Munas KAHMI Gunakan Sistem Pemungutan Suara Berbasis Elektronik

waktu baca 2 menit
Ket. Foto: Ahmad Doli Kurnia. (Foto/Irfan/gemasulawesi)

Nasional, Gemasulawesi – Pemilihan presidium Majelis Nasional masa bakti 2022-2027 pada Musyawarah Nasional ke-11 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam () di Kota Palu, menggunakan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting sebagai bentuk transformasi teknologi.

“Penggunaan sistem ini, kali pertama dalam sejarah Munas ,” kata Koordinator Presidium Periode 2022-2027 usia menyalurkan bantuan dalam kegiatan peduli di Kabupaten Sigi, Sulteng, Ahad.

Ia menjelaskan, penggunaan metode ini untuk menghindari kekeliruan-kekeliruan teknis yang dapat merugikan konstan, oleh karena itu pemanfaatan teknologi informasi dinilai tepat diterapkan dalam pemilihan unsur majelis Nasional.

Baca: KAHMI Yakin Pemerintah Mampu Atasi Ancaman Krisis Ekonomi

Dari kegiatan Munas ini, katanya, menghasilkan beberapa catatan-catatan penting, khususnya hasil rapat komisi-komisi melahirkan gagasan baru guna meningkatkan kapabilitas organisasi yang dikelola secara modern dan mandiri.

Dari kongres juga, melahirkan rekomendasi hal-hal penting berkaitan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara, serta menyangkut keumatan.

“Secara konsepsi visi dan misi setidaknya lima tahun ke depan sudah terumuskan dengan baik, selanjutnya ditindaklanjuti dengan program-program konkret, aksi nyata yang di pimpin sembilan Presidium terpilih di Munas ke-11,” ujar Doli.

Baca: UMP Gorontalo Tahun 2023 Jadi RP 2.989.350

Menurutnya, organisasi ini selalu mengembangkan misi keislaman dan keindonesiaan dalam berbagai konteks untuk merawat persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai kebhinekaan.

Oleh karena itu, guna mewujudkan tujuan besar organisasi, maka perlu kolaborasi dengan berbagai elemen, tidak terkecuali pemerintah.
“Kami juga membangun koordinasi dengan organisasi kemasyarakatan (Ormas) lainnya sebagai bentuk kepedulian terhadap negara ikut terlibat memajukan kesejahteraan umum,” Ucap Doli.

Dari hasil kongres menghasilkan sembilan presidium terpilih dengan suara terbanyak masing-masing 417 suara, Ahmad Yohan 343 suara, Herman Khaeron 318 suara, Saan Mustopa 316 suara, M. Rifqinizamy Karsayuda 311 suara, Abdullah Puteh 295 suara, Romo H.R. Muhammad Syafii 290 suara, Zulfikar Arse Sadikin 284 suara, dan Sutomo 278 suara.

Baca: KAHMI Bagi 1.150 Paket Sembako Kepada Penyintas Di Huntap Sigi

Sembilan presidium itu terpilih dari 38 nama calon presidium yang ditetapkan pimpinan sidang dan disepakati peserta Munas . (*/IRF)

Editor: Gracesilia Shea Arsiane

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.