Usai Keluhan Petugas Damkar Terkait Banyaknya Peralatan Rusak Viral, Begini Kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok

Petugas Damkar Depok menjadi viral akibat keluhan tentang peralatan yang rusak; Kepala Dinas memberikan klarifikasi terbaru.
Petugas Damkar Depok menjadi viral akibat keluhan tentang peralatan yang rusak; Kepala Dinas memberikan klarifikasi terbaru. Source: Foto/Tiktok @infodepok

Nasional, gemasulawesi - Sebuah video yang menampilkan seorang petugas pemadam kebakaran (damkar) dari Kota Depok yang mengeluhkan kondisi peralatan yang rusak dan lambatnya respons terhadap perbaikan beredar luas di media sosial.

Dalam video tersebut, petugas damkar dari Kota Depok mengungkapkan kekhawatirannya mengenai keselamatan saat bertugas karena beberapa peralatan penting, seperti gergaji dan rem mobil damkar, dilaporkan dalam kondisi tidak berfungsi.

Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, Adnan Mahyudin, akhirnya memberikan klarifikasi resmi mengenai situasi sebenarnya. 

Adnan menjelaskan bahwa saat ini, beberapa unit mobil pemadam kebakaran memang sedang dalam proses perawatan dan menunggu kedatangan suku cadang dari luar negeri.

Baca Juga:
Heboh Dugaan Roti Aoka dan Okko Miliki Kandungan Berbahaya hingga Bisa Tahan Berbulan-bulan, Kadin Kalsel Desak BPOM Segera Lakukan Uji Lab

"Kami mengakui bahwa ada beberapa kendaraan yang saat ini sedang dalam proses perawatan, termasuk mesin, oli, dan alat-alat lainnya seperti gergaji mesin serta rem tangan. Perawatan ini juga mencakup perbaikan pada mesin PTO yang digunakan untuk mengambil air," ungkap Adnan saat ditemui di Mako Grand Depok City (GDC), Sukmajaya, Kota Depok.

Dari total 29 unit mobil pemadam kebakaran yang dimiliki Kota Depok, sebagian besar adalah produksi tahun 2008 hingga 2016, dengan dua unit terbaru dari tahun 2019. 

Anggaran pemeliharaan yang dialokasikan dalam APBD 2024 sebesar Rp700 juta harus dibagi untuk seluruh kendaraan, sehingga setiap unit memerlukan perhatian yang terjadwal.

Adnan juga mengakui bahwa salah satu tantangan terbesar dalam pemeliharaan adalah usia kendaraan yang relatif tua dan kesulitan dalam mendapatkan suku cadang yang sesuai dengan karoseri mobil tersebut. 

Baca Juga:
Viral di Media Sosial! Modus Bayar Pakai QRIS, Handphone Milik Penjaga Warung Kelontong di Bogor Ini Raib Digondol Pejambret

"Kami menghadapi kendala ini dengan berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan perawatan sesuai anggaran yang tersedia," jelasnya.

Selama periode perawatan, Adnan menegaskan bahwa unit-unit damkar yang sedang diperbaiki digantikan oleh kendaraan standby yang ada di masing-masing Unit Pelaksana Teknis (UPT). 

"Setiap UPT dilengkapi dengan tiga unit pemadam kebakaran dan satu unit komando double cabin. Jadi, meskipun ada beberapa kendaraan yang sedang diperbaiki, kami tetap memiliki unit lain yang siap digunakan," tambahnya.

Adnan juga menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan memastikan bahwa setiap UPT memiliki kendaraan cadangan yang siap digunakan. 

Baca Juga:
Sebut Teknologi Canggih Saat Ini Mengubah Cara Bekerja, Gubernur Sulteng Dikabarkan Membuka Workshop Moderasi Beragama

"Kami memahami keluhan dari petugas dan masyarakat. Namun, kami memastikan bahwa proses perbaikan dan pemeliharaan kendaraan damkar tetap dilakukan sebaik mungkin," tuturnya.

Dengan klarifikasi ini, Adnan berharap agar masyarakat memahami kondisi yang ada dan terus memberikan dukungan kepada petugas damkar yang bekerja keras dalam menjaga keselamatan kota. 

Kasus ini mencuat ke permukaan setelah video keluhan dari petugas damkar menyebar luas di media sosial, menarik perhatian publik terhadap kondisi peralatan dan kesiapan operasional pemadam kebakaran di Kota Depok. 

Klarifikasi dari Kepala DPKP diharapkan dapat memberikan penjelasan yang lebih jelas mengenai situasi yang terjadi serta langkah-langkah yang diambil untuk memperbaiki kondisi tersebut. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Sudah Buat Nota Dinas Berbulan-bulan tapi Tak Ada Respon, Keluhan Petugas Damkar Depok Terkait Banyaknya Sarana Prasarana yang Rusak Viral

Viral video petugas pemadam kebakaran (damkar) Kota Depok mengeluhkan gergaji mesin dan rem tangan tidak berfungsi maksimal.

Tak Hanya Mobil Damkar yang Dibakar, Kericuhan Warga di Deli Serdang Akibat Penertiban Lahan Juga Membuat 8 Petugas Terluka

Ricuh saat penertiban bangunan di Sampali, Deli Serdang, juga membuat 8 petugas terluka dan 1 mobil damkar dibakar warga.

Bentrok Penertiban Lahan, Mobil Damkar Milik Pemkab Deli Serdang Dilempari Molotov oleh Warga Hingga Hangus Terbakar, Begini Kronologinya

Sebuah mobil pemadam kebakaran dibakar warga di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) saat demo penertiban pembongkaran bangunan.

Detik-detik Petugas Damkar Selamatkan Balita Laki-laki Berusia 1,5 Tahun yang Terkunci di Dalam Kamar Rumahnya Viral

Viral momen dramatis petugas Damkar berusaha menyelamatkan seorang balita berusia 1,5 tahun yang terkunci di dalam kamar rumahnya.

Ditemukan Tewas Terjepit, Damkar, Relawan dan Warga Evakuasi Seorang Pengendara Motor di Samarinda

Damkar, relawan dan warga evakuasi seorang pengendara motor yang tewas terjepit di bawah kolong mobil di Samarinda, Kalimantan Timur.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;