Hari Anak Nasional, Sekretaris Dinkes Jayapura Sebut dari Beberapa Waktu Melakukan Persiapan Banyak Pelajar yang Mendapatkan Penanganan Karena Kelelahan

Ket. Foto: Sekretaris Dinas Kesehatan Jayapura Mengatakan dari Beberapa Hari Melakukan Persiapan HAN Banyak Pelajar yang Kelelahan yang Mendapatkan Penanganan
Ket. Foto: Sekretaris Dinas Kesehatan Jayapura Mengatakan dari Beberapa Hari Melakukan Persiapan HAN Banyak Pelajar yang Kelelahan yang Mendapatkan Penanganan Source: (Foto/ANTARA/Yudhi Efendi)

Jayapura, gemasulawesi – Dinas Kesehatan Jayapura meminta para orang tua untuk menjaga kesehatan dan juga mental anak untuk mendukung kelancaran Hari Anak Nasional ke-40.

Sekretaris Dinas Kesehatan Jayapura, Edward Sihotang, dalam keterangannya pada hari Minggu, tanggal 21 Juli 2024, menyampaikan dari beberapa hari melakukan persiapan banyak pelajar yang mendapatkan penanganan disebabkan kelelahan.

Sekitar 7.000 anak akan hadir dan 2.600 anak asli Papua akan menampilkan tarian kolosal di puncak Hari Anak Nasional di Istora Papua Bangkit pada hari Selasa, tanggal 23 Juli 2024.

Baca Juga:
Untuk Keperluan Bahan Baku Pelaku UMKM Produksi Aneka Makanan Camilan dan Minuman Pemanis, Permintaan Gula Aren di Lebak Cenderung Meningkat

Dia mengungkapkan maka dari itu, pada saat puncak kegiatan, guru dan orang tua harus mempersiapkan mental anak-anaknya, terutama membawa persediaan makanan dan juga minuman yang cukup.

Dia mengatakan pihaknya memberikan saran kepada orang tua dan juga guru untuk menyiapkan handuk dengan rendaman es batu, sehingga dapat mengantisipasi cuaca panas atau over heat.

Edward mengungkapkan pada saat latihan dilakukan, pihaknya menemukan kasus pelajar yang kelelahan dikarenakan udara yang terlalu panas.

Baca Juga:
Terkait Dana Hibah, Pj Gubernur Sebut Telah Menandatangani untuk PMI Sulawesi Selatan Senilai 2 Miliar Rupiah

“Maka dari itu, disarankan untuk handuk dengan es batu,” ucapnya.

Dikutip dari Antara, dia menerangkan pihaknya dari Dinas Kesehatan telah meminta kepada panitia atau organisasi perangkat daerah atau OPD yang menangani Hari Anak Nasional ke-40 juga orang tua dan guru agar menyiapkan minuman yang mengandung gula yang cukup.

“Agar saat pelajar ini kelelahan, maka akan segera diberikan minuman itu sehingga dapat segera mengembalikan kondisi tubuhnya,” pungkasnya.

Baca Juga:
Meresahkan! Viral Penangkapan 10 Remaja Diduga Hendak Tawuran di Jakarta Barat, Sejumlah Senjata Tajam Turut Diamankan

Edward Sihotang menyatakan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, maka pelajar yang diikutsertakan pada acara puncak peringatan Hari Anak Nasional ke-40 benar-benar sehat dan juga tidak mempunyai penyakit khusus.

“Harapan kami, dengan imbauan yang telah diberikan, semoga anak-anak tetap dalam kondisi yang prima hingga berakhirnya Hari Anak Nasional ke-40 yang akan berlangsung pada tanggal 23 Juli 2024,” tandasnya. (Antara)

...

Artikel Terkait

wave
Viral Kisah Maryati, Terima Pembayaran Ganti Rugi Lahan Sawahnya untuk Proyek Tol Jogja-Bawen Hanya Ratusan Ribu, Ternyata Ini Alasannya

Salah satu warga Kabupaten Magelang, Maryati (70) terima pembayaran uang ganti rugi (UGR) tol Jogja-Bawen senilai Rp954.740. Begini kisahnya

Dokter RSJ Sambang Lihum Bongkar Penyebab Puluhan Warga di Banjarmasin Masuk Rumah Sakit Jiwa, Ternyata Bukan Hanya Karena Mabuk Kecubung

RSJ Sambang Lihum mengungkap pasien mabuk bukan karena kecubung, tapi karena mengonsumsi pil berikut ini.

Usai Video Cekcok Warga dan TNI di Bendungan Pleret Viral, 8 Jukir yang Terlibat Datangi Kantor Koramil Semarang Barat, Sampaikan Hal Ini

Viral sejumlah juru parkir marah-marah ke anggota TNI yang mengingatkan bahaya surfing di Bendungan Pleret, hingga berujung minta maaf.

Sempat Diperingatkan Warga Tapi Abai, Pelajar SMA yang Hendak Tawuran di Jakarta Barat Ini Tewas Tertabrak Kereta, Begini Kata Saksi

Seorang pelajar SMA tewas tertabrak kereta di Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat saat hendak terlibat tawuran bersama rekannya.

Heboh! 51 Siswa SMPN 19 Depok Ketahuan Manipulasi Nilai Rapor dan Dikeluarkan dari Delapan SMA Negeri di Kota Depok, Ini Daftarnya

Viral kasus manipulasi nilai rapor dari 51 siswa SMPN 19 Depok hingga dikeluarkan dari delapan SMA negeri di Kota Depok.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;