BPBD Parigi Moutong Siapkan Logistik Untuk Korban Banjir

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Banjir di Desa Tompo Tahun 2018 Silam. (Foto/Istimewa)

Berita , gemasulawesi – Paska pemberlakuan status tanggap darurat terkait banjir yang melanda dua Kecamatan di Kabupaten Parigi Moutong, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera siapkan logistik untuk korban .

BPBD saat ini sedang merampungkan proses administrasi logistik, mengacu pada Surat Keputusan bupati mengenai status tanggap darurat yang sudah diterbitkan.

“Secepatnya bantuan dalam bentuk bahan makanan dan kebutuhan lainnya akan disalurkan kepada korban ,” tutur sekretaris BPBD , Rivai.

Baca: Tambah Masa Tanggap Darurat Banjir Tinombo, Ini Agenda BPBD

Lanjut dia, sebelum mengeluarkan rekomendasi status darurat pihaknya terlbih dahulu melakukan pertemuan dengan pemangku daerah. Setelah itu, Kepala daerah mengeluarkan Surat keputusan pada Rabu, 23 Maret 2022.

Surat keputusan itu sendiri berlaku efektif pada Kamis, 24 Maret 2022, berlaku untuk tujuh hari kedepan sesuai aturan penetapan masa tanggap darurat.

“Kita bisa memperpanjang masa tanggap darurat, jika masa transisi pemulihan belum bisa dilakukan,” tuturnya.

Baca: BNPB: Perpanjangan Tanggap Darurat Sulbar untuk Tangani Pengungsi

Ia menjelaskan, untuk korban di Kecamatan Taopa dan Moutong diberikan bantuan logistik bersumber dari beras cadangan pemerintah. BPBD kata dia juga telah melakukan intervensi di lapangan sejak bajir melanda pada delapan desa yang terletak di wilayah utara Kabupaten .

“Mereka juga butuh bantuan normalisasi sungai dan pembuatan talud untuk mengatasi yang terjadi disana, untuk itu kami sudah melakukan koordinasi dengan BWSS III sebagai instansi yang berwenang,” ujarnya.

Ia menambahkan, BPBD Sulteng saat ini sedang meninjau lokasi bencana, dengan harapan apa yang mereka temukan dapat menjadi bahan tindak lanjut.

Baca: Satu Positif Virus Corona, Gorontalo Berlakukan Tanggap Darurat

Dilaporkan, delapan desa terdampak yakni Desa Tuladengi Sibatang dan Desa Tompo, Kecamatan Taopa. Selanjutnya, Desa Pande, Pande Lapa, Gio Barat, Gio dan Desa Tuladengi Pantai, Kecamatan Moutong.

Dari moment itu, tidak cukup lebih 304 Kepala Keluarga (KK) terdampak, terhitung 201 lahan perkebunan dan 215 tambak punya warga turut terdampak, serta 180 rumah warga dan dua jembatan dilaporkan rusak.

Baca: 12 Ton BBM Ilegal Diamankan Polres Kabupaten Bungo

“BPBD saat ini sedang mennginventarisir korban akibat yang terjadi pada Minggu (20/3) dipicu hujan deras memicu air sungai di daerah berikut meluap hingga merendam pemukiman warga. Hingga kini warga di dua desa terdampak di Kecamatan Taopa terasa membersihkan rumah mereka dari sisa-sisa lumpur, sedang warga terdampak di kecamatan Moutong lebih dari satu masih mengungsi di rumah keluarga dan kerabat mereka,” tutupnya. (dn)

Baca: Parigi Moutong Susun Perbup Status Keadaan Darurat Bencana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.