Aksi Demo Warga Kasimbar Tolak Tambang, Kantor Camat Disegel

waktu baca 3 menit
Ket Foto: Aksi Demonstrasi Warga Tolak Keberadaan Tambang Berbuntut Penyegelan Kantor Camat Kasimbar. (Foto/Akun Facebook Syukur)

Parigi moutong, gemasulawesi.com- Warga kembali menggelar unjuk rasa menolak keberadaan tambang yang dinilai merugikan.

Aksi oleh puluhan warga tersebut juga menutup akses jalan selama lima jam dan menyegel kantor Camat Kasimbar.

Dalam orasinya Korlap yang kemudian diketahui bernama Muhammad Chairul Dani mengingatkan pemerintah untuk memperhatikan aspirasi mereka.

Baca: 2.078 Izin Perusahaan Pertambangan Minerba Dicabut Pemerintah

“Ribuan hektar sawah petani di beberapa desa yang tersebar di terancam akibat keberadaan tambang,” sebut Chairul dalam orasinya.

Pihak pendemo mendesak pihak keamanan untuk menurunkan alat berat yang disinyalir sedang beroperasi di wilayah tambang emas .

Pendemo memberikan batas waktu tanggal 18 Januari pihak keamanan haru memerintahkan penghentian operasi alat berat dan hengkang dari .

Baca: Ratusan Pendemo Minta Pemda Tolak Usaha Tambang Kasimbar

Aksi demonstrasi warga menolak keberadaan tambang beroperasi di wilayah tersebut bukan kali pertama terjadi.

Sebelumnya di akhir tahun 2020 ratusan warga juga turun ke jalan menolak beroperasinya tambang yang dikelola oleh PT Trio Kencana.

Saat itu Korlap aksi demo Aan Hendrawan, lahan yang diklaim perusahaan tambang itu akan merugikan masyarakat .

Izin eksporasi pertambangan milik PT Trio Kencana kata dia, meliputi wilayah Kecamatan Toribulu, dan Tinombo Selatan   seluas 15.725 Ha. Yang mencakup lahan perkebunan, pertanian dan kawasan pemukiman penduduk.

Jika perusahaan pertambangan emas masuk di wilayah . Sudah tentu akan berdampak langsung terhadap usaha pertanian masyarakat dan menimbulkan kerugian ekonomi dan lingkungan.

Baca: Massa Aksi Demo Sebut Tambang Emas Kasimbar Ancam Lingkungan

“Mata pencarian sebagian besar masyarakat yang sebagai petani dan nelayan, akan sangat terganggu,” jelasnya.

Hal yang sama disampikan salah sorang aktifis wanita Hairunisa. Menurutnya, tambang di bukan memberi keuntungan kepada masyarakat . Malah sebaliknya memberikan kerugian terhadap masyarakat setempat.

“Kami turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi untuk menolak tambang demi keselamatan para petani Kecamatan Kasimbar. Dengan aksi ini kami minta hari ini agar Camat Kasimbar menetukan sikap untuk menolak tambang  dihadapan massa,” tuturnya.

Baca: Dirjen Minerba ESDM Diminta Perhatikan Dampak Lingkungan Akibat Tambang

Sementara Camat Kasimbar Abdul Manan Daeng Malindu SPd MM, merespon aksi massa itu. Dia berjanji akan meneruskan tuntutan penolakkan massa tersebut kepada pemerintah yang lebih atas yang memiliki kewenangan terkait usaha pertambangan.

“Saya akan sampaikan kepada pemerintah atas, serta buat pernyataan secara tertulis kemudian kita akan ajukan kepada yang berwewenang, ” ungkap Abdul Manan.

Pantauan gemasulawesi.com, hingga usai penyampaian orasi, tuntutan penolakkan usaha tambang PT Trio Kencana, dalam bentuk pernyataan sikap masa aksi tidak ikut ditandatangani Camat Kasimbar.

Hal ini membuat massa aksi berjanji akan melakukan aksi demonstrasi susulan, menghadirkan massa yang lebih besar. (fan)

Baca: Parigi Moutong Rekomendasi Dua Titik Wilayah Pertambangan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.