Beredar Kabar Bayi di Tolitoli Lahir dengan Kondisi Genetik Super Langka, Begini Penampakannya

waktu baca 3 menit
Penampakan bayi di Tolitoli lahir dengan kondisi genetik super langka. (Foto/Screenshot/Instagram Terang_media)

, gemasulawesi – Beredar kabar bayi di Kabupaten , Sulawesi Tengah lahir dengan kondisi genetik super langka.

Bahkan video bayi yang lahir dengan kondisi Harlequin Ichthyosis ini beredar di grup-grup WhatsApp dan Media Sosial.

Dikutip dari instagram @terang_media, Kamis 5 Januari 2023 sore, bayi malang yang itu lahir pada 31 Desember 2022 malam, atau pada malam tahun baru 2023.

Baca: Lima Penumpang Meninggal Akibat Mobil Tabrak Pohon di Sulsel

Bayi itu diketahui anak dari pasangan dari JK dan suaminya MA.

Mereka merupakan warga Desa Janja, Kecamatan Lampasio, Kabupaten yang merupakan keluarga prasejahtera.

Bayi dengan jenis kelamin perempuan itu, dikabarkan lahir dengan berat badan 2,2 kilogram di , .

Baca: BWSS Sulawesi Utara Alokasikan Anggaran Ratusan Miliar Untuk Danau Tondano dan Bendungan Lolak

Melihat kondisinya, pihak memutuskan untuk merujuk bayi tersebut ke RSUD Mokopido di Kota .

Untuk diketahui, Harlequin lchthyosis merupakan kelainan genetik yang sangat langka dan menyebabkan tubuh tidak memiliki kulit normal.

Menurut Alo Dokter, kasus ini hanya terjadi pada 1 dari 300.000 kelahiran karena mutasi genetik yang biasanya terjadi karena faktor genetik atau paparan radiasi, virus dan zat kimia.

Baca: BPJS Kesehatan Berhenti Kerjasama, Pasien RS Grestelina Makassar Terlantar

Biasanya anak yang lahir dengan kelainan ini memiliki tubuh yang tidak normal.

Ditutupi kulit putih tebal dengan retakan merah, kelopak mata yang terkulai akibat penumpukan sisik jaringan kulit, mata yang tidak menutup, bibir kencang yang membuat sulit menyusui dan ciri-ciri umum lainnya.

sementara, menurut halodoc, harlequin ichthyosis adalah kondisi bayi dengan genetik super langka serius terutama menyerang kulit.

Baca: Wakil Bupati Parigi Moutong Jadi Irup Upacara HAB ke 77

Anak-anak dengan kondisi ini terlahir dengan kulit yang sangat keras dan tebal yang menutupi sebagian besar tubuhnya.

Kulit kayi dengan kondisi ini akan membentuk lempengan besar seperti berlian yang terbelah.

Kondisi kulit ini mempengaruhi bentuk kelopak mata, hidung, mulut dan telinga serta membatasi pergerakan lengan dan kaki.

Baca: Dinkes Palu Siapkan Layanan Kesehatan Posko Terpadu Nataru

Plak terbentuk di dada, yang juga akan membatasi pergerakan dada, yang dapat menyebabkan kesulitan bernapas dan gagal napas pada bayi.

Plak yang terbentuk di wajah juga bisa membuat bayi sulit bernapas dan menyusu.

Kulit biasanya membentuk penghalang pelindung antara tubuh dan lingkungan sekitar.

Baca: Ini Strategi Pemkot Palu Capai RTH 20 Persen Luas Wilayah, Bangun Taman Hingga Libatkan Wanita Tani

Bayi dengan harlequin ichthyosis sering mengalami dehidrasi dan berisiko mengalami infeksi yang mengancam jiwa pada minggu-minggu pertama kehidupan.

Di masa lalu, sangat jarang anak-ana dengan kelainan ini bertahan hidup di tahap awal kehidupan.

Namun, dengan dukungan medis yang intensif dan perawatan yang lebih baik, anak-anak dengan penyakit ini kini memiliki kesempatan yang lebih baik untuk hidup hingga masa kanak-kanak dan remaja.(*/Akir)

Editor: Muhammad Azmi Mursalim

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.