Modus Minta Sedekah, Pria Makassar Diringkus Polisi

waktu baca 2 menit
Foto: Illustrasi penangkapan dari Polisi.

Berita nasional, gemasulawesi– Delapan orang di Kota Makassar, Sulawesi Selatan harus berurusan dengan Kepolisian, karena membohongi pengguna jalan dengan modus minta sedekah untuk pembangunan masjid.

“Modusnya mereka gunakan dus, judulnya sedekah untuk masjid. Setelah kita lakukan permintaan keterangan, ternyata mereka gunakan untuk kepentingan pribadi, dananya tidak masuk atau tidak tersalurkan,” ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Jamal Fathur Rakhman, pada Kamis 17 Juni 2021.

Komplotan modus minta sedekah itu dijaring Polisi saat operasi berantas premanisme, dan menerima laporan masyarakat resah atas aktivitas pelaku. Mereka ditangkap saat sedang beraksi di sekitar flyover Makassar.

Modus minta sedekah itu telah dilakukan para pelaku beberapa bulan terakhir.

“Ada aduan masyarakat, ada informasi dari Polsek, Polrestabes juga, rekan-rekan Bhabinkamtibmas bertugas di daerah sana menginformasikan. Sehingga kami kemarin sore melakukan operasi premanisme di sekitaran flyover,” jelasnya.

Baca juga: 14 Hari, Waktu Perpanjangan PSBB Kota Makassar

Pihak Kepolisian juga menyita sejumlah barang bukti berupa dus sumbangan, dan uang sebesar ratusan ribu rupiah. Modus minta sedekah dalam sekali beroperasi para pelaku mendapatkan hasil hingga ratusan ribu rupiah.

“Kemarin kami dapati dari beberapa orang beberapa macam, ada Rp 28 ribu, ada Rp 31 ribu, ada Rp 15 ribu, ada juga sampai Rp 100 ribu lebih,” sebutnya.

Baca juga: Antar Bupati Morut Sulawesi Tengah ke Makassar, Delapan Orang Akhirnya Positif Virus Corona

Para pelaku nekat modus minta sedekah karena terdesak kebutuhan ekonomi. Sehingga hasil dari sumbangan tipuannya digunakan untuk membeli makanan, dan membayar tunggakan cicilan sepeda motor.

“Jadi sampai sekarang mereka mengakui untuk kepentingan pribadi,” ucapnya.

Baca juga: Modus Kejahatan Admin Untad Palu, Pelaku Keruk Untung Miliaran

Diketahui, jaringan dengan modus minta sumbangan itu dikoordinasi seseorang memerintahkan hingga mengambil uang dari para pelaku. Kini, polisi pun masih mengejar atasan para pelaku.

“Jadi dari delapan orang, satu orang mengatakan dia setor ke salah satu orang di atasnya. Itu yang kami sedang dalami,” tutupnya. (***)

Baca juga: BKPSDM Parigi Moutong Ungkap Modus Oknum Janjikan Kelulusan Ujian CPNS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.