Ramai Diperbincangkan! Kasus Dugaan Pungli di SMAN 9 Kota Tangerang Mencuat, Orang Tua Siswa Diminta Bayar Rp11 Juta, Begini Kronologinya

Dugaan praktik pungli muncul saat Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB di SMAN 9 Kota Tangerang.
Dugaan praktik pungli muncul saat Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB di SMAN 9 Kota Tangerang. Source: Foto/ilustrasi/Freepik

Tangerang, gemasulawesi - Kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang melibatkan SMAN 9 Kota Tangerang tengah menjadi sorotan dan mengundang kecaman luas di dunia pendidikan. 

Dugaan pungli ini mencuat pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2024 di SMAN 9 Kota Tangerang.

Di mana sejumlah orang tua siswa SMAN 9 Kota Tangerang melaporkan adanya permintaan uang sebesar Rp11 juta dari oknum guru agar anak mereka bisa diterima di sekolah tersebut.

Berdasarkan informasi yang beredar, dugaan pungli ini melibatkan seorang guru berinisial DFS yang merupakan pegawai negeri sipil (PNS). 

Baca Juga:
Buntut Kematian Wanita Asal Medan Usai Sedot Lemak, Polisi Panggil Kepala Dinas Kesehatan Kadinkes Depok, Usut Dugaan Malpraktik

Menurut keterangan seorang saksi yang enggan disebutkan namanya, DFS menjanjikan kemudahan dalam penerimaan siswa dengan menawarkan jalur belakang dalam seleksi. 

“Ada oknum guru yang menjanjikan calon siswa bisa diterima jika membayar uang pelicin. Dia bahkan menyebutkan adanya jalur belakang dalam proses seleksi,” jelas saksi, sebagaimana diunggah di akun Instagram @infotangerang.id pada Rabu, 30 Juli 2024.

Orang tua siswa yang dihubungi oleh DFS merasa sangat dirugikan oleh praktik ini. 

Mereka dihadapkan pada permintaan pembayaran sebesar Rp11 juta untuk mempercepat proses penerimaan anak mereka, sementara anak-anak yang tidak membayar uang tersebut, meskipun memiliki prestasi akademik yang baik, justru tidak diterima. 

Baca Juga:
Heboh Protes Sopir JakLingko Terkait Dugaan Adanya Diskriminasi dalam Pembagian Kuota hingga Gaji yang Tak Diterima Full, Cek Faktanya

Hal ini menimbulkan ketidakadilan yang mencolok dan merusak kepercayaan terhadap sistem seleksi PPDB.

Lebih mengejutkan, terdapat ketidaksesuaian antara nilai yang tercantum dalam sistem PPDB SMAN 9 Kota Tangerang dan data saat pendaftaran ulang. 

Saksi mengungkapkan bahwa nilai yang tercatat di sistem tidak sesuai dengan hasil pendaftaran ulang, menandakan adanya kemungkinan manipulasi data yang terkait dengan pungli tersebut. 

“Nilai di sistem PPDB berbeda dari data pendaftaran ulang, ini menunjukkan adanya ketidakberesan dalam proses seleksi,” katanya.

Baca Juga:
Digelar Besar-Besaran! Bea Cukai Musnahkan Ratusan Ribu Barang Ilegal Senilai Rp165 Miliar di 3 Lokasi Berbeda, Ini Rincian Detailnya

Berita mengenai kasus pungli ini dengan cepat menyebar di media sosial, memicu reaksi dari berbagai pihak. 

Banyak netizen yang mengecam tindakan tersebut dan menuntut tindakan tegas terhadap oknum yang terlibat.

"Usuttt tuntass bukan SMA aja kali, SD aja adaaa," komentar akun @lil***.

Kecaman ini semakin memperburuk citra pendidikan yang seharusnya menjadi ruang yang adil dan transparan untuk semua calon siswa.

Baca Juga:
Menjelajahi Pesona Waduk Riam Kanan, Danau Buatan Terbesar di Kalimantan Selatan dengan Keindahan Alam dan Sejarah Menarik

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak sekolah terkait dugaan pungli tersebut.

Kurangnya respons dari pihak sekolah hanya menambah kecurigaan dan ketidakpuasan publik terhadap penanganan kasus ini.

Kasus dugaan pungli di SMAN 9 Kota Tangerang ini mencoreng dunia pendidikan dan menyoroti perlunya reformasi dalam proses penerimaan siswa. 

Penegakan hukum yang tegas dan transparansi dalam setiap aspek proses seleksi adalah langkah krusial untuk memastikan bahwa pendidikan tetap menjadi hak yang adil bagi semua anak. 

Baca Juga:
Menyusuri Misteri dan Keindahan Goa Luweng Jaran Pacitan, Petualangan Menantang di Perut Bumi Jawa Timur

Upaya pencegahan dan penanggulangan pungli harus menjadi prioritas untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap sistem pendidikan di Indonesia. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Dugaan Pungli Pengadaan AC Sebesar Rp1,5 juta Per Siswa Baru di SMAN 6 Denpasar Mencuat, Inspektorat Bali Ambil Tindakan Tegas ini

Pungutan sebesar Rp1,5 juta bagi siswa baru di SMA Negeri 6 Denpasar untuk pembelian AC tuai kecaman dan viral di media sosial.

Tanggapi Viralnya Demo Siswa Terkait Dugaan Pungli Pembuatan Ijazah, Kepala Sekolah SMAN 11 Makassar Tegas Membantah, Beberkan Fakta Ini

Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 11 Makassar, Nuraliyah dengan tegas membantah adanya dugaan pungutan liar terkait pengambilan ijazah.

Tak Terima Diminta Bayar Rp50 Ribu untuk Ijazah, Alumni dan Siswa SMAN 11 Makassar Gelar Demo Soal Dugaan Pungli, Tuntut Kepsek Mundur

Sejumlah alumni dan siswa SMAN 11 Makassar menggelar aksi unjuk rasa terkait dugaan adanya pungutan liar (pungli) saat pengambilan ijazah.

Selidiki Viralnya Kasus Fajar Nugroho, Ketua OSIS SMAN 1 Cawas yang Meninggal Dunia Usai Diceburkan ke Kolam, Polisi Periksa 11 Saksi

Polsek Cawas Klaten Jawa Tengah telah meminta klarifikasi kepada 11 orang, dalam kasus meninggalnya Ketua Osis SMAN 1 Cawas.

6 Fakta Baru Terkait Viralnya Kasus Ketua OSIS SMAN 1 Cawas di Klaten yang Meninggal Dunia Usai Diceburkan ke Kolam Saat Rayakan Ulang Tahun

Inilah sederet fakta terbaru terkait meninggalnya ketua OSIS SMAN 1 Cawas usai diceburkan ke kolam gegara sedang berulang tahun.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;