

BACA: Komisi III DPR RI Melakukan Inpeksi Mendadak ke PT GNI

Tentu harapannya nelayan di Desa Kadoda mampu mengelola perikanan yang baik dan meningkatkan ekonomi nelayan secara mandiri dengan cara mengadopsi kegiatan yang sudah dilakukan seperti ini.

“Japesda hanya menjadi sebagai stimulan agar kita semua bisa sadar dan bergerak mengelola semua sumber daya yang ada di desa ini,” kata Sarding pada seremoni kegiatan pembukaan penutupan sementra di Pulau Papan, Desa Kadoda, Rabu, 18 Januari 2023.

Sardin juga berharap bahwa hal baik yang dilakukan kelompoknya dapat diintervensi oleh Pemerintah Desa.

BACA: Buka Muskab KORPRI Kabupaten Poso, Ketua KORPRI Sulteng Harap Program Kerja Berorientasi Anggota

Harapannya kegiatan penutupan sementara lokasi tangkap gurita dapat dilakukan terus menerus oleh nelayan. Tentu keinginan penutupan lokasi tersebut atas keinginan seluruh anggota kelompoknya.

“Kami berharap pemerintah desa dan kelompok nelayan konservasi Kogito ini bisa bekerjasama dengan desa. Itu yang kami minta dari desa,” harap Sarding matorang.

Ungkapan serupa juga dikatakan Titania Aminullah, pendamping JAPESDA di Desa Kadoda. Ia mengatakan kegiatan yang baik ini perlu didorong menjadi program yang dijalankan oleh pemerintah desa, tentunya bersama Kelompok Kogito.

BACA: Berkunjung ke Bunaken, Presiden Joko Widodo Singgung Turis Asal Cina

“Kami juga mengharapkan hal yang sama bahwa kegiatan pengelolaan perikanan yang sudah terbukti ini perlu didorong menjadi milik desa,” kata Tania, sapaan akrabnya.

Tania menekankan bahwa di Desa Kadoda sendiri saat ini tinggal menunggu pengesahan Peraturan Desa (Perdes) mengenai pengelolaan perikanan skala kecil berkelanjutan.

Dengan adanya Perdes ini maka kegiatan penutupan yang dijalankan kelompok telah memiliki dasar hukumnya di level desa, dan harapannya bisa berjalan maksimal.

BACA: Gubernur Sulteng Bertemu Bamsoet dan Mahfud MD Bahas Permasalahan PT GNI

Merespon keinginan nelayan untuk melanjutkan kegiatan penutupan sementara, Kepala Desa Kadoda, Derwan Karaba menjanjikan dukungan terhadap kegiatan yang dilakukan Kelompok Nelayan Kogito.

“Pemerintah Desa pasti akan mendukung kegiatan pengelolaan perikanan dengan model buka tutup ini karena telah memberikan bukti dan hasil yang bagus,” kata Derwan.

Ia menambahkan setelah penutupan terdapat perubahan dari segi tangkapan.

BACA: BNPB Sebut Maluku Merupakan Kawasan Aktivitas Tektonik Aktif

Terutama di lokasi reef perairan Kadoda menyumbang jumlah tangkapan nelayan. Menurutnya itu terjadi karena perbedaan luas wilayah penutupan dengan reef Dambulalo yang hanya 8 hektar.

“Saya sebagai pemerintah desa sangat berterima kasih dengan adanya kegiatan atau program yang dijalankan oleh Japesda di desa kami,” tutup Derwan. (*/Hakir)

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.