Tak Ada Petugas yang Berjaga Saat Tiba di Rumah Bersalin Sarongan, Ibu Hamil Asal Banyuwangi Ini Harus Melahirkan Mandiri dalam Mobil

Ibu hamil di Banyuwangi, Jawa Timur melahirkan darurat dalam mobil karena tak ada petugas di Rumah Bersalin Sarongan.
Ibu hamil di Banyuwangi, Jawa Timur melahirkan darurat dalam mobil karena tak ada petugas di Rumah Bersalin Sarongan. Source: Foto/X @dhemit_is_back

Banyuwangi, gemasulawesi - Kejadian memilukan dan menegangkan dialami oleh Sudanisih, seorang ibu hamil dari Dusun Sumberdadi, Desa Kandangan, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. 

Sudanisih harus melahirkan di dalam mobil karena tidak ada petugas yang berjaga di Rumah Bersalin Puskesmas Pembantu Sarongan.

Peristiwa ini bermula ketika Sudanisih merasakan kontraksi hebat dan menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan. 

Bersama suaminya, Aden, mereka segera meminta bantuan tetangga, Budi Santoso, untuk mengantarkan Sudanisih ke fasilitas kesehatan terdekat, yaitu Rumah Bersalin Puskesmas Pembantu Sarongan. 

Baca Juga:
Viral di Media Sosial! Pertemuan 5 Tokoh Muda Nahdliyin dengan Presiden Israel Isaac Herzog Menuai Kontroversi dan Kecaman

Tentunya dengan harapan bisa mendapatkan pertolongan medis yang cepat, mereka bergegas menuju puskesmas tersebut.

Namun, sesampainya di sana, harapan mereka pupus. Gedung rumah bersalin tersebut tampak kosong dan tidak ada satu pun petugas medis yang berjaga. 

“Gimana ini tidak ada petugasnya sama sekali di rumah bersalin Sarongan. Ada orang melahirkan sampai harus melahirkan sendiri di dalam mobilnya,” ujar Budi Santoso dengan nada kecewa.

Dalam keadaan panik dan bingung, Sudanisih yang semakin merasakan sakit akhirnya terpaksa melahirkan di dalam mobil. 

Baca Juga:
Dengan Buldozer, Pasukan Penjajah Israel Dilaporkan Menghancurkan Pom Bensin di Dekat Yerusalem Tepi Barat

Aden dan Budi Santoso melakukan yang terbaik untuk membantu proses persalinan darurat tersebut. 

Beruntung, dengan usaha keras dan doa, Sudanisih berhasil melahirkan bayinya dengan selamat.

Kepala Puskesmas Sumberagung, dr. Yulius Roni pun membenarkan insiden ini.

Roni mengatakan jika bidan yang bertugas saat itu sedang mengikuti kegiatan untuk lansia di Dusun Pancer, sedangkan bidan lain sedang melakukan pemeriksaan kesehatan di area yang mereka tangani.

Baca Juga:
Mengungkap Pesona Tersembunyi Pantai Dadap, Surga Keindahan dan Ketenangan di Pesisir Laut Selatan Jawa Timur

Kejadian ini segera menyebar dan menjadi viral di media sosial, salah satunya setelah diunggah oleh akun X @dhemit_is_back pada Senin, 15 Juli 2024.

Warganet ramai-ramai mengungkapkan kekecewaan dan kemarahan mereka terhadap pelayanan kesehatan di daerah tersebut. 

Banyak yang mengecam ketidakadanya petugas medis di fasilitas kesehatan yang seharusnya siap siaga untuk keadaan darurat seperti ini.

"Rumah bersalin sampai tidak ada petugas yang berjaga, gimana ceritanya. Percuma dibangun rumah bersalin kalau tidak ada petugasnya. Buang-buang anggaran saja," komentar akun @mem***.

Baca Juga:
2 Remaja Tenggelam di Air Terjun Jami Sulawesi Selatan Ditemukan Tewas di Kedalaman 5 Meter, Tangis Keluarga Pecah Saat Jenazah Korban Tiba

Banyak warga juga mengungkapkan rasa prihatin mereka dan berharap ada tindakan tegas dari pihak terkait untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. 

Mereka menuntut adanya perbaikan dalam sistem pelayanan kesehatan dan peningkatan pengawasan di fasilitas kesehatan. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Ikut Berduka atas Meninggalnya Pembalap Anggara Grineta dalam Ajang BOSC Road Race 2024, IMI Banyuwangi Berikan Tali Asih pada Keluarga

IMI Banyuwangi ikut berduka cita atas meninggalnya Anggara Grineta. Mereka memberikan tali asih kepada keluarga korban.

IMI Banyuwangi Desak Panitia Bertanggung Jawab atas Insiden Meninggalnya Pembalap saat Berlaga dalam Ajang Road Race di Pantai Boom

Pembalap Road Race meninggal setelah jatuh saat berlaga di Sirkuit Pantai Marina Boom Banyuwangi. IMI meminta panitia bertanggung jawab.

Baru Terungkap! Penyebab Pembalap Muda Asal Banyuwangi Meninggal Dunia Saat Berlaga di Ajang Road Race 2024 Ternyata Bukan Karena Ditabrak

Ini penyebab pembalap asal Banyuwangi meninggal dunia saat mengikuti ajang balap BOSC Road Race 2024 di Pantai Boom.

Profil Anggara Grineta, Pembalap Motor Berprestasi yang Gugur Saat Berlaga dalam Ajang Road Race 2024 di Pantai Boom Banyuwangi

Berikut merupakan profil Anggara Grineta, pembalap motor asal Banyuwangi yang meninggal saat berlaga dalam Ajang Road Race 2024.

Insiden Maut dalam Ajang Road Race 2024, Seorang Pembalap Meninggal Dunia Saat Berlaga di Pantai Boom Banyuwangi, Ini Penyebabnya

Insiden maut terjadi di lintasan road race di Pantai Marina Boom Banyuwangi. Seorang pembalap meninggal dunia karena terjatuh.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;