Waspada Potensi Gelombang 6 Meter di Perairan Indonesia

waktu baca 3 menit
Ket Foto: Foto Ilustrasi/Pixabay

Berita Nasional, gemasulawesi – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika () keluarkan peringatan potensi terjadi gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia pada Selasa, 3 Januari 2023 hingga Kamis, 5 Januari 2023.

Gelombang tinggi terjadi akibat pola angin di sejumlah perairan wilayah Indonesia bagian utara yang dominan bergerak dari Barat Laut ke Timur Laut, dengan kecepatan angin berkisar 6 hingga 20 knot.

Untuk sejumlah perairan di wilayah Indonesia bagian selatan, dominan bergerak dari arah Barat Daya ke Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 8 hingga 35 knot.

Untuk kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Jawa bagian timur, Samudra Hindia Selatan Kupang, Laut Sawu, Samudra Hindia Selatan Jawa Tengah, perairan Pulau Sabu, Laut Timor, Laut Arafuru bagian barat, Laut Sawu, dan juga perairan Kupang-Pulau Rote.

Baca: BMKG Sebut Waspada Gelombang 6 Meter di Selat Makassar

“Kondisi ini menyebabkan potensi peningkatan gelombang tinggi 1,25 hingga 2,5 meter di perairan utara Sabang, perairan barat Pulau Simeulue, Samudra Hindia Barat Aceh-Pulau Simeulue, perairan Bengkulu, Teluk Lampung bagian selatan, Selat Sunda bagian utara, Selat Ombai-Selat Wetar, dan juga perairan timur Bintan,” ucap Akhmad Taufan Maulana Kepala Bagian , dalam keterangan, Selasa 3 januari 2023.

Dan Laut Natuna, perairan Bangka Belitung, Selat Karimata, perairan selatan Kalimantan, Laut Jawa bagian barat, perairan selatan Baubau, perairan selatan Kep Wakatobi, perairan utara Jawa Barat, perairan Kep Sangihe-Kep Talaud, Laut Sulawesi bagian timur, Selat Makassar bagian selatan, Teluk Bone.

Kemudian, Laut Maluku, perairan utara Kep Sula, perairan Kep Halmahera, Laut Halmahera, perairan Bitung-Kep Sitaro, Laut Banda bagian utara, Samudra Pasifik Utara Halmahera-Jayapura, perairan Kep Kai-Kep Aru, perairan utara Raja Ampat-Jayapura.

Baca: BMKG Ingatkan Warga Waspadai Gelombang Tinggi dan Banjir Pesisir

Gelombang di kisaran yang lebih tinggi 2,5 hingga 4,0 meter berpeluang terjadi, Samudra Hindia Barat Kep Mentawai-Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan barat Kep Mentawai-Lampung, di perairan Pulau Enggano.

Selanjutnya untuk di perairan selatan Pulau Jawa hingga Bali, Samudra Hindia Selatan Banten-Jawa Tengah, Selat Bali, Lombok, dan juga Alas bagian selatan.

itu juga terjadi di Selat Sape bagian selatan, Laut Flores, Laut Banda bagian selatan, perairan Kep Sermata-Kep Tanimbar, Laut Arafuru, perairan Kep Anambas-Natuna, Laut Jawa bagian tengah-timur, perairan utara Jawa Tengah-Jawa Timur-Kep Kangean, Laut Bali-Laut Sumbawa, perairan Kep Selayar, Laut Sawu bagian utara, perairan utara Kupang-Pulau Rotte.

Baca: BMKG Prediksi Indonesia Hujan Lebat Saat Natal dan Tahun Baru

Kemudian potensi gelombang yang sangat tinggi 4 hingga 6 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia Selatan Jawa Timur-NTT, perairan Pulau Sabu, Laut Timor.

Potensi terjadi juga di Selat Sumba bagian barat, perairan selatan Lombok-Sumbawa, perairan barat Pulau Sumba, Laut Natuna Utara, perairan selatan Kupang-Pulau Rotte, Laut Sawu bagian selatan.

Taufan mengatakan, perlu diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran, seperti perahu nelayan, kapal tongkang, kapal feri, dan juga kapal ukuran besar, seperti kapal kargo dan kapal pesiar.

Baca: BMKG Sebut Ada Potensi Cuaca Ekstrem Saat Natal dan Tahun Baru

“Untuk masyarakat dimohon, yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada dan selalu mengikuti perkembangan cuaca,” ucapnya. (*/Ikh)

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.