Korban Meninggal Akibat Gempa Cianjur Capai 602 Jiwa

waktu baca 3 menit
Ket Foto: Tim Gabungan m,asih melakukan upaya pencarian korban hilang gempa Cianjur, Jawa Barat (Foto/bnpb.go.id)

Berita nasional, gemasulawesi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Provinsi jawa Barat memastikan korban meninggal dunia akibat gempa bumi Cianjur mencapai 602 jiwa.

Jumlah tersebut meningkat signifikan dari laporan pemerintah sebelumnya yang hanya 335 korban meninggal dunia.

Kenaikan angka kematian tersebut terkonfirmasi setelah Pemkab Cianjur melakukan pendataan langsung warga mulai dari RT, RW, desa/Kelurahan hingga kecamatan.

Jumlah tersebut juga telah dikoordinasikan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana () dan dirilis di akun media sosial Pemkab Cianjur pada Kamis 15 Desember 2022.

Baca: 80 Rumah Tahan Gempa Cianjur Bakal Selesai Akhir Tahun 2022

Selain kematian yang dikonfirmasi, hingga 8 orang masih dinyatakan hilang.

“Data ini sudah dikoordinasikan dengan dan jelas tidak ada masalah,” kata Bupati Cianjur Herman Suherman kepada wartawan, Jumat 16 Desember 2022.

Herman mengatakan perbedaan besar antara data baseline dan validasi karena banyak warga yang tidak melaporkan kematian keluarganya.

Baca: BMKG Sebut Gempa Cianjur Timbulkan Patahan Baru

Ketika kejadian itu terjadi, orang-orang sibuk memikirkan situasi darurat. Misalnya mencari tenda, makanan dan kebutuhan lainnya.

Petugas juga menemukan laporan terkonfirmasi bahwa ada tetangga yang menguburkan korban yang meninggal pada malam hari saat gempa Senin, 21 September 2022 namun tidak dilaporkan.

Data yang valid penting sebelum Pemkab menyerahkan dana kerohiman bagi korban yang meninggal ke Kementerian Sosial.

Baca: Presiden Joko Widodo Pastikan Pembangunan Rumah Korban Gempa Cianjur Dimulai

Setelah pendataan ekstensif, ditetapkan 602 warga meninggal dunia. Selain itu, data tersebut dicek kembali bersama .

“Intinya datanya adalah data riil di lapangan dan permasalahannya juga jelas. Nama dan alamatnya, itu benar-benar ada mau berapapun itu penting,” ucap Herman.

Data menunjukkan, daftar korban meninggal dunia di 13 kecamatan yang juga disertai dengan identitas lengkap korban dan tanggal kematian.

Baca: Sebanyak 8.341 Rumah Korban Gempa Cianjur Akan Diperbaiki

Selain itu, Herman mengatakan, korban meninggal akibat gempa terbanyak tercatat di Kecamatan Cugenang sebanyak 397 jiwa, dan paling sedikit di Kecamatan Mande, Haurwangi, Sukaresmi dan Cikalongkulon yang masing-masingnya hanya terdapat satu orang meninggal.

Sebagian besar korban meninggal dunia pada hari kejadian, tertimpa reruntuhan bangunan.

Sementara korban lainnya adalah mereka yang awalnya luka-luka kemudian meninggal dunia, dan mereka yang meninggal dunia saat pengungsian.

Baca: Bertambah, Korban Meninggal Gempa Cianjur Jadi 327 Jiwa

Herman mengatakan bahwa korban yang meninggal akan menerima dana kerohiman sebesar Rp 15 juta.

Di mana pada tahap pertama hingga 122 jiwa dan pada tahap yang muncul hingga 480 jiwa.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (), Letjen TNI Suharyanto, Kamis, 15 Desember 2022 mengatakan akan mempercepat relokasi warga yang terdampak .

Baca: Dua Hektare Lahan Relokasi Bagi Warga Korban Gempa Cianjur

Ia memerintahkan seluruh perangkat daerah untuk merelokasi warga Cianjur.

“Lahan relokasi harus tuntas, tidak mudah memindahkan 10 desa ke lokasi baru. Setelah proses evakuasi dan pembersihan lokasi bencana selesai, tahap pemukiman kembali akan dilakukan kembali. Pastikan zona patahan Ciguneng tidak dekat dengan lahan relokasi,” katanya. (*/Ikh)

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.