Penertiban PKL di Kawasan Puncak Dianggap Tebang Pilih, Ratusan PKL Sandera Mesin Alat Berat Sebagai Bentuk Protes

Ket. Foto: Ratusan Pedagang Kaki Lima di Kawasan Puncak Menyandera Mesin Alat Berat Sebagai Bentuk Protes untuk Penertiban yang Dianggap Tebang Pilih
Ket. Foto: Ratusan Pedagang Kaki Lima di Kawasan Puncak Menyandera Mesin Alat Berat Sebagai Bentuk Protes untuk Penertiban yang Dianggap Tebang Pilih Source: (Foto/GMaps/Enggal Tri Atmojo)

Bogor, gemasulawesi – Kericuhan kembali terjadi dalam penertiban ratusan PKL atau Pedagang Kaki Lima di kawasan Puncak, Bogor.

Ratusan PKL nekat menghadang aparat gabungan saat proses penertiban berlangsung.

Para PKL tersebut bahkan menyandera mesin alat berat sebagai bentuk protes atas penertiban yang dianggap tebang pilih.

Baca Juga:
Terdampak Banjir Bandang di Ternate, 13 Orang Dikabarkan Meninggal Dunia dan 6 Lainnya Belum Ditemukan

Kericuhan itu berpusat di kawasan Astro, tepatnya di depan Resto Asep Stroberi.

Ratusan pedagang kaki lima yang kiosnya telah dibongkar menuntut keadilan dari aparat gabungan dengan meminta restoran Asep Stroberi turut dibongkar.

Dari 329 bangunan dan juga kios di kawasan Puncak, hanya satu restoran yang tidak dibongkar, yakni Resto Asep Stroberi.

Baca Juga:
Beraksi hingga 2 Kali! Polisi Amankan Pria Pencuri Sepeda Motor di Kota Tangerang, Ini Modus Operandi Pelaku

Restoran itu luput dari penertiban setelah membayar denda sebesar 50 juta rupiah, yang memicu kekecewaan dari para PKL.

Para pedagang kali lima atau PKL menilai penertiban ini tidak adil dan juga mendesak agar restoran Asep Stroberi juga dibongkar.

Situasi memanas saat terjadi aksi dorong antara warga dan petugas.

Baca Juga:
Dibunuh Secara Sadis oleh Orang Gila, Seorang Wanita di Kabupaten Sukabumi Meninggal Karena Kekerasan Benda Tumpul

Beberapa pedagang kaki lima berusaha menghadang alat berat yang digunakan untuk proses penertiban.

“Pemerintah ini bagaimana? Kami rakyat kecil dibongkar, sedangkan yang besar didiamkan sebab membayar 50 juta rupiah,” ujar Ujang, yang merupakan salah satu perwakilan pedagang.

Fajar, yang merupakan seorang pedagang lainnya, menilai penertiban ini memang tebang pilih.

Baca Juga:
Mengingat Sejak Dini Hari Hujan Terus Mengguyur Hampir Seluruh Wilayah, BPBD Bone Bolango Mengimbau Warga untuk Waspada terhadap Bencana Banjir

“Hingga saat ini, Restoran Asep Stroberi belum memenuhi IMB atau Izin Mendirikan Bangunan,” ujarnya.

Dia mengatakan ini sama-sama belum punya IMB, tetapi restor ini tidak dibongkar.

“Pemerintah Kabupaten Bogor harus bersikap adil,” ucapnya.

Baca Juga:
Dalam Penanganan Darurat Medis, Bupati Gorontalo Sebut Pengemudi Ambulans Mempunyai Peran Penting Sebagai Garda Terdepan

Kepala Satpol PP atau Pamong Praja Kabupaten Bogor, yaitu Cecep Iman Nagarasid, membantah adanya penertiban yang tebang pilih.

Dia menerangkan Restoran Asep Stroberi tidak dibongkar karena telah membayar denda sebagai konsekuensi pelanggaran yang dilakukan.

“Keputusan untuk tidak membongkar restoran itu adalah hasil rapat pimpinan Pemerintah Kabupaten Bogor,” katanya.

Baca Juga:
Pemkot Makassar dan Kabupaten Bulukumba Secara Bersama Menawarkan Kerja Sama kepada JTA International Investment Holding Qatar

Dia melanjutkan Asep Stroberi lolos dari pembongkaran berdasarkan hasil forum pendataan ruang yang diketuai oleh Sekda.

“Alas haknya telah sah, sehingga tidak dilakukan pembongkaran dan kini sedang dalam proses perizinan,” tuturnya. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Batas Pendaftaran Tinggal Beberapa Hari Lagi, KPU Sulsel Sebut Saat Ini Belum Ada Satu pun Bacalon Gubernur dan Wagub yang Mengakses Silon

Saat ini, disebutkan KPU Sulawesi Selatan, belum ada satu pun bacalon Gubernur dan Wakil Gubernur yang mengakses Silon

Gegerkan Warga! Detik-Detik Pengumuman Darurat melalui Toa Masjid Akibat Tawuran Antar Kelompok Remaja di Deli Serdang Viral

Viral situasi mencekam akibat pecahnya tawuran antar dua kelompok remaja di Deli Serdang hingga diumumkan warga melalui toa masjid.

Viral di Media, Sejumlah Orang dari Komunitas Mobil Geber Knalpot Brong Mobilnya di Halaman Masjid Agung Jeneponto

Di halaman Masjid Agung Jeneponto, sejumlah orang dari komunitas mobil dilaporkan menggeber knalpot brong mobil mereka.

Antusias! Ahli Bangunan dari Berbagai Daerah di Jateng Mengikuti Kompetisi Pemasangan Keramik Paling Cepat

Kompetisi pemasangan keramik tercepat diikuti oleh 44 tukang bangunan dari berbagai daerah di Provinsi Jawa Tengah.

Praktik Mafia Tanah di Morowali Utara, Sekitar 50 Hektare Lebih Tanah Milik Pemerintah Desa Dijual ke Perusahaan Tambang

Sekitar 50 hektare lebih tanah milik pemerintah desa di Kabupaten Morowali Utara dilaporkan dijual ke perusahaan tambang.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;