Polisi Selidiki Insiden Penembakan Nelayan di Morowali

<p>Foto: Aktivitas Pengeboman Ikan.</p>
Foto: Aktivitas Pengeboman Ikan.

Berita morowali, gemasulawesi– Polisi selidiki insiden penembakan nelayan di Morowali, Sulawesi Tengah.

Penembakan nelayan di Morowali, Sulawesi Tengah, dipicu karena aktivitas memancing menggunakan bom ikan.

“Memang benar seorang warga asal Desa Sainoa tertembak. Dan pelakunya adalah tiga petugas Kementerian Perikanan dan Kelautan (KKP) serta satu orang dari Pengawas Sumber Daya Perikanan dan Kelautan Dinas Perikanan Morowali,” ungkap Juru Bicara Polres Morowali, Kompol Nasarudin, menjelaskan kronologi penembakan nelayan di Desa Sainoa, di Mako Polres Morowali, Sulawesi Tengah, Kamis 4 Maret 2021.

Ia mengatakan, keempat petugas itu memang sedang patroli di perairan sekitar. Dengan menyamar menggunakan salah satu kapal nelayan, sebelum penembakan penembakan nelayan di Morowali, Sulawesi Tengah terjadi.

Baca juga: Polairud Parimo Belum Bisa Tangkap Pelaku Pengeboman Ikan

Awalnya, mereka mendapat laporan masyarakat ada sejumlah nelayan menangkap ikan dengan menggunakan pukat di Kawasan Wisata Sombori.

“Dapat laporan warga, petugas menuju lokasi yang dimaksud. Dalam perjalanan mereka mencurigai adanya aktivitas memancing menggunakan bom ikan, Itu ditandai dengan ombak tiba-tiba membumbung hampir setinggi dua meter,” jelasnya.

Baca juga: Tim Sar Temukan Empat Nelayan Hilang di Parigi Moutong

Ia melanjutkan, kecurigaan petugas KKP adanya aktivitas pengeboman ikan itu benar terjadi.

Menurut keterangan petugas KKP, mereka sudah memberikan peringatan tiga kali. Namun, beberapa nelayan itu tidak mengindahkan maka terjadilah penembakan nelayan di Morowali, Sulawesi Tengah.

“Sejumlah nelayan sempat melarikan diri dan meninggalkan perahunya,” tuturnya.

Baca juga: Pakai Bom Ikan, Polsek Tomini Parigi Moutong Amankan Enam Nelayan

Baca juga: Wabup Parimo: Perencanaan Pembangunan Mesti Sesuai RPJMD

Keempat petugas itu kata dia, masih dalam tahap penyelidikan dalam kasus penembakan nelayan di Morowali, Sulawesi Tengah. Pihaknya, akan meminta keterangan dari korban.

Selain itu, pemilik perahu yang disewa petugas untuk penyamaran akan dimintai keterangan.

“Kami akan menindak tegas kalau ada pelanggaran SOP,” tutupnya.

Baca juga: Kejari Poso Sulteng Selidiki Aliran Dana Covid-19

Baca juga: Edarkan Sabu, Warga Kayuboko Parigi Moutong Ditangkap Polisi Donggala

Laporan: Ahmad

...

Tags

Artikel Terkait

wave

April 2021, Tenggat Perekaman E-KTP Penerima Bantuan PKH

Disdukcapil Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, diberikan tenggat waktu hingga April 2021 untuk melakukan perekaman E-KTP penerima bantuan PKH.

45 Ribu Keping, Target Cetak E-KTP Parigi Moutong 2021

Disdukcapil target cetak E-KTP Parigi Moutong, Sulawesi Tengah sebanyak 45 ribu keping tahun 2021, kurun waktu Januari hingga Desember 2021.

Parigi Moutong Kembangkan Pertanian Melalui Teknologi

Guna meningkatkan produktifitas petani, Pemda Parigi Moutong bantu petani melalui teknologi, program pertanian cerdas atau Smart Farming.

Unit Siaga SAR Temukan Nelayan Hilang di Morowali

Unit Siaga SAR akhirnya berhasil temukan nelayan hilang di Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah, Nanang Pakis (50) dalam keadaan selamat.

BPS: 2020, Tiga Lapangan Usaha Penyumbang PDRB Parigi Moutong

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut tiga lapangan usaha menjadi penyumbang Produk Domestik Regional Bruto atau PDRB Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, tahun 2020.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;