Polda Sulawesi Tengah Komitmen Berantas PETI Sungai Tabong

waktu baca 2 menit

Berita Sulawesi Tengah, gemasulawesi – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah berkomitmen berantas pelaku Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) , Sulawesi Tengah.

Hal itu diungkapkan dalam dialog lintas pagi RRI Tolitoli melalui zoom meeting dengan judul tema “Seriuskah aparat tertibkan tambang illegal ?” Kompol Sugeng Lestari Kasubid Penmas Bidhumas Polda Sulawesi Tengah, Rabu 13 Juli 2022 sebagai perwakilan dari Polda Sulawesi Tengah.

“Kepolisian berkomitmen mengungkap siapa pelaku atau pemodal dari penambangan liar yang diduga telah berada di kawasan hutan lindung di Kabupaten Buol dan Kabupaten Tolitoli,” ucap Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sulawesi Tengah Kompol Sugeng Lestari, pada Rabu 13 Juli 2022 pagi.

Sebanyak 13 unit alat berat disita polisi, 8 unit eksavator disita Polda Sulawesi Tengah, dan 5 unit disita Polres Buol, satu di antaranya masih berada di lokasi karena rusak.

Baca: Pemprov Sulawesi Barat Bakal Tanam 1,2 Juta Mangrove

Tidak sedikit pihak yang telah memberikan apresiasi langkah tegas Polda Sulawesi Tengah beserta jajarannya yang dipimpin Irjen Pol Drs. Rudi Sufahradi.

Sugeng mengatakan, selain alat berat berupa eksavator, polisi juga menyita berbagai alat tambang lainnya. 4 saksi yang keterangannya telah diambil penyidik dari Subdit Reserse Kriminal Tipidter Polda Sulawesi Tengah

Sugeng menyebutkan bila kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Polisi akan berkomitmen mengungkap siapa pelaku atau pemodal dari penambangan liar yang diduga berlokasi di kawasan hutan lindung di Kabupaten Buol dan Kabupaten Tolitoli tersebut.

Dalam kesempatan itu, mantan Wakapolres Tolitoli itu juga berharap agar pemerintah daerah dan pihak terkait segera merumuskan upaya pencegahan paska PETI ditertibkan di wilayah agar tidak ada yang melakukan aktivitas pertambangan kembali.

Dialog pagi itu RRI Tolitoli mengundang pembicara lain untuk hadir dalam zoom meeting tersebut, antara lain Bupati Buol, dr. Amiruddin Rauf, Subagio Kepala Balai Gakkum LHK Sulawesi Tengah, Khairul Syahputra Laadjim Kepala Departemen Advokasi WALHI Sulawesi Tengah dan Jaya pengamat lingkungan Buol.

Publik ramai membicarakan aksi gencar yang dilakukan pihak kepolisian, baik Polda Sulteng, Polres Buol maupun Polres Tolitoli, dalam menyikapi tindakan pertambangan emas tanpa izin (PETI) di kawasan , Kabupaten Buol dan Kabupaten Tolitoli. (*/Ikh)

Baca: BMKG Akan Gelar Simulasi Gempa dan Tsunami di Pinrang

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.