Warga Palu Bakar Alat Berat di Lokasi Tambang Emas Poboya

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Warga bakar alat berat di perusahaan tambang poboya (foto/SS video warga)

Berita Sulawesi Tengah, gemasulawesi – Ratusan warga Kota Palu, bakar dan merusak sejumlah alat berat di sebuah perusahaan lokasi tambang emas di Kelurahan Poboya, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Seorang penambang juga dilaporkan mengalami luka tikaman dalam insiden sejumlah warga bakar alat berat di perusahaan tambang emas Poboya tersebut.

Kejadian ini akibat penolakan warga setempat terhadap perusahaan tambang.

“Benar, sekitar 500 orang menyerang otoritas pertambangan. Warga memblokir jalan, namun saat itu petugas sudah berada di lokasi,” ucap Kapolres Palu Kombes Pol Barliansyah kepada salah satu media online, Minggu 18 September 2022.

Selain itu, Kapolres Palu mengatakan salah satu pegawai juga menjadi korban kekerasan yang dilakukan warga sekitar dengan memenggal kepala korban dan membakarnya.

Ia mengatakan, karyawan Yakob mengalami luka tusuk di bagian kepala dan korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, tiga unit alat berat dan satu mobil pikap terbuka juga dirusak warga sekitar.

Saat ini, kata Barliansyah, situasi di lokasi kejadian kondusif, namun warga masih bertahan dengan memblokir jalan di sekitar perusahaan tambang.

Baca: Peran Bidan Dalam Penurunan Angka Kematian Ibu dan Anak

Ia menjelaskan, anggota masih dalam status siaga, tetapi kami mengimbau masyarakat untuk kembali ke rumah masing-masing.

Barliansyah mengatakan akan menindak para pelaku yang melakukan pembongkaran dan pembakaran hingga satu pekerja ditikam.

“Sementara penyelidikan sedang berlangsung dan kami telah mengidentifikasi tetangga yang berperilaku anarkis. Tentu kami akan proses hukum yang berlaku,” tutupnya. (*/Ikh)

Baca: Jenazah Ketua Dewan Pers Azyumardi Azra Tiba Senin Malam

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.