Ratusan Orang Meninggal Pasca Arema FC Kontra Persebaya

<p>Ket Foto: Kerusuhan pasca Arema FC kontra Persebaya Surabaya (Foto/ Screenshoot facebook Bunda Liez)</p>
Ket Foto: Kerusuhan pasca Arema FC kontra Persebaya Surabaya (Foto/ Screenshoot facebook Bunda Liez)

Berita Nasional, gemasulawesi – Ratusan orang dilaporkan meninggal dunia di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pasca pertandingan Arema FC kontra Persebaya Surabaya.

Irjen Nico Afinta, Kapolda Jawa Timur mengatakan pada konferensi pers di Kabupaten Malang, Jawa Timur bahwa dari ratusan orang yang meninggal pasca pertandingan Arema FC kontra Persebaya Surabaya, dua diantaranya anggota Polri.

“127 orang tewas dalam peristiwa ini, dua di antaranya anggota Polri,” kata Nico.

Nico menjelaskan, 34 orang dilaporkan meninggal dunia di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, sedangkan sisanya meninggal dunia saat mendapatkan pertolongan di sejumlah rumah sakit setempat.

Menurut dia, sejauh ini ada sekitar 180 orang yang dirawat di rumah sakit tersebut.

Selain korban meninggal, ada 13 kendaraan rusak, 10 diantaranya kendaraan milik Polri.

“Masih ada 180 orang yang masih dilayani. Tidak semua dari 40.000 penonton adalah anarkis. Yang keluar hanya sedikit, sekitar 3.000 penonton,” imbuhnya.

Ia mengatakan saat itu pertandingan di Stadion Kanjuruhan sedang berjalan lancar.

Namun, setelah pertandingan berakhir, beberapa fans Arema FC kecewa dan beberapa orang turun ke lapangan untuk mencari pemain dan offisial.

Petugas keamanan kemudian akan mengambil tindakan pencegahan dengan melakukan pengalihan. Sehingga para suporter tidak turun ke lapangan untuk mengejar para pemain. Petugas akhirnya menembakkan gas air mata dalam proses itu.

Menurut dia, gas air mata itu ditembakkan karena suporter tim berjuluk Singo Edan yang turun ke lapangan melakukan tindakan anarkis dan membahayakan keselamatan para pemain dan offisial.

“Karena gas air mata, mereka keluar ke satu titik di pintu keluar. Kemudian terjadi penimbunan dan selama penimbunan itu terjadi sesak napas, kekurangan oksigen,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Malang M. Sanusi menyatakan, seluruh biaya pengobatan para supporter yang saat ini dirawat di sejumlah rumah sakit akan ditanggung oleh Pemerintah Kota Malang.

Baca: Antisipasi Cacar Monyet, Pemkot Makassar Gandeng IDI

Sanusi mengatakan, semua ambulans sudah kami kerahkan untuk proses evakuasi dari Stadion Kanjuruhan. Bagi yang sehat dan sedang dirawat, biaya ditanggung Pemerintah Kabupaten Malang.

Kerusuhan terjadi usai pertandingan 3-2 antara Arema FC dan Persebaya Surabaya pada Sabtu malam 1 Oktober 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kekalahan tersebut merupakan yang pertama bagi Arema FC dalam 23 tahun terakhir. (*/Ikh)

Baca: Pasca Penyesuaian Harga, Konsumsi Solar di Sulteng Naik

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

...

Artikel Terkait

wave

Meski Dibatalkan, PLN Tetap Lanjutkan Uji Coba Kompor Listrik

Meski dibatalkan, Direktur Distribusi PT PLN (Persero) mengatakan pihaknya lanjutkan uji coba konversi kompor LPG 3 kg ke kompor listrik

Jokowi Janji Bakal Tambah Bansos Jika APBN Berlebih

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bakal tambah bantuan sosial (bansos) jika dapat APBN berlebih,

Empat Polisi di Gorontalo Dipecat Terlibat Narkoba dan Penipuan

Empat anggota Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo terlibat penipuan dan penyalahgunaan narkoba dipecat atau diberi sanksi pemberhentian

Group Hacker Meretas Situs Resmi Bawaslu di Sumatera Barat

Group hacker menamakan diri mereka Banyumas Cyber Team (BCT) melakukan aksi meretas sejumlah situs resmi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)

Beban Daya PLN Membengkak, Program Kompor Listrik Ditunda

wacana program penggantian fungsi kompor gas ke kompor listrik yang rencananya akan direalisasikan tahun ini akan ditunda.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;