Selama Tahun 2022 Ditemukan Puluhan Ribu Kasus Tuberculosis di Sulawesi Selatan

<p>Ket Foto: Ilustrasi paru &#8211; paru terpapar tuberculosis (Foto/Pixabay)</p>
Ket Foto: Ilustrasi paru – paru terpapar tuberculosis (Foto/Pixabay)

Sulawesi Selatan,gemasulawesi – Selama tahun 2022 ditemukan puluhan ribu kasus tuberculosis di Sulawesi Selatan. Ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Tuberculosis Sulawesi Selatan, Andi Julia Junus, Rabu 4 Desember 2023.

Menurutnya Dinas Kesehatan telah mendata kasus tuberculosis di Sulawesi Selatan. Ia menyebutkan berdasarkan data yang ada terdapat 20.388 kasus dalam setahun selama periode 2022 sampai sekarang.

Tuberculosis merupakan penyakit yang dikarenakan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis, jelas dr Andi Julia Junus.

Baca : Kementerian Agama Wilayah Sulawesi Selatan Melakukan Penelusuran Terkait Dugaan Aliran Sesat di Gowa

Disebutkan, data itu dapat bertambah sebab pencarian pasien TB masih dilakukan sampai bulan Februari mendatang.

“Kami belum tutup data, sehingga sampai saat ini kasus tuberculosis di Sulawesi Sulatan mencapai 20.388 kasus di 24 kabupaten/kota atau 65,79 persen melebihi target nasional,” bebernya.

Dijelaskannya kasus penyakit tuberculosis tak sama dengan penyakit lainnya, seba pada penyakit ini makin banyak ditemukan kasus tuberculosis maka makin menunjukkan kinerja suatu daerah di dalam penanganan tuberculosis.

Baca : Makassar Penderita HIV/AIDS Terbanyak di Sulawesi Selatan

Pemerintah Pusat sudah menghitung beban tuberculosis di setiap provinsi. Melalui hasil survei yang dilaksanakan Pemerintah Pusat, Sulawesi Selatan ditargetkan mempunyai beban tuberculosis sebanyak 30.985 kasus.

Target ini turun dari tahun 2021 yakni sebesar 31.022, sementara tahun 2022 Sulawesi Selatan ditargetkan sebanyak 30.985 kasus.

“Temuan kasus tahun 2022 sudah lebih baik dibandingkan tahun 2021 yang cuma 49 persen dari target. Tahun 2022 kita sudah berhasil menemukan 65,79 persen kasus. makin tinggi temuan maka makin baik kinerjanya,” katanya.

Baca : Satpol PP Tertibkan Warga yang Tinggal di Atas Lahan Milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan

Temuan kasus tuberculosis yang masih rendah di tahun 2021, bisa dikaitkan dengan efek dari COVID-19.

Hal demikian juga dibenarkan Kasri Riswadi selaku Koordinator Program Yayasan Peduli Tuberkulosis Sulawesi Selatan atau Yamali TB Sulsel menyatakan kedatangan pandemi COVID-19 di awal tahun 2020 sangat berpengaruh dalam penanggulangan tuberculosis.

“Dari sisi suspek tuberculosis, masyarakat semakin ragu agar memeriksakan diri ke layanan tersebut sebab takut disebut COVID-19, yang berdampak pada temuan kasus tuberculosis yang menurun drastis pada tahun 2020 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, ” terangnya.

Baca : Diskominfo-SP Sulawesi Selatan Luncurkan Portal Satu Data

Baru di tahun 2022, jumlah temuan kasus dinilai kembali meningkat seiring dengan status pandemi yang turut berimbas pada kasus maupun penyebaran informasi.

Sedangkan dari sisi handling pun sama. Tak sedikit tenaga kesehatan yang menangani tuberculosis dipindahkan agar menangani kasus COVID-19.

“Pengobatan tuberculosis pun menjadi kurang optimal dari sebelumnya. Ada pula keterkaitan antara COVID-19 juga tuberculosis, tuberculosis komorbid bahkan beberapa kali disebutkan bahwa sebagian kematian akibat COVID-19 bukan sebab COVID tetapi dikarenakan tuberculosis,” tutup Kasri Riswandi. (*/NRL)

Editor: Muhammad Azmi Mursalim

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

...

Artikel Terkait

wave

Pemkot dan Polres Palu Dukung Penerapan Subsidi Tepat

Pemerintah Kota (Pemkot) Palu dan Kepolisian Resor (Polres) mendukung penerapan program Subsidi Tepat yang memasuki babak

Program Pangan Lestari Bantu Wujudkan Pemenuhan RTH di Palu

Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, mendorong untuk pembentukan program pangan lestari untuk RTH

Hujan dan Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah di Makassar

Hujan dan angin puting beliung melanda Kota Makassar, pada Rabu 4 Januari 2023, menyebabkan sedikitnya 10 unit

Gubernur Sulawesi Tengah Tekankan Koperasi Tambang Poboya Jalin Kerjasama yang Baik Bersama Masyarakat

Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura tekankan Koprasi Tambang Poboya harus jalin kerjasama yang baik bersama masyarakat.

Wanita di Makassar yang Sempat Lapor Kehilangan Suami Meminta Maaf

Seorang wanita di Makassar, Sulawesi Selatan berinisial DA (30) yang sempat lapor kehilangan suami lalu ditertawakan polisi kini meminta maaf.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Tolong Saya (Dowajuseyo), Film Horor Hasil Kolaborasi Sineas Indonesia dan Korea Selatan

Tolong Saya (Dowajuseyo) adalah film horor hasil kolaborasi sineas Indonesia dan Korea Selatan, dibintangi Saskia Chadwick

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum


See All
; ;