Ramai Diperbincangkan! Desain Ucapan Ultah Jokowi dari Kominfo Tuai Kontroversi, Netizen: Anggaran Besar, Kerja Minimalis Banget

Tuai kontroversi. Desain ucapan ulang tahun dari Kominfo untuk Presiden Jokowi viral di media sosial.
Tuai kontroversi. Desain ucapan ulang tahun dari Kominfo untuk Presiden Jokowi viral di media sosial. Source: Foto/X @kominfo

Nasional, gemasulawesi - Pada hari ulang tahun Presiden Jokowi yang ke-63, ucapan selamat dari berbagai pihak termasuk lembaga pemerintah biasanya menjadi sorotan.

Namun, kali ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menciptakan kehebohan yang tak terduga dengan desain visual ucapan mereka untuk Presiden Jokowi di media sosial.

Kominfo, melalui akun Instagram resminya, menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Presiden Jokowi.

Pesan yang sebenarnya sederhana ini disertai dengan sebuah foto yang menunjukkan Jokowi dikelilingi oleh bingkai dan bunga-bunga.

Baca Juga:
Diduga Gegara Rem Blong, Truk Gandeng Bermuatan Pupuk Tabrak 8 Motor di Perlintasan Kereta Api Giri Banyuwangi, Begini Kondisi Para Korban

Meskipun maksudnya baik untuk merayakan ulang tahun presiden, desain tersebut malah memicu reaksi negatif dari netizen.

Banyak netizen yang mengkritik desain tersebut karena dianggap terlalu mirip dengan estetika yang biasanya digunakan dalam ucapan belasungkawa untuk orang yang meninggal.

Desain yang seharusnya meriah untuk merayakan ulang tahun seorang pemimpin ternyata dianggap tidak pantas dan tidak sesuai konteksnya.

Reaksi netizen pun tersebar luas di berbagai platform media sosial.

Baca Juga:
Jika Sesuai dengan Aturan, Bupati Gorontalo Yakin Hasil Pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang Merupakan Pilihan Rakyat

Mereka menyuarakan kekecewaan mereka atas kesalahan desain yang dilakukan oleh lembaga sebesar Kominfo.

“Server data saja belum kelar sampai skrg. Eh muncul lagi sensasi desain bela sungkawa,” tulis akun X @dhe***.

Beberapa netizen menyoroti bahwa pemerintahan seharusnya memiliki standar yang lebih tinggi dalam hal-hal semacam ini, terutama dalam merancang konten yang mengenai figur publik sebesar presiden.

“Sekelas Kominfo, apakah memang benar-benar minim orang berkompeten? Anggaran besar, kerja minimalis banget. Tolong, anak TKJ atau DKV/MM SMK, tolong dong bantu om-om kalian di Kementerian,” tulis akun @dh***.

Baca Juga:
Peredaran Uang Palsu di Jakarta Kian Meresahkan Masyarakat, Polisi Tetapkan 4 Tersangka dan 3 DPO, Begini Peran Masing-masing Pelaku

Tekanan dari publik akhirnya membuat Kominfo mengambil keputusan untuk menghapus postingan tersebut pada malam hari tanggal 21 Juni.

Namun, walaupun postingan sudah dihapus, tangkapan layar dari konten yang kontroversial ini sudah tersebar dan terus menjadi bahan perbincangan di jagat media sosial.

Insiden ini menunjukkan betapa pentingnya kehati-hatian dalam setiap aspek komunikasi publik, terutama dalam konteks yang sensitif seperti momen perayaan ulang tahun presiden.

Kegagalan dalam merancang dan menyampaikan pesan yang tepat dapat dengan cepat mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap sebuah lembaga atau pemerintahan. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Tak Terima Wilayahnya Ditandai Kampung Penadah dan Kampung Maling di Google Maps, Camat Sukolilo Pati Lapor ke Kominfo

Camat Sukolilo, Kabupaten Pati, Andrik Sulaksono lapor ke Kominfo usai wilayahnya ditandai sebagai kampung maling di Google Maps.

Minta Pengguna Bersiap Pindah ke Platform Lain, Kominfo Akan Memblokir Media Sosial X di Indonesia, Ini Alasannya

Ini alasan Kominfo berencana memblokir akses media sosial X di Indonesia. Minta pengguna bersiap-siap pindah ke platform lain.

Dicecar DPR RI Terkait Motif Polwan Bakar Suami Hingga Meninggal Dunia, Menkominfo Budi Arie: Ternyata Perempuan Lebih Kejam dari Lelaki Ya

Begini tanggapan Menkominfo Budi Arie ketika dicecar oleh DPR RI terkait kasus polwan bakar suami hingga meninggal dunia.

Bersama Tim Ahli dari Universitas Tadulako Palu, Diskominfo Parigi Moutong Gelar Rapat FGD Terkait Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik

Diskominfo Parigi Moutong mengadakan FGD bersama dengan tim ahli dari jurusan Teknik Informatika Universitas Tadulako Palu terkait SPBE.

Meski Telah Ada Sebanyak 4990 Buah, Menkominfo Tegaskan Pembangunan BTS Tidak Dapat Dihentikan

Menurut Budi Arie Setiadi, pembangunan Base Transceiver Station atau yang lebih dikenal dengan BTS di Indonesia tidak dapat dihentikan.

Berita Terkini

wave

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali

Muhaimin Hadi Desak Audit SPBU: Bongkar Gurita Mafia Solar di Poso!

Ketua Forum Pembela Cinta Damai Kabupaten Poso, Muhaimin Hadi, mengkritik keras kelangkaan solar bersubsidi yang melanda wilayah Poso.

Di Balik Sidak Dispenser BBM Parigi: Menantang Nyali Satreskrim Tangkap Aktor Intelektual Penimbun Solar Subsidi

Polres Parigi Moutong lakukan uji tera dan Sidak sejumlah SPBU di Parigi moutong, sehubungan dengan gencarnya kritikan berkaitan BBM Ilegal

Gurita Tambang Ilegal: Oknum Polisi Edi Jaya Diduga Lebarkan Sayap hingga ke Desa Maleali

Tidak hanya di Mentawa Sausu Torono, Oknum polisi Edi Jaya diduga juga mulai masuk merambah ke Desa Maleali.

Rapor Merah AKBP Hendrawan: Dinilai Gagal Total Disiplinkan Anggota Penyusup Bisnis PETI dan Solar Ilegal

Kapolres Parigi moutong, Hendrawan dinilai gagal mendisiplinkan internal dalam jajarannya berkaitan keterlibatan PETI di Parimo.


See All
; ;