Tekan Inflasi, Pemkot Palu Perluas Sektor Perikanan dan Pertanian

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Wali Kota Palu Hadianto Rasyid

Berita Sualwesi Tengah, gemasulawesi – Tekan , Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Provinsi , perluas ikan air tawar dan juga skali kecil dengan mengunakan teknologi hidroponik di ibu Kota Provinsi tersebut.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Palu Hadianto Rasyid usai rapat mingguan di Palu, Senin 9 Januari 2023.

“Sebanyak 10 komoditas berperan strategis menekan , yakni dari sektor dan perikanan,” ucap Hadianto Rasyid.

Ia menjelaskan budidaya ikan air tawar perlu diperluas agar dapat membuahkan hasil dalam tiga bulan ke depan, termasuk sayuran metode budidaya hidroponik.

Baca: Tingkatkan Kesehatan Masyarakat, Pemkot Palu Gencarkan Promkes

Karena Kota Palu tidak memiliki tangkap yang sesuai, alternatifnya adalah mengembangkan sub perikanan air tawar.

“Jenis ikan budidaya yaitu ikan air tawar dan ikan mas merupakan ikan mujair yang sudah popular daerah tersebut. ikan konsumsi memiliki tingkat pertumbuhan yang cepat sehingga cocok untuk dikembangkan,” kata Hadianto.

Menurut walikota, menjaga stabilitas pangan memerlukan ide kreatif dan inovatif agar potensi yang ada di daerah dapat dimaksimalkan dan dikelola secara efisien.

Baca: Pemkot Palu Cegah Penyalahgunaan Narkoba Jadi Prioritas Utama

Ia mengatakan pada tahun 2022 akan menjadi salah satu daerah terbaik untuk percepatan untuk tekan , dengan capaian berdasarkan tingkat berdasarkan tahun kalender pada bulan Desember tahun lalu atau year on year (YoY) 5,81 persen.

Ia menambahkan, di bidang , pihaknya melakukan pemberdayaan perempuan di setiap desa melalui tim penggerak pemberdayaan masyarakat. kesejahteraan (TP)-PKK).

Dalam hal ini membangun rumah hidroponik sebagai pasar segar berbagai jenis sayuran hasil ibu-ibu PKK atau – Ibu.

Baca: Pemkot Palu Sukses Tekan Kemiskinan 6,63 Persen di Tahun 2022

siap mendukung kedua sektor tersebut dengan harapan dapat dilakukan pertama tahun ini sehingga akan tercapai hasil yang prioritasnya untuk memenuhi konsumsi lokal,” kata Hadianto.

Ia mengatakan bahwa intervensi politik lokal juga tidak terlepas dari keberhasilan menurunkan tingkat , karena untuk apa ide-ide cemerlang tersebut? semakin dikuatkan menghadapi ancaman krisis perekonomian.

Akibat upaya pengendalian tersebut, katanya lagi, beberapa segmen atau kelompok komoditas, antara lain makanan, minuman dan tembakau, mengalami deflasi pada kisaran 0,30 persen, kemudian pakaian jadi dan alas kaki di bawah 0,3 persen. (Ikh/Dn)

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.